Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Benahi Hidup Kita, Yuk!

Assalamu'alaikum, Blogger.

Bismillah. Jumat berkah yeay!
Berkah karena habis gajian (maklum gajiannya nggak nentu, makanya sumringah banget pas sudah gajian). Hihi

Hari ini, mau membahas masalah my life style yang jauh dari kata sehat. Sebenarnya agak malu mau menuliskan masalah ini sih, karena latar belakang yang sangat nggak memadai. Masa guru tapi ngomongin kesehatan. Hehe
Tapi anggaplah berbagi pengalaman, siapa tau ada teman-teman yang juga bernasib serupa. Semoga postingan ini membantu.

***

Makanlah yang halal dan thayyib.

Alhamdulillah wa syukurilah. Berkaca dari sakit yang hampir empat bulan lamanya, yang setiap malamnya selalu dihujani perasaan takut mati. Aku bertekad untuk berbenah mulai sekarang. Anggaplah sakitnya bentuk teguran dari Allah agar bisa hidup sehat... Because I know that He loves me too much!

Walaupun tersiksa dengan sakit selama ini, tapi kalau kita berusaha bersyukur, dan cari hikmahnya, insya Allah tetap ada kok hikmahnya.

Hikmahnya apa?
Ya sekarang jadi lebih aware dan mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat.
Semisal begadang. Walau begadangnya tuh sebenarnya cuman nonton drakor atau kepoin IG orang. Tapi sekarang kalau sudah jam 9, sudah siap-siap sleeping beauty. Kalaupun khilaf, ya maksimal jam 11 lah. Itu juga cuman satu hari dalam seminggu.

Yang paling perlu dan wajib dibenahi adalah urusan perut. Yap. Urusan makanan! Masya Allah bener-bener fardhu 'ain banget berbenahnya. Kalau harus kilas balik ke masa lampau, makanannya aku tu padahal ya masih di level halal. Aku nggak mengonsumsi alkohol, rokok, narkotika, atau sebangsanya. Minumanku yang paling banter paling cuma soda (pas minum soda, berasa kayak dosa banget).
Betul sih aku banyak memberikan asupan kurang baik sama badan. Aku makan serba gorengan, makanan kaleng, mi instan, snack, dan jenis daging olahan. Minumannya juga setiap hari pasti selalu ada minum yang dalam kemasan, walau cuma satu botol. Tapi rutin sih saban hari selalu mencekoki minuman manis. Sampai akhirnya ya badannya nggak sanggup lagi dan berontak.

***

Sebenarnya bagian paling sulitnya itu bukan memulai mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, tapi berhenti memakan makanan yang selama ini jadi favorit tiap hari. 

Makan alpukat, daun kemangi, sawi, dan beragam sayuran bukanlah tantangan. Tapi berhenti memakan tempe yang digoreng, kulit ayam goreng, tahu isi, pisang keju, teh pucuk h*rum, takoyaki, udang, cumi, pentol, iga bakar, cokelat, mi samyang, jamur goreng crispy, martabak, durian, dan makanan penggunggah selera lainnya itulah yang sangat berat!

Namun apalah daya. Nasi sudah menjadi kerupuk. Sudah nggak punya pilihan lain. Seenggaknya, masih banyak makanan enak lainnya yang bisa aku makan. Dan kalaupun kepengen banget, semua masih bisa aku makan kok. Cuman ya nggak bisa sekalap dulu. Sekarang harus lebih hati-hati.
Tapi kalau harus memilih, lebih baik dihindari, karena nikmatnya sehat sungguh nggak sebanding sama nikmatnya makanan tadi. Hihi

Sekarang aku mulai rutin mengonsumsi buah dan sayur.
Tiap hari wajib makan buah, entah dijadiin jus atau dimakan langsung. Usahakan ada buah yang masuk.
Untuk sayur, kadang agak susah, karena belum tentu menu di rumah ada sayurnya. Cuman kalau kebetulan masak sayur, pasti makannya dibanyakin.

Madu juga dirutinin tiap hari dan minum air putih yang banyak.

Olah raga minimal seminggu dua kali dilakuin, nggak mesti ke gym kok. Sprint atau jalan santai juga boleh, malah kadang aku cuman main bulu tangkis aja saban sore. Ya lumayan lah daripada nggak ada. Hihi

Dan yang paling utama adalah mengelola emosi, atau kalau kata Aa Gym, manajemen kalbu. Ini penting banget. Semua akar masalah ada disini.

Makanya, sebaik apapun makanan yang masuk, kalau pikiran negatif masih ada, ini susah. Pun sama halnya, kalau minum madu tiap hari, tapi makannya juga gorengan atau junk food agak susah.

Itulah kenapa kalau kita sungguhan mau hidup sehat, kita harus niat untuk membenahi semua aspek di diri kita. Pola tidurnya, makanannya, serta hatinya.

Insya Allah, kalau sudah semua dijaga, dibuat bahagia, kitanya juga jarang sakit. 'Jarang' ya bukan berarti 'nggak' sakit.

Jangan nunggu nanti, jangan sampai sakit dulu baru berubah, pokoknya sekarang aja deh. Apalagi kalau kalian sudah berumur 20an. Ini saatnya benahi hidup. Ya?

Well, kayaknya ini dulu pembahasan kita kali ini. Terbuka banget buat temen temen semua yang mau sharing atau nambahin informasi berdasarkan pengalamannya pribadi seputar kesehatan. Semoga bisa membantu yang lain.
Kalian nggak sendirian. Di bagian dunia lain, banyak juga yang lagi berjuang buat sehat. Semangat terus ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

Kos Putri 165

  Assalamu'alaikum, Blogger...   Tidak terasa sudah 3 tahun saya tinggal di kota cantik ini. Menjadi pendatang memang bukan h al yang mudah, karena selain kita harus bisa beradaptasi, kita juga harus bisa menemukan tempat tinggal yang cocok dan nyaman. Selama ini saya sudah 3 kali pindah kos-kosan. Mulai dari di daerah Yos Sudarso, Pangeran Samudera, dan yang terakhir di Borneo. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menemukan kos yang sesuai dengan keinginan saya. Nah, dengan segala kerendahan hati saya :D Hari ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di kos saya ini, yaitu Kost Putri 165. Yuk disimak!

Catur dan Filosofi Absurdku

Sedari kecil bapakku yang master catur (ceilah) sudah mengajariku bermain catur. Dari sekian banyak permainan catur, ada satu serangan yang sangat berkesan dan selalu ku coba untuk lakukan ke lawan mainku. Tapi selalu gagal karena 'kebetulan' mereka melakukan gerakan lain, sehingga serangan fajarnya gagal total. Fyi, serangan fajar yang dilakukan bapakku tadi, berhasil melumpuhkan aku dalam waktu sepersekian menit. Mungkin 2 sampai 5 menit. Sangat traumatis! Anyway, aku suka bermain catur, kalau boleh dikatakan, tingkatanku di atas pemula lah. Aku bisa menang kalau lawanku seimbang, tapi kalau lawanku sudah pro, aku akan K.O juga. Sore ini aku main catur online saja, karena di rumah tidak ada yang bisa catur kecuali bapak. Dan bapak sangat repot. Ternyata lumayan seru juga, aku melawan manusia sungguhan soalnya, bukan robot. Sore ini aku menang. Hehe Di sekolah aku bolak balik bermain catur, tentu sama bapak bapaknya, karena ibu ibunya tidak ada yang bisa main. Satu satunya ibu...

Surat Terbuka untuk Kelas XII 2018

Demi menulis apa yang sedang menyesaki kepala, sampai rela meninggalkan soal ulangan yang padahal dikejar deadline. Bismillahirrahmanirrahim... Jadi, malam ini, Nak. Postingan ini ditujukan untuk kalian anak-anak ibu yang lucu dan menggemaskan (pada akhirnya kalian menjadi lucu dan menggemaskan bagi ibu). To be honest , jarang sekali momen paska perpisahan itu baper ya, sampai-sampai tertuang di blog ini. Tapi mungkin dua tahun cukup lah sebagai pertimbangan kenapa kalian agak berkesan hingga akhirnya ibu rela menuliskan surat ini disini.

Surat Cinta

Lagi lagi, ku tuliskan surat cinta ini. Aku berharap kamu membacanya, meski aku tau ini harapan yang mustahil. Jadi ku tuliskan saja untuk semuanya, semoga angin membawa kabar gembira ini sampai di telingamu. *** Aku masih suka melihatmu, Begitu melihatmu, darahku benar benar berdesir cepat sekali, telapak tanganku dingin, dan aku susah berpikir dengan jernih. Aku tergagap, tidak bisa berbicara, bahkan tersenyum pun enggan. Padahal aku sesuka itu padamu. Benar kata orang orang, kalau perempuan suka, jangankan bicara, menoleh pada orang yang ia sukai pun tak sudi. Aku sungguhan tidak bisa melihatmu dengan baik. Sebelumnya aku sudah berlatih untuk menatapmu barang 3 detik saja, kata para ahli, itu bisa menjadi pengirim sinyal kalau kita suka dengan orang tersebut. Aku sudah bertekad akan mencobanya, mencoba menatapmu. Tapi sial, baru sepersekian mili detik kita bertatapan saja, aku sudah kacau tidak karuan, aku buru buru buang muka. Menatapmu saja aku tidak bisa, apalagi bicara! Aku kada...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...