Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Bibik Penjual Kue

Bismillah...

Pelajaran hari ini didapat dari bibik yang jualan kue di sekitar rumah.

Pelajaran untuk lebih mensyukuri nikmat. Secapek capeknya kerja jadi guru, capek lagi kerja jadi bibik jual kue.

Kalau lagi sakit atau ada acara keluarga, masih bisa ijin di kantor, dan alhamdulillahnya gaji tetap jalan. Tapi kalau jualan kue, misal hari ini sakit dan nggak mampu jualan, ya nggak dapat uang.

Sepanas panasnya terik matahari di lapangan, cuman bakal aku rasain kalau kebetulan hari itu kelasku di seberang kantor. Dan sedingin dinginnya air hujan, cuman akan bikin kedinginan dan kebasahan sebentar, itu juga kalau misalnya aku harus ke kelas yang jauh dikit.
Lain cerita kalau aku jualan kue, mau panas mau hujan, tetep bakal dijalanin sampai sore. Sampai kuenya abis.

Kadang kalau harus ngajar ke kelas ujung, yang jujur lumayan capek, apalagi kondisi pake sepatu tinggi. Tapi masih bisa diakali dengan ngelepas sepatu dan pake sendal (jarang dilakukan karena melanggar SOP keanggunan) hahaa. Cuman rasa capeknya pasti nggak seberapa dibanding bibik yang jualan kue, yang mesti jalan kaki sejauh jauhnya sambil bawa nampan besar di kepala dan nenteng keranjang di tangan.

Kaki aku pernah agak melepuh dikit karena pakai sepatu kelamaan dan harus jalan kesana kemari. Tapi ternyata ya sangat sepele banget kalau harus dibandingkan dengan lecetnya kaki bibik tadi. Beliau nggak pake sepatu malah, pakenya sendal.

Dan seserak seraknya suaraku plus sakit tenggorokan karena harus ngejelasin materi pelajaran, apalagi kalau kelasnya ruame kayak orang lagi bagi bagi raskin, yang membuat suaraku makin tinggi. Kurasa masih bisa diobatin dengan minum air anget banyak banyak. Sementara si bibik, aku nggak bisa bayangin gimana capeknya ngejajain kue pake teriak teriak segala.

Dan di akhir perbandingan, kalaupun harus membandingkan pendapatan. Mungkin gaji aku dengan semua tenaga yang harus aku keluarkan dan penghasilan bibik dengan semua perjuangannya, pastilah ada perbedaan yang agak besar.

Terus, masihkah harus ngeluh wahai aku yang suka ngeluh? :(

***

Waktu tadi pas aku liat bibik lewat, aku sedih. Sedih juga bayangin semua orang dengan pekerjaan yang luar biasanya. Kayak buruh bangunan, tukang kayu, tukang jahit keliling, tukang sapu, tukang gali gorong gorong, dan another tukang tukang yang pendapatannya nggak seberapa, tapi lelahnya nggak terkira.

Dunia ini penuh lara kan?

Demi uang, demi dapur yang berasap, demi perut perut kenyang, semua orang sanggup menjadi apa saja. Mungkin kalaupun harus ditanya suka apa nggak ngejalaninnya, mereka bakal bilang nggak. Tapi ya mereka nggak punya pilihan, kan?

Kadang saat liat di sosial media, ada kakek kakek udah sepuh banget jualan mainan atau jualan kerupuk, hati aku juga terenyuh. Subhanallah dunia.

Beruntungnya, kita dan mereka semua itu masih punya Allah, sebaik baik tempat bergantung. Aku yakin, mereka tetap kuat ngejalanin terjalnya kehidupan ya berkat keyakinan mereka pada Allah. Bahwa semua akan segera baik baik saja. Kalaupun nggak baik di dunia, insya Allah akan baik di kampung akhirat kelak.

Sungguh hatiku terluka kalau denger ada orang yang nggak bersyukur dengan apa yang mereka jalani. Misal kemarin ada alumni yang ke sekolahan ngambil ijazah, terus ku tanya "berapa penghasilannya?", mereka bilang "cuma sejuta lima ratus bu". Astaghfirullah. Penempatan satu kata 'cuma' yang sangat nggak tepat. Ingin rasanya ku maki maki. Atau yang belakangan lagi viral di sosmed, tagar #gaji8juta. Menjadi viral berkat IG stori seorang lulusan UI yang nggak mau digaji 8 juta, karena terlalu rendah buat dia. Membuat aku yang masih bergaji dibawah UMR jadi mengelus perut.

Masya Allah.
Dunia ini memang penuh sawang sinawang (saling memandang) yang membuat beberapa orang menjadi nggak bersyukur, dan beberapa sisanya menjadi pribadi yang selalu berterima kasih.
Berbahagialah mereka yang selalu berterima kasih atas pemberian Tuhannya dan menikmati dunia ini dengan baik.

Dunia itu kalau mau kita cari cacatnya, banyak. Hidup kita pun kalau mau kita kupas dukanya juga banyak. Tapi mau sampai kapan menjalani hidup seperti itu?

Selama kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, semampu kita, maka sisanya serahkan pada Allah. Allah tuh cuma pengen liat perjuangan kita. Apapun yang kemudian kita dapatkan, bawa happy aja. Enjoy. Nikmati. Ok?

Sekian. Semoga bermanfaat dan bisa diambil pelajarannya ya.

Ps: Get well very soon my Kukun❤ syafakallah. Hehe
Kucing yang dua harian ini manja banget, ternyata lagi nggak enak badan. Doain ya~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kos Putri 165

  Assalamu'alaikum, Blogger...   Tidak terasa sudah 3 tahun saya tinggal di kota cantik ini. Menjadi pendatang memang bukan h al yang mudah, karena selain kita harus bisa beradaptasi, kita juga harus bisa menemukan tempat tinggal yang cocok dan nyaman. Selama ini saya sudah 3 kali pindah kos-kosan. Mulai dari di daerah Yos Sudarso, Pangeran Samudera, dan yang terakhir di Borneo. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menemukan kos yang sesuai dengan keinginan saya. Nah, dengan segala kerendahan hati saya :D Hari ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di kos saya ini, yaitu Kost Putri 165. Yuk disimak!

Surat Terbuka untuk Kelas XII 2018

Demi menulis apa yang sedang menyesaki kepala, sampai rela meninggalkan soal ulangan yang padahal dikejar deadline. Bismillahirrahmanirrahim... Jadi, malam ini, Nak. Postingan ini ditujukan untuk kalian anak-anak ibu yang lucu dan menggemaskan (pada akhirnya kalian menjadi lucu dan menggemaskan bagi ibu). To be honest , jarang sekali momen paska perpisahan itu baper ya, sampai-sampai tertuang di blog ini. Tapi mungkin dua tahun cukup lah sebagai pertimbangan kenapa kalian agak berkesan hingga akhirnya ibu rela menuliskan surat ini disini.

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Catur dan Filosofi Absurdku

Sedari kecil bapakku yang master catur (ceilah) sudah mengajariku bermain catur. Dari sekian banyak permainan catur, ada satu serangan yang sangat berkesan dan selalu ku coba untuk lakukan ke lawan mainku. Tapi selalu gagal karena 'kebetulan' mereka melakukan gerakan lain, sehingga serangan fajarnya gagal total. Fyi, serangan fajar yang dilakukan bapakku tadi, berhasil melumpuhkan aku dalam waktu sepersekian menit. Mungkin 2 sampai 5 menit. Sangat traumatis! Anyway, aku suka bermain catur, kalau boleh dikatakan, tingkatanku di atas pemula lah. Aku bisa menang kalau lawanku seimbang, tapi kalau lawanku sudah pro, aku akan K.O juga. Sore ini aku main catur online saja, karena di rumah tidak ada yang bisa catur kecuali bapak. Dan bapak sangat repot. Ternyata lumayan seru juga, aku melawan manusia sungguhan soalnya, bukan robot. Sore ini aku menang. Hehe Di sekolah aku bolak balik bermain catur, tentu sama bapak bapaknya, karena ibu ibunya tidak ada yang bisa main. Satu satunya ibu...

Surat Cinta

Lagi lagi, ku tuliskan surat cinta ini. Aku berharap kamu membacanya, meski aku tau ini harapan yang mustahil. Jadi ku tuliskan saja untuk semuanya, semoga angin membawa kabar gembira ini sampai di telingamu. *** Aku masih suka melihatmu, Begitu melihatmu, darahku benar benar berdesir cepat sekali, telapak tanganku dingin, dan aku susah berpikir dengan jernih. Aku tergagap, tidak bisa berbicara, bahkan tersenyum pun enggan. Padahal aku sesuka itu padamu. Benar kata orang orang, kalau perempuan suka, jangankan bicara, menoleh pada orang yang ia sukai pun tak sudi. Aku sungguhan tidak bisa melihatmu dengan baik. Sebelumnya aku sudah berlatih untuk menatapmu barang 3 detik saja, kata para ahli, itu bisa menjadi pengirim sinyal kalau kita suka dengan orang tersebut. Aku sudah bertekad akan mencobanya, mencoba menatapmu. Tapi sial, baru sepersekian mili detik kita bertatapan saja, aku sudah kacau tidak karuan, aku buru buru buang muka. Menatapmu saja aku tidak bisa, apalagi bicara! Aku kada...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...