Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Menjadi Kecil

Memilih mundur dan berhenti dari sebuah komunitas ngaji, tentu bukan keputusan yang mudah. Tapi keputusan berhenti itu tak lantas membuatmu khianat terhadap Tuhanmu. *** Sudah bertahun tahun aku bersama komunitas ini. Semua pengalaman dan ilmunya, membuatku bertumbuh menjadi lebih baik. Tapi jenuh sudah pasti ada. Satu tahun terakhir ini aku bergumul dengan perasaan tidak menentu. Tiap rasa malas itu mendera, aku selalu mencari motivasi untuk melawannya. Hanya saja aku sudah kehabisan motivasi itu. Seribu satu motivasi tetap tak membantu. Aku hanya perlu mengakui bahwa aku jenuh, lelah, dan perlu suasana baru. Aku benci pandangan mata itu, yang mengisyaratkan kemunduranku sebagai bentuk futur dan khianat. Sepertinya ada banyak yang perlu diperbaiki dari cara pandangmu itu. Bahkan untuk berhenti saja, perlu mengumpulkan keberanian jua. Tak mudah. Semua terasa sulit. Tudingan itu, tatapan mata itu, perspektif negatif. Tentu disertai dengan kalimat memojokkan dan menyudutkan. Aku dihakimi...

Roller Coaster

Hidup ini seperti roller coaster. Mana ada hidup yang mulus seperti mimpimu? Justru yang hadir seperti dentuman petir menggelegar dan hujan yang rintiknya mengenai tubuhmu bertubi-tubi tanpa ampun. *** Aku punya keinginan kecil yang ku sebut dengan sungguh, tapi tak ku wujudkan sebab mustahil. Jalan ke Palangka dengan Dahlia, sobi kuliahku dulu, sekadar menyusuri lagi jalanan Palangka dan bersua dengan dosen kami. Tapi tahun berlalu, keinginan itu terwujud tanpa rencana matang. Aku tiba tiba saja ke Palangka bersama Dahlia mewakili lomba MGMP kami. Dan di sela sela itu, kami punya waktu luang di siang hari untuk jalan, kami sempatkanlah mewujudkan keinganan kecil itu. Tapi ternyata keinginan sederhana nan sepele itu sulit juga dijalankan dengan mulus. Kami salah rute kampus, kami harus jalan kaki puluhan meter, sudahlah badan kami ini belum pulih betul, remuk redam sebab perjalanan jauh ke Palangka, ini rasanya dengkul sudah mau jejeritan karena kami paksa jalan. Kami duduk di pinggira...