Langsung ke konten utama

Personil KKN 2014~

Assalamu'alaikum Blogger..
Selamat pagi, selamat memulai aktivitas... Semoga hari ini diberikan kelancaran dan kemudahan untuk semua urusannya ya... Jangan lupa juga duha-nya jangan ketinggalan ;)
Hari ini saya mau mengulas tentang KKN saya. KKN yang saya selesaikan bulan agustus kemarin itu tidak akan cukup kalau dituangkan di 1 atau 2 artikel saja, mengingat begitu banyak kegiatannya dan banyak momennya, hehe :D Nah untuk hari ini, saya akan membahas kesan pertama dan karakter-karakter para personil KKN. Ada 24 orang! Check this out!
Tety

Yang pertama, Tety Anggela. Nah dia ini jabatannya sebagai ketua kelompok saya. Sebagai ketua, jelas saya respect sama dia. Kesan pertama lihat Tety, anaknya kayaknya baik, eh ternyata memang baik, baik sekali malah. Alhamdulillah dapat ketua KKN sejenis ini, ramah, penyabar, tanggung jawab, pemaaf, dan pengertian. Tety Anggela ini contoh anak fakultas ekonomi yang penampilannya sederhana aja, soalnya setau saya, anak ekonomi yang lain itu rada-rada ngartis. Hehe. Tety juga anaknya apa adanya dan strong women, kenapa strong? Karena dia sempat putus sama pacarnya dan dia tidak nangis sama sekali. Yah senanglah pernah kenal Tety ({})

Kedua, Anisa Cristiani. Anisa Cristiani, kalau baca namanya saya galau, ini muslim atau nasrani. Tapi kalau diartikan namanya ya artinya "Perempuan Kristiani" dan memang begitulah adanya. Heheh. Anaknya? Cerewet alias suka sekali cerita, apalagi tentang korea :) baik, dan moody. Sukanya mandi bareng ketua, ckck. Jabatan Anisa ini, sebagai sekretaris. Ini anak juga hobi minjam kerudung saya dan dipakai kesana kemari. Hehe.

Ketiga, Vini Tiastuti. Anak teknik yang mengaku sebagai tangan kanannya ketua. Memang tangan ketua saya hilang satu ya? Hehe. Anaknya asik, hiperaktif, berani, suka menolong, suka berkebun, suka ngecat, pokoknya semua kerjaan yang berbau-bau kuli, dia suka. Mungkin bawaan lahir kali. Vini ini supel alias pandai bergaul. Hobinya bawa-bawa pacar ke posko KKN, hehe. Suka melingkarkan handuk kecil di leher, semacam tukang becak gitu lah ya. Kesan pertama ketemu Vini, saya kira kamu nasrani loh Vin!
Ka Adin

Keempat, ka Adin. Nama beliau ini sederhana luar biasa, "ADIN" titik. Kaka ini angkatan 2010, jarang tidur di posko. Kalau habis kegiatan, beliau pasti melanglang buana kemana-mana. Kaka ini anak bahasa inggris, tapi lucu ketika mendengar kaka ngomong bahasa inggris. Bukannya apa-apa, dialek dayaknya itu lo. Hehe. Kaka ini baik, tidak pernah membully saya, suka menolong, suka menabung. Sekali lagi, mungkin faktor dialek yang kental, setiap kami semua berkumpul rapat dan tiba-tiba kaka menyampaikan pendapat, semua orang ketawa termasuk saya. Dengar kaka ngomong aja sudah ketawa. Wkwkw. Maaf ka..lucu sih :D Kesan pertama, no comment ka.

Jacky
Berikutnya, Jacky. Jacky Firmana ini anak...anak apa ya? Mungkin anak PJKR? Kesan pertama lihat Jacky, makhluk ini suka sama ketua saya. Waktu ngantri ngambil jaket KKN, dia sok-sokan di belakang ketua saya. Tapi sayang ketua sudah punya pacar :D perih ya. Jacky itu baik hati, tidak sombong, ringan tangan alias suka dimintain tolong, suka masak, dan memang pintar masak. Tapi sayang, Jacky ini sensitif, mudah marah, mudah tersinggung. Dua kali salah ngomong sama Jacky, dua kali juga anaknya ngambek. -__- Padahal saya sudah diingatkan sama teman saya untuk menghindari si beliau ini. Tapi saya ketemu terus, gimana. Karena sifatnya yang labil ini, banyak anak berusaha jaga jarak. Ya, over all, Jacky baik lah ya.

Amril
Keenam, Amril. Kesan pertama, dia satu-satunya yang manggil nama saya "Nirma", agak aneh karena saya tidak pernah dipanggil begitu. Tapi entah sejak kapan nama "Nirma" itu berubah jadi "ade". Ya tampaknya "ade" lebih baik, lagian wajarlah, saya kayaknya yang paling muda diantara semua (yes muda!). Haha. Amril ini baik sih, anaknya Banjar abis, dialek dan kebiasaannya itu mencirikan kalau dia orang Banjar. Sayangnya kalau disuruh memenuhi hakNya Allah agak susah. Amril ini hobi jadi komentator, gerak sedikit dikomen, dia juga dapat jabatan sebagai ketua RT lantaran agak cerewet ngurusin anak-anak lain. Tiap malam diatas jam 9, kalau kami masih ketawa-ketawa di kamar pasti langsung dihampirin dan pintu kamar diketokin, "udah malam ei, tidur." Ih malesin kan ya? Semacam mengganggu kesenangan. Dan karena hobinya ini, dia kena masalah sama ketua KKN sebelah. Adegannya seru dan agak mengkhawatirkan.

Herli
Selanjutnya, Herli. Herli ini nyaris diangkat jadi ketua, untung tidak jadi. Hehe. Anak PJKR ya rasanya? Ya itulah pokoknya. Herli ini pintar nguli alias pintar jadi kuli. Dulu waktu rapat, kami bingung mau bikin plang jalan dan plang ketua RT dimana, eh dia-nya nawarin diri. Katanya di rumah si beliau ini lengkap alat-alat pertukangan, jadi biar Herli aja yang bikin plang. Nah semakin kuat dugaan saya kalau dia ini sebenarnya tukang kayu yang nyamar jadi anak KKN! Kesan pertama, biasa aja. Haha. Dia ini salah satu makhluk yang suka menghabiskan jatah obat P3K. Tiap hari minta obat. Oh mungkin dianya sering sakit kali ya (berusaha berprasangka baik). Herli ini jarang menggelar sajadah, tapi kalau jumatan, alhamdulillah tampaknya tidak pernah ketinggalan. Ya syukurlah ya. Ngomong-ngomong beliau ini pernah invite BBM saya, tapi karena saya diintimidasi teman sekamar saya untuk tidak menerima undangan BM.nya, maka tidak saya terima deh. Terus malamnya dia protes sama saya :p

Bng Jer
Berikutnya, Jery. Nah kalau ini memang anak PJKR, lahir tahun 90an dan memaksa saya untuk memanggil dia "abang", agak aneh karena saya jarang memanggil orang dengan sebutan abang. Mau dipanggil "kaka" dimarahin, ini apa maunya. Mengaku-ngaku kalau dia ini abang saya dan saya adiknya. Si abang yang satu ini suka memamerkan kucingnya yang namanya Tom, pas banget Tom-Jery, suka juga memamerkan pacarnya, siapa ya nama pacarnya lupa. Kesan pertama, apa ya, tidak ada, hehe. Alhamdulillah saya tidak pernah dimarahin abang sensitif ini. Walau saya tidak biasa ngecat dan makai kuas, dia lumayanlah sabar membimbing saya. Mungkin bawaan umur (udah tua) peace ^^. Wkwkwk. Bang Jer dijuluki ketua RW, karena suka marah-marah kalau liat sampah berserakan dan sama cerewetnya kayak Amril si ketua RT. Beliau ini salah satu yang hobi membully saya dengan asap rokoknya, juga hobi nyuruh-nyuruh saya lantaran dia ini "abang" saya.

Adel
Terakhir, Adel dan Eva. Ini semacam saudara kembar. Sifat dan tingkah lakunya sama, mungkin karena dari medan sana, tau lah gimana orang batak. Kesan pertama, apaan mereka ini teman saya satu program studi, hehe, Jadi tidak ada kesan pertama karena sudah lama kenal. Mereka anaknya baik, apalagi Eva, dia lembut dan penyabar sekali. Dia juga perhatian sama saya. Hehe

Dan selanjutnya, ini dari kelompok tetangga. Karena kami tinggal dalam satu posko, maka dengan baik hati akan saya jelaskan bagaimana mereka ini.

Pertama Kristanti, sama seperti Adel dan Eva, beliau ini orang batak. Jabatannya ketua kelompok sebelah. Pernah tiga kali nangis selama di posko. Dan, oke cukup untuk beliau ini, hehe. Over all, dia baik ko. Hehe

Mae
Kedua, Mae. Mae alias Maesaroh alias Masha and the Bear. Wkwk. Ini teman sekamar saya, anak fisika.  Hobinya masak, iri liat orang dandan kece, suka batuk-batuk, please kalau dia udah batuk seolah-olah tidak akan pernah berhenti itu batuk, terus juga hobi nginjak kaki orang. Jadi kalau kaki cantik kami lagi asik nyantai di kamar, langsung pada dilipat ketika melihat sesosok Masha ini lewat, karena kalau tidak, ya tanggung sendirilah. Mae ini kalau tidur juga kayak gasing, suka menjajah jatah tempat tidur orang, ah perih lah kalau ada Mae di kamar. Tapi Mae ini baik, keibuan, suka merawat saya ketika saya sakit, tidak sombong, dan rajin menabung. Heheh. Cita-cita Mae adalah punya anak kembar 5. Ya, di-iya-ini aja lah.

Revi
Ketiga, Revi. Revi ini teman satu alas tidur, haha, so sweet abis ya? Revi ini baik, suka jalan, suka selfie, suka bete karena masalah pencernaan, suka ngecrop foto Jemmy, suka apa lagi ya, ya gitulah. Kesan pertama liat Revi, kayaknya anaknya baik dan anteng (pendiam). Awal-awal, memang dia ini anteng sekali, apalagi masalah tidur, beda 180 sama Mae. Tapi ketika hari kesekian, subhanallah, ketahuan tidurnya gimana. Sama deh kayak Mae, suka ngabisin jatah tempat tidur orang. Pernah nyaris nangis karena dibully anak KKN lain.


Keempat, Anjar. Kesan pertama liat Anjar, ish keren gayanya, dengar-dengar dia anak bahasa inggris angkatan 2012. Eh ternyata sama aja angkatan 2011 -___- Anjar ini anaknya asik, baik, pintar, supel, suka selfie, narsis, dan hobi dandan. Anjar ini jarang tidur di posko. Pernah beberapa kali tidur di posko dan sekamar sama saya. Perangkat tidurnya banyak, yang bikin lucu itu dia selalu tidur pakai topi rajut, seolah-olah kita tinggal di kutub. Anjar anaknya lucu, tapi kalau ketawa susah di-rem. Ah biarkan Anjar dan dunianya.

Uyet
Kelima Yulieet. Kesan pertama? ah kami sudah menghabiskan 3 tahun di kelas yang sama, jadi no comment. Uyet anaknya baik, lucu, apa adanya, suka komik, suka one piece, suka saya bully kalau di kamar. Haha. Maap. Cukup kita yang tau lah. Uyet dan saya suka makan es krim sama-sama di warung depan, dan suka kemana-mana bareng. Uyet suka ngajakin saya pulang bareng ke Palangka, walau cuma semalam, tetap aja saya ikut dia.

Liyanti
Keenam, Liyanti. Dia ini anak fisika yang kami panggil putri tidur, karena sudah jelas hobinya tidur. Abis mandi, tarik selimut tidur, abis makan, abis kegiatan KKN, abis ini abis itu, tarik selimut dan tidur. Pokoknya 90% aktifitasnya dihabiskan di dalam selimut, wkwk. Sering jadi korban bully kalau di kamar. Hobinya tiap malam main kartu sama anak cowok di luar, ceritanya udah yang paling jago. Tapi pas diajak main kartu sama saya dan teman-teman satu kamar, dia yang sering kalah. Ciyeee. Dia ini baik ko, pernah suatu ketika saya bangunin tengah malam karena mau keluar, dia langsung bangun aja dan nemenin saya. ({}) Baik sekali putri tidur kita ini.

Ketujuh, Khairunnisa. Nisa anak fisika juga. Anaknya suka masak dan punya banyak fansnya, bisa tuh bikin fans club. Nisa kerjanya di salon, makanya pintar dandan, lain kayak saya yang kucel. Wkwk. Hal lucu dari insan ini adalah, ketika ada pemberitahuan untuk rapat, dia siap-siap setengah mati, ganti baju dan mau dandan. Eh pas dia-nya nanya, "kita rapat dimana sih?", saya jawabnya santai sambil nahan ketawa, "tuh di aula aja" (aula jaraknya cuma 10 m dari kamar kami), dia langsung malu. Ya iyalah, memangnya mau rapat di Nyaru Menteng. Sekian. Hehe. Peace, Sa.
Jemmy

Kedelapan Jemmy. Jemmy ini sekelas juga sama saya di kimia. Jemmy baik, suka makan, suka nyantai, suka one piece, suka susah kalau disuruh, suka selfie, suka ngikutin anak cewek kemana-mana. Haha, Jemmy ini alhamdulillah satu dari dua anak cowok yang tidak merokok di posko, yang lainnya? jangan ditanya lah. Jemmy ini pacarnya ada dua, laptop dan motor besarnya.

Dendi
Kesembilan, Dendi. Dendi ini anak hukum yang banyak tau. Hobinya, suka cerita panjang lebar, suka melarang saya mandi, suka aja disuruh-suruh, suka main bola sama anak STAIN, suka jalan, suka membully saya, suka selfie. Alhamdulillah Dendi ini satu-satunya anak cowok yang shalatnya tidak pernah ketinggalan. Sering jadi imam kalau di posko. Dendi, Jemmy, Revi, Uyet, dan saya sering menghabiskan waktu sama-sama selama KKN. Karena kami sering mengambil kegiatan KKN yang sama. Lantaran dia ini muslim, anak baik, dan suka tidur di luar, saya sering merasa aman kalau mau mandi pas subuh. Kesan pertama, Dendi tidak merokok. 

Kesepuluh Deni. Deni ini juga anak hukum. Satu geng sama Jacky dari kelompok saya. Anaknya? Baik, semua anak kan baik ya, hehe. Ah sudahlah.

Obby
Kesebelas Robby. Kesan pertama, kayaknya anak ini hobi membully cewek yang pakai kerudung. Dan yap terbukti, memang suka membully anak yang pakai kerudung, termasuk saya yang lucu dan tak berdosa ini. Robby atau memaksa minta dipanggil Obby adalah makhluk dari fakultas hukum. Keliatan ko dari tampang dan gayanya. Hal pertama yang dilakukannya saat awal KKN adalah membuat ketua mereka nangis. Obby itu hobinya makan, bangun kesiangan, tidur paling lama, mojok telponan sama pacarnya, ngangkatin jemuran anak-anak lain, dan serius, dia ini suka membully. Hal yang paling bete adalah maksa-maksa saya untuk ping BM dia, tapi ketika di-ping, si BM dibiarkan tetap D. Maunya apa coba. Tunggu aja nanti saya balas dendam :( Selama KKN, kayaknya hidup beliau serba salah. Dikit-dikit kena marah sama ketuanya. Yah, sabar lah ya. Dan walau sering bikin saya bete, kalau dilihat-lihat lagi dia ini baik ko.

Budhi

Terakhir, Budhi. Kesan pertama, ini anak pendiam abis. Jujur saya tidak pernah lihat dia ngomong selama awal KKN. Apalagi sama anak KKN yang cewek. Pernah teman cewek saya dicuekin ketika ngajak ngomong Budhi :D kasian. Untung dia tidak pernah cuek sama saya, kan saya anak yang baik hati. Ketika KKN, saya satu jadwal masak sama dia. Nah dari situ saya kenal Budhi. Budhi itu anaknya baik hati, pintar masak, tanggung jawab, suka menolong, suka disuruh-suruh, suka cuci piring, dan tidak pernah membully saya.

All right, mungkin ada satu lagi yang belum dideskripsikan, yaitu saya. Mukti Nirmala Sari. Mukti itu... aah sudahlah. Silakan deskripsikan sendiri, :D mungkin ada yang baik hati mau deskripsikan saya? :p haha

Sekian deh ya, sampai capek saya. Senang bisa kenal dan jadi bagian dari KKN ini :) Maaf untuk yang fotonya ngga ada :D
Semoga bermanfaat!

PS: Hei beberapa foto saya take down demi menjaga privasi temen-temen yang sudah menggunakan kerudung. Trims 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Himdeureo

Jalan ini sulit, Apakah akan terasa mudah jika melaluinya bersamamu? Aku sekarang tidak mahir membuat tulisan panjang lebar lagi, mungkin karena aku tidak punya objek dalam tulisan ini. Tak ku tujukan pada siapapun, tak ku sematkan untuk siapapun. Tulisan tulisan tak bertuan. Miliki saja bila kau ingin. *** Aku ada disini. Dalam ratusan tulisan yang bisa kau baca tiap hari. Kau bisa mampir jika ingin. Kau bisa membacanya jika rindu. Seolah aku sedang bercakap di depanmu. Kau bisa membawaku dalam semua kegiatanmu. Saat kau menunggu antrian, saat kau sedang bosan, saat kau akan tidur. Aku selalu ada. Tapi bagiku, kau tidak ada dimanapun. Kau tidak bisa ku temukan dalam apapun. Kau tidak akan pernah hadir walau ku cari bertahun tahun. *** Aku membencimu, sebanyak aku ingin melupakanmu.

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

Menelan Kekalahan

Kini aku tau, dampak yang harus ditanggung dari kalimat sederhana yang sering didengungkan, kalimat "yang penting ikut". Ternyata tidak sederhana kedengarannya. Berawal dari menggugurkan kewajiban, berakhir pada totalitas tanpa batas atas nama tanggung jawab dan idealisme. Aku diminta membimbing lomba. Aku sangat tidak tau apa apa, belum pernah ikut sama sekali. Dan kalau dipikir pikir, bukan bidangku juga. Tapi semua guru di muka bumi ini juga mengalami hal serupa. Sering lintas bidang yang dikuasai. Lulusan apa, tiba tiba mengajar apa. Ternyata hal seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Singkat cerita aku mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, bahkan uangku. Tapi tak apa. Aku akan melakukan yang terbaik. Begitu juga anakku, dia harus mendapatkan bimbingan yang terbaik dari aku. Dia juga bahkan harus mendapat dukungan moral (yang aku sendiri tertatih tatih memupuk diriku) setiap waktu. Aku mempelajari dengan seksama isi juknis, aku mempelajari semua material yang k...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

Ikhtiarnya Siti Hajar

Nasihat, ceramah, motivasi, dan semua perkataan perkataan dari pihak lain, baru bisa menembus diri kita saat kita memang sedang berada dalam posisi tersebut.  Misal, sedang bahagia, tapi mendengar ceramah tentang "kesedihan", ya lebih sering lewat begitu saja kan ceramahnya? Karena kita tidak sedang di posisi itu. *** Tadi pagi, dapat rekomendasi video Ustadz Adi Hidayat tentang konsep rejeki dari yutub.  Langsung nyes. Mengangguk angguk takjim. Sambil mau nangis. Hehe.  Ibunda Siti Hajar bersama anaknya, Nabi Ismail yang baru lahir, dibawa oleh Nabi Ibrahim ke sebuah lembah tandus. Kemudian ditinggalkan begitu saja. Siti Hajar bertanya pada suaminya, "apakah ini perintah Allah?", Nabi Ibrahim mengiyakan. Siti Hajar lalu menjawab, "kalau begitu, Allah tidak akan menyianyiakan hambaNya". Hingga peristiwa yang diabadikan dalam rangkaian ibadah Haji itu terjadi.  Nabi Ismail menangis, kehausan dan kelaparan. Sementara air susu ibunya sudah kering. Lalu Ibunda...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...