Langsung ke konten utama

Celotehan Aksi 411 dan 212

Assalamu'alaikum, my lovely Blogger :p

Bismillahirrahmanirrahim...

It's been a long day~
Semenjak resign dan pindah kerja, I was totaly busy dan akhirnya vakum blogging. Jangankan blogging, bahkan luluran juga udah jarang *eh* hehehe. And now, please allow me to write an article again sebagai pelepas kangen karena sudah lama menghilang.
Yeah. Keep blogging on! \m/

Selain gempa bumi di Aceh yang cukup membuat Indonesia berduka, ada satu kisah lagi yang ikut menyisakan luka. Perihal aksi damai 411 dan 212. Namun ada baiknya sebelum kalian membaca lebih jauh artikel ini, saya dengan sepenuh hati menyatakan bahwa isi artikel ini murni atas pemikiran saya sendiri, kalaupun ada kutipan, insya Allah kutipannya terpercaya. Kalau ada kesalahan, beda pendapat, atau ingin memberikan saran, silakan tulis di kolom komentar artikel ini (please yang sopan, because it shows your attitude). Semua kesalahan murni dari saya pribadi, jangan bawa-bawa suku, organisasi, paham, atau bahkan agama. Be wise, please. Okeh? Dan semua kebenaran datangnya hanya dari Allah SWT.



Latar belakang aksi damai 411 dan 212
Dua aksi damai beberapa waktu silam sampai saat ini masih ramai dibicarakan. Aksi dengan tema "bela Qur'an" ini memang saya akui sangat menyedot perhatian, tidak hanya di negara Indonesia, tapi juga di dunia. Saya rasa semua warga Indonesia yang hobi mantengin layar kaca dan smartphone pasti sudah tau betul latar belakang aksi yang mengerahkan jutaan ummat Indonesia ini. Semua berawal dari pidato bapak Ahok di kepulauan seribu, "jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, gak bisa pilih saya, ya — dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho. itu hak bapak ibu. ya. jadi kalo bapak ibu, perasaan, gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gak papa. karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. program ini jalan saja. ya jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak, dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok" (dikutip dari https://www.edunews.id/news/politik/ini-transkrip-lengkap-ucapan-ahok-di-kepulauan-seribu/), Dan kalimat tersebut sukses membuat ummat muslim mengadakan rangkaian aksi damai pada tanggal 4 November dan 2 desember silam.

Pada dasarnya aksi tersebut semata-mata bertujuan untuk menuntut pak Ahok ditahan atas kasus penistaan agama. Aksi 411 dan 212 merupakan wujud nyata kecintaan ummat terhadap Al Qur'an, bentuk pembelaan karena agamanya diganggu, dan bentuk penyuaraan karena aspirasinya seolah disepelekan oleh penguasa, Aksi ini juga lantaran pemerintah dinilai kurang tegas menindak pak Ahok, sehingga ummat Islam berbondong-bondong menggelar orasi di depan Istana Negara pada awal bulan November kemarin. Namun, aksi yang dihadiri kurang lebih dua juta jiwa ini ternyata tidak membuahkan hasil. Alih-alih membuahkan hasil, justru paska aksi damai, ummat Islam kembali dibuat gerah dengan tudingan bahwa peserta aksi damai 411 dibayar lima ratus ribu rupiah (https://www.islampos.com/diwawancara-media-asing-ahok-tuding-peserta-aksi-411-dibayar-500-ribu-318291/).

Sehingga pada bulan Desember tanggal 2 kemarin, diadakan aksi lanjutan, yakni aksi 'super' damai yang dihadiri kurang lebih empat juta jiwa. Dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Masih dengan tema yang sama, yakni menuntut Ahok ditahan atas tudingan penistaan agama. Aksi ini berpusat di monas dengan menggelar ibadah bersama.

Mungkin kita akan berpikir, untuk apa sih menggelar aksi-aksi semacam ini? Buang-buang uang, waktu, tenaga, dsb. Namun pemikiran semacam itu tidak terbesit di hati peserta aksi 411 dan 212. Daripada memikirkan untung-rugi, daripada menyoalkan materi, mereka lebih rela hadir bersama-sama menyuarakan kekecewaan pada penguasa negri ini. Mereka rela meninggalkan semua rutinitas mereka demi bisa membela Al Qur'an. Ini murni masalah akidah. Ini agama kita Kawan. Tidakkah hati kita terluka melihat agama kita dinoda? Tidak ada yang sia-sia selama semua lillah, semua karena Allah Ta'ala. :) Dan saya pribadi, sangat-sangat terharu.


Pro kontra aksi 411 212
Ada satu kisah yang bisa kita ambil manfaatnya, yaitu kisah semut dan cicak. Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup-hidup ke kobaran api yang disiapkan oleh Namrud, ada dua ekor binatang yang turut berpihak dan berkontribusi baik terhadap Nabi Ibrahim as maupun kepada Namrud. Kedua binatang tersebut adalah SEMUT dan CICAK. Singkat cerita, semut tersebut berlari-lari dengan susah payah berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as dengan membawa butiran air di ujung mulutnya. Perilaku semut tersebut membuat semua binatang heran dan bertanya-tanya, sehingga seekor burung bertanya.
Burung : "Wahai semut, kamu mau apa di sekitar kobaran api itu?"
Semut : "Aku mau memadamkan api agar Nabi Ibrahim as tidak terbakar!"
Burung : "Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu."
Semut : "Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, tapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana."
Dari peristiwa itu, sang semut mengajarkan hikmah kepada manusia setidaknya ada 3 hal, yaitu:
  • Berani menunjukkan identitas diri dalam sebuah perjuangan, tidak bersikap munafik di mana perkataan tidak sesuai perbuatan; 
  • Komitmen membela yang benar, bukan membela yang bayar di mana kebenaran disembunyikan dan kejujuran tak dihargai; dan 
  • Berani berkorban demi tegaknya kebenaran, sebaliknya ketidakbenaran yang terjadi harus segera dikritik karena pembiaran terhadap ketidakbenaran tersebut lama-kelamaan seakan menjadi sebuah kebenaran. 
Di sisi lain, cicak ikut meniup api yang dibuat oleh Namrud agar semakin membesar. Memang tiupan cicak tidak akan bisa membesarkan kobaran api itu, tapi dengan apa yang dilakukan cicak itu, semua akan tahu bahwa cicak ada di pihak yang mana. Wallahu'alam bisshawab.
Dua aksi besar yang tak sekedar "demo" ini pastilah memicu pro kontra. Ada yang mendukung, ada yang menghujat, dan ada yang sebodo teuing. Nah, kalian ada di pihak mana? (tanyakan pada hati kalian). Saya ada di pihak...ah kalian pasti sudah bisa menebak, kan? Tapi saran saya, di pihak manapun kita, mari saling menghargai. Entah kalian setuju, tidak setuju, atau tidak peduli terhadap dua aksi itu, semoga hal tersebut tidak memecah belah kita, semoga kita tetap menjalin ukhuwah yang baik. Semoga lisan kita tetap terjaga dan tidak saling mencela satu sama lain. Biar bagaimana pun, kita ini satu akidah, satu kiblat, satu ummat. Katakanlah tidak satu akidah, paling tidak kita ini saudara satu negara. Right?

Pemboikotan Produk Roti
Mari kita lupakan sejenak aksi heroik pada bulan November dan Desember kemarin, dan fokus pada isu yang lebih fresh, fresh from oven. Kekekekee.

Masalah pemboikotan salah satu produk roti ternama di Indonesia.

Pada aksi super damai 212 ini ternyata menyimpan banyak sekali cerita menarik, mulai dari hujan rintik-rintik yang mengiringi peserta ketika sholat jumat, hadirnya selebritis di tengah aksi, kegiatan bersih-bersih, foto candid polisi ganteng yang sedang membawa dus akua, sampai berbagi roti gratis dengan merek S*ri Roti untuk para peserta aksi. Dari sekian banyak cerita di aksi kali ini, ternyata bapak polisi ganteng cerita bagi-bagi S*ri Roti menyedot lebih banyak perhatian, Decak kagum dari berbagai pihak yang terharu atas kemurahan hati abang penjual S*ri Roti cukup menjadi buah bibir, sebut saja Aa Gym. Aa Gym mengunggah foto abang penjual S*ri Roti lengkap dengan kisah mengharukannya, foto itu diunggah di akun Instagram pribadi beliau. Foto ini telah mendapat like 47.991 dan kabarnya segera meluas ke seluruh penjuru negri. Foto itu tidak hanya diunggah oleh Aa Gym, tapi hampir beberapa akun lain yang ikut terenyuh atas kegiatan amal ini. Kegiatan berbagi roti gratis ini akhirnya menuai banyak sekali pujian.

Namun, tak lama berselang muncul komentar miring akan produk roti tersebut, pujian dari masyarakat kini berubah jadi celaan. Dirasa celaan tidak cukup, justru kini produk roti tersebut diboikot. Tagar #boikots*riroti menjadi trending topic di Twitter. Selain boikot, ada juga aksi menginjak roti, dan juga menjudge roti ini haram, Waw. Keren kan? Oke, Kalem dulu. Mari kita baca pelan-pelan sambil menyeruput es kopi dan nyelupin S*ri Roti :p

Jadi, setelah banyak yang memuji acara bagi-bagi roti gratis. Pihak produsen S*ri Roti mengeluarkan pernyataan berikut:

1. PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk. selaku produsen produk S*ri Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016.
2. PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.
3. Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk. tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk S*ri Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:
1. Produk S*ri Roti tersebut adalah produk yang dibeli oleh salah seorang Konsumen melalui salah satu Agen yang berlokasi di Jakarta.
2. Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk.
3. Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indos*ri Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik.
Pernyataan ini kemudian mendapat respon yang bermacam-macam. Maklum lah ya, yang baca kan punya pemikiran masing-masing. Beberapa take it easy, beberapa uneasy :D. Mungkin yang baca pada kurang piknik. Banyak yang beranggapan bahwa produsen roti tersebut dibawah kendali penguasa, banyak juga yang menyatakan produsen roti tersebut mendukung pak Ahok dan tidak memihak aksi damai 212. Wallahualam.

Padahal kalau ditelisik lebih dalam, mungkin maknanya tidak seperti itu. Menurut saya (once again, menurut saya) tidak ada yang salah dengan pernyataan produsen produk roti itu. Mereka hanya berusaha tidak ikut terlibat, tidak ikut campur, dan tetap berada di pihak "netral". Ada yang salah? saya rasa sah-sah saja. Wajar. It's okay. Jadi, tolong jangan memperkeruh suasana :) suasana ini sudah sangat-sangat keruh.

Kalau diboikot, ya kasian abang penjualnya. Ada juga yang menginjak rotinya, ini udah pada kaya raya apa ya, makanan diinjak-injak? Bahkan yang bilang roti ini haram, lebih lucu lagi saya rasa. Allah sudah menjelaskan masalah halal dan haram, Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al Maidah: 3). Jadi karena "roti" tidak ada di daftar tersebut, roti tidaklah haram. Kecuali, rotinya terbuat dari salah satu jenis daging seperti tersebut di atas, atau rotinya diambil dari mencuri, nah baru haram. Jadi, sebagai ummat yang bahkan soal bangun tidur saja ada aturannya, be clever please. Tunjukkan kalau kita ini ummat yang berpendidikan, ummat yang keren, woles, adem ayem. Okeh?

Jangan mudah tersulut emosi, terprovokasi, saling menjatuhkan, menghujat, atau saling menikam dari belakang. Ilmu aja masih belum seberapa, daripada menebar kebencian, lebih baik banyakin belajar. Jangan ketinggian ngomongin agama, kalau sholat lima waktu saja masih keteteran. Kalau mau menyuarakan masalah agama, ayo kita sama-sama perbaiki sholat dulu. Insya Allah kalau sholatnya bener, hatinya juga bener, pikirannya, lisannya, sikapnya dan semuanya jadi lebih bener, dan lebih adem. Nah kalau sholatnya udah bener, silakan diskusi masalah agama ({})



Yap. Saya rasa cukup sampai disini artikel temu kangennya.
Maaf untuk semua tulisan yang mungkin kurang berkenan, tbh ini dibaca berkali-kali sebelum dipublish. Jadi kalau masih ada saja yang kurang baik, kurang sreg, bantu saya untuk memperbaiki.

Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi semua hal mengenai aksi keren 411 dan 212. Senang, kagum, terharu, sedih, campur jadi satu. Semoga aksi ini mendatangkan banyak kebaikan. Semoga bermanfaat untuk semua ummat, tanpa terkecuali. Aksi ini hanya bentuk pembelaan karena agamanya dilukai, bukan karena kepentingan politik, atau apapun itu.

Karena rusaknya dunia ini bukan disebabkan banyaknya orang jahat, tapi disebabkan diamnya orang baik. Singa mana yang tidak marah ketika diganggu? Mungkin begitulah analoginya.

Dan saya harap, semua masyarakat Indonesia (terutama yang muslim) lebih bijak menanggapi semua pemberitaan yang berseliweran di media massa. Tidak semua bisa dipercaya, tidak semuanya memberitakan kebenaran, tidak semua yang kita lihat  dan dengar itu kenyataan, itulah kenapa Allah memberi kita akal pikiran, gunanya untuk menyaring-menyaring-dan-menyaring.



Saya masih jaauuuh dari sempurna. Artikel ini sekedar untuk menyalurkan unek-unek di kepala. Please, correct me if I am wrong, ya.




Sekian, semoga bermanfaat, dan salam damai~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Himdeureo

Jalan ini sulit, Apakah akan terasa mudah jika melaluinya bersamamu? Aku sekarang tidak mahir membuat tulisan panjang lebar lagi, mungkin karena aku tidak punya objek dalam tulisan ini. Tak ku tujukan pada siapapun, tak ku sematkan untuk siapapun. Tulisan tulisan tak bertuan. Miliki saja bila kau ingin. *** Aku ada disini. Dalam ratusan tulisan yang bisa kau baca tiap hari. Kau bisa mampir jika ingin. Kau bisa membacanya jika rindu. Seolah aku sedang bercakap di depanmu. Kau bisa membawaku dalam semua kegiatanmu. Saat kau menunggu antrian, saat kau sedang bosan, saat kau akan tidur. Aku selalu ada. Tapi bagiku, kau tidak ada dimanapun. Kau tidak bisa ku temukan dalam apapun. Kau tidak akan pernah hadir walau ku cari bertahun tahun. *** Aku membencimu, sebanyak aku ingin melupakanmu.

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

Menelan Kekalahan

Kini aku tau, dampak yang harus ditanggung dari kalimat sederhana yang sering didengungkan, kalimat "yang penting ikut". Ternyata tidak sederhana kedengarannya. Berawal dari menggugurkan kewajiban, berakhir pada totalitas tanpa batas atas nama tanggung jawab dan idealisme. Aku diminta membimbing lomba. Aku sangat tidak tau apa apa, belum pernah ikut sama sekali. Dan kalau dipikir pikir, bukan bidangku juga. Tapi semua guru di muka bumi ini juga mengalami hal serupa. Sering lintas bidang yang dikuasai. Lulusan apa, tiba tiba mengajar apa. Ternyata hal seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Singkat cerita aku mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, bahkan uangku. Tapi tak apa. Aku akan melakukan yang terbaik. Begitu juga anakku, dia harus mendapatkan bimbingan yang terbaik dari aku. Dia juga bahkan harus mendapat dukungan moral (yang aku sendiri tertatih tatih memupuk diriku) setiap waktu. Aku mempelajari dengan seksama isi juknis, aku mempelajari semua material yang k...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

Ikhtiarnya Siti Hajar

Nasihat, ceramah, motivasi, dan semua perkataan perkataan dari pihak lain, baru bisa menembus diri kita saat kita memang sedang berada dalam posisi tersebut.  Misal, sedang bahagia, tapi mendengar ceramah tentang "kesedihan", ya lebih sering lewat begitu saja kan ceramahnya? Karena kita tidak sedang di posisi itu. *** Tadi pagi, dapat rekomendasi video Ustadz Adi Hidayat tentang konsep rejeki dari yutub.  Langsung nyes. Mengangguk angguk takjim. Sambil mau nangis. Hehe.  Ibunda Siti Hajar bersama anaknya, Nabi Ismail yang baru lahir, dibawa oleh Nabi Ibrahim ke sebuah lembah tandus. Kemudian ditinggalkan begitu saja. Siti Hajar bertanya pada suaminya, "apakah ini perintah Allah?", Nabi Ibrahim mengiyakan. Siti Hajar lalu menjawab, "kalau begitu, Allah tidak akan menyianyiakan hambaNya". Hingga peristiwa yang diabadikan dalam rangkaian ibadah Haji itu terjadi.  Nabi Ismail menangis, kehausan dan kelaparan. Sementara air susu ibunya sudah kering. Lalu Ibunda...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...