Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
Postingan terbaru

PelecehanšŸ„€

Dear perempuan. Usia berapapun kamu, kamu pasti setidaknya pernah mengalami pelecehan satu atau dua kali dalam hidupmu. Aku tau bagaimana menakutkannya pengalaman itu. Entah itu verbal atau fisik. Keduanya sama sama menyisakan luka mendalam. Aku tau mereka yang melakukan itu tidak lain adalah binatang, tapi rasanya binatang pun tidak jua sampai hati melakukan itu. Perempuan seolah harus belajar bela diri, demi membela dirinya sendiri, sebab di luar sana, banyak kejahatan siap menerkam. Harus memakai baju yang sopan, jangan keluar malam, jangan sendirian, perempuan diminta sedemikian rupa menjaga diri dan kehormatannya. Bahkan pulang lewat jalan yang ramai laki laki bergerombol pun, hati tidak karuan. Takut. Lebih takut daripada dihadang anjing liar. Hatiku rasanya pedih membaca kian banyak pelecehan dimana mana. Tak ada lagi ruang aman bagi perempuan, bahkan dalam ruang obrolan dunia maya sekalipun. Aku kadang bingung dan tak habis pikir, dengan semua pelecehan yang terlontar, justru a...

Ruang dan Waktu

Alangkah baiknya jika semua orang bisa belajar maklum, ketimbang merasa paling benar. Aku tidak butuh ajakan itu, kalimat motivasi, nasihat atau ancaman. Aku hanya butuh dua hal, ruang dan waktu. Ruang dan waktu untuk bebas berpendapat. Ruang dan waktu untuk jujur. Ruang dan waktu untuk mengambil jeda dan istirahat. Adakalanya kita menjalani sesuatu karena memang sudah rutinitas. Tapi banyak dari rutinitas itu tak lagi dijalani dengan makna. Mengambil jeda tentu diperlukan, agar kita belajar banyak hal. Mungkin belajar kehilangan, mungkin belajar menjalani hal lain, mungkin pula belajar untuk lebih jujur tidak hanya pada diri sendiri. Kata orang, semua masa ada orangnya, semua orang ada masanya. Sesederhana bahwa kita tak lagi sejalan, ku rasa cukup. Sesederhana bahwa dalam hidup kita pasti bertemu orang orang yang datang dan pergi, dan memang fitrahnya begitu. Tak ada yang istimewa. Aku kecewa dengan semua penghakiman itu, seolah apa yang ku lakukan merupakan dosa tak termaafkan. Pada...

Independent?

Aku bangga bisa mandiri, kuat, dan menguasai semua elemen di tempat kerja, atau dimanapun aku berada. Ternyata bukan karena aku se-independen itu, tapi karena aku nggak punya siapa siapa yang bisa aku andalkan. Aku harus bisa survive sendiri. Sebab pada akhirnya, hanya ada diriku yang aku punya. Dan saking strongnya itu, aku selalu takut bergantung dan mengandalkan orang lain, aku takut aku jadi diriku yang lemah dan gak bisa apa apa sendiri. Tiap ada yang mau bantu, aku menolak, aku bilang aku gapapa, padahal aku sangat perlu uluran tangan itu. Bahkan dalam percintaan pun, aku gak berani jatuh terlalu jauh, aku takut jujur, karena selama ini orang orang yang hadir cuman karena penasaran. Setelah rasa penasarannya dipuaskan, mereka pergi tanpa pamit. Mereka pergi dengan dingin. Padahal aku sangat kehilangan. Bukan aku gak suka, bukan aku gak tertarik, tapi aku benci rasa kehilangan.  Aku pernah beberapa kali kehilangan, kini aku sangat berhati hati. Lagi lagi, karena akhirnya, aku ...

Random Story

Kapan hari teman yang selalu ngajak gelut dan gak ramah nanyain masalah rekeningku yang babak belur itu. Terus dia kayak khawatir (?) Padahal seumur hidup dia selalu bickering, tiap diajak ngobrol baik baik, selalu ngeselin.  Kemarin dia bilang gini, "kenapa kamu gak cerita sama aku?" Wau. Pertanyaan yang undpredictable abad ini. Ya aku cuman mau cerita aja, soalnya aneh. Di antara banyak manusia yang harus tau ceritaku, bahkan dia ini gak masuk di daftar itu. Dan musibah ini sangat aku rahasiakan banget, soalnya menunjukkan kebodohan aku, dan aku merasa gagal karena ketipu. Huh. Nah manusia itu tadi, menjadi salah satu orang yang sangat gak boleh tau, sebab dia pasti ngejek aku. Tapi anehnya, malah dia tau, dan responnya tumben agak ramah. Walau dia bilang, "harusnya waktu itu kamu cerita sama aku", aku bahkan gak perlu mempertimbangkan tawaran itu. Tapi mengetahui banyak teman teman yang peduli, rasanya tetap heartwarming aja.

Day 1 Kerja

"Bisakah aku menikah?" "Bisakah aku menjadi ibu?" Pertanyaan ini terlontar di saat saat terburuk, membuat segalanya kian buruk.  Kadang aku sedih juga memikirkan jawabannya, tapi ya begitulah. "Aku ingin menikah" "Aku ingin menjadi ibu" Inginku sederhana, tapi mungkin belum saatnya.  *** Day 1 kerja, keadaanku kurang baik. Aku lupa sarapan, aku pusing dan maagku kambuh.  Pikiranku mulai melantur, aku perlu istirahat.  Lagi lagi lebaran ini aku mendengar kabarmu, yang tak lagi ku cari.  Dan ternyata betul juga, riak rindunya sudah hilang. Hidup memang begitu. Kita perlu terus berjalan walau sulit, hidup memang sebuah pergiliran, ada masanya semua terasa mudah dan ada masanya sulit. 

Mendengarkan

Berbicara itu sulit, tapi mendengarkan pun tidak mudah. Seni mendengarkan itu bukan dalam satu malam bisa dipelajari. Seni mendengarkan itu perlu milyaran menit, dan ribuan peristiwa, perlu kebesaran hati juga untuk tetap tenang dan tidak tersulut, perlu kebijaksanaan juga untuk membiarkan orang yang berbicara memilih mengijinkan kita menanggapi atau tetap diam saja. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa dipelajari, kan? Aku harap, kedalaman ilmu yang selama ini kita gali, bisa beriringan dengan kebijaksanaan yang kita bangun. Kita belajar menghargai keputusan, belajar tidak menghakimi pun menyudutkan, belajar untuk menurunkan ego kita. Sebab poin dari mendengarkan adalah untuk memahami, bukan untuk memberikan jawaban (yang kadang tak ia perlukan).