Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
Postingan terbaru

Prinsipku yang Patah Hari Ini

Hari ini aku nonton di bioskop. Terakhir kali aku nonton rasanya 6 tahun yang lalu, dengan sebuah perasaan yang sama, aku tidak terlalu suka nonton di bioskop. Entahlah. Aku juga tidak tau pasti alasan aku tidak suka. Mungkin karena pricey  untuk sekadar nonton (yang bisa ku lakukan di rumah). Mungkin juga karena suasana bioskop yang seperti memasuki dimensi lain. Tempat yang gelap, besar, dan aneh. Mungkin juga karena teman temanku selalu menawarkan pilihan film yang tidak ku suka. Mungkin juga karena pilihan waktunya yang selalu berbenturan dengan waktu shalat. Dan banyak hal hal yang selalu hadir sebagai alasan, padahal memang aku hanya tidak terlalu suka. Tapi hari ini semua terasa pas? Aku sedang punya uang lebih. Aku tiba tiba ingin merasakan ambience bioskop itu lagi. Satu temanku yang tidak biasa, mengajakku. Tawaran film yang temanya cukup ramah untukku. Aku sedang tidak shalat. Ya terlepas dari itu semua, aku hanya sedang ingin saja. Memasuki ruang bioskop yang besar, lua...

Awan, Bulan, atau Langit

"Aku suka awan" Kataku, Tapi ini bukanlah kalimat basa basi biasa. Aku memang suka awan. Gumpalan putih megah dan jumawa di langit. "Aku juga suka bulan" Tambahku, Kamu serta merta menyukainya juga, yang membuat bertambah rasa sukaku, pada bulan, juga padamu tentunya. Banyak orang mengira kita hanya sedang berbasa basi, padahal kita sedang mengutarakan kesukaan kita pada sesuatu. Awan, bulan, atau langit. Seandainya kita juga bisa selalu melihat aurora, aku pasti akan mengatakan itu kesukaanku juga. Seandainya hujan meteor begitu jelas terhampar di langit kita, tanpa harus bersusah payah mengecek tiap saat di langit malam, aku juga pasti ingin melihatnya bersamamu. Awan, bulan, atau langit, seperti bahasa indah yang tidak akan bisa dimengerti selain kita. Seperti untaian doa doa yang kita rajut tiap malam, begitulah kita mengartikan bagaimana takjubnya kita memandangi awan.

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

Menelan Kekalahan

Kini aku tau, dampak yang harus ditanggung dari kalimat sederhana yang sering didengungkan, kalimat "yang penting ikut". Ternyata tidak sederhana kedengarannya. Berawal dari menggugurkan kewajiban, berakhir pada totalitas tanpa batas atas nama tanggung jawab dan idealisme. Aku diminta membimbing lomba. Aku sangat tidak tau apa apa, belum pernah ikut sama sekali. Dan kalau dipikir pikir, bukan bidangku juga. Tapi semua guru di muka bumi ini juga mengalami hal serupa. Sering lintas bidang yang dikuasai. Lulusan apa, tiba tiba mengajar apa. Ternyata hal seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Singkat cerita aku mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, bahkan uangku. Tapi tak apa. Aku akan melakukan yang terbaik. Begitu juga anakku, dia harus mendapatkan bimbingan yang terbaik dari aku. Dia juga bahkan harus mendapat dukungan moral (yang aku sendiri tertatih tatih memupuk diriku) setiap waktu. Aku mempelajari dengan seksama isi juknis, aku mempelajari semua material yang k...

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

Mari Menjadi Asing

Mengintip storymu diam diam. Memastikan kamu melihat storyku atau tidak. Mengecek kamu online atau tidak. Melihat profilmu ganti atau belum. Maaf kalau aku sangat mengganggu. Aku kadang membenci diriku sendiri. Maka daripada aku kehilangan diriku, aku memilih kehilanganmu. Aku bahkan mengganti nomor wa ku, mengganti HP ku. Sekurang kerjaan itu. Tapi ternyata aku masih menyimpan nomormu dengan sengaja. Aku mengecekmu sesekali. Hingga aku sempat bingung karena foto profilmu menghilang dari nomor baruku, ku pikir kamu menghapus fotomu. Tapi di nomor lain, masih ada foto itu. Apakah kamu memblokirku? Di nomor baru itu? Apakah kamu punya nomor baruku? Tapi sudahlah. Sudah aku mengejarmu. Mari asing di jalan masing masing. Selamat menikmati ketiadaanku. Aku harus bertemu penggantimu, yang tentu harus lebih baik, dan menyukaiku sebesar aku mencintai diriku sendiri. Karena aku berharga🫶🏼