Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mental Illness

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Tuhanku, Maaf Aku di Ujung Lelahku

Ya, Tuhanku telah berbicara kepadaku dengan firmanNya. Berulang kali. Ternyata aku yang masih tak pandai memahaminya. Tapi kata orang, tak apa, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Sebab memahami kalamullah pun kita tak punya kuasa, maka mintalah petunjuk padaNya. Mengerti atau tidak, memahami atau tidak, semua atas ijinNya. Tuhanku, rahmatilah aku dengan Al Quran. Agar kiranya aku bisa mengerti maksud perkataanMu. Tuhanku, aku sungguh beriman padaMu dan RasulMu. Berilah pertolongan padaku. Hari ini aku tersungkur lagi dan lagi. Aku sudah ada di ujung napasku. Aku sungguh tak punya daya dan upaya tanpaMu. Maka tolonglah aku. Kasihanilah aku. Kau yang mengatakan bahwa Engkau dekat, Kau pula yang mengatakan bahwa Kau tak pernah meninggalkan umatMu. Kau mengabulkan doa orang yang bermunajat padaMu. Kau pula yang memberi jaminan bahwa bersama kesulitan ini, kau sertai pula dengan kemudahan. Dan bahwasanya pertolonganMu amat dekat. Tuhanku, aku berterimakasih karena Engkau telah berbic...

Tuhanku, Bicaralah Kepadaku

Aku terjatuh lagi. Aku menyepi, duduk menjauh, malu. Aku masih berdiri dan bersujud menyembahMu, tapi ku dapati diriku tersungkur karena pikiranku sendiri. Aku tetap berusaha melakukan kebaikan seperti yang Engkau pinta, tapi aku juga berkubang dalam maksiat dan dosa. Aku sungguh bukan orang yang munafik, wahai Tuhanku, aku hanya pendosa yang tak tau diri. Semua pertolongan dan nikmatMu, ku syukuri. Tapi aku kerap terlena dan tergelincir dalam kealpaanku. Tuhanku, Aku kini terjebak dalam pekatnya malam. Hujan itu hadir lagi, tidak lebih deras dari sebelumnya. Tapi tetap menakutkan. Tuhanku, Badai itu menyapa lagi. Ah badai yang ku khawatirkan itu muncul lagi tanpa permisi. Aku bahkan sudah berada di pusarannya tanpa ku sadari. Sulit sekali mencari jalan keluar, aku tersesat. Tangis itu, aku yakin Engkau melihatnya. Ketakutan dan kecemasanku, Engkau pasti iba menyaksikannya. Rintihanku, tidakkah Engkau ingin cepat-cepat menenangkanku? Sungguh aku ingin terbebas dari perasaan ini. Aku in...

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

My Hardest Part (3)

Bismilahirrahmanirrahim Ditulis selepas shalat maghrib. Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 dan part 2 *** Berbagai metode dan pendekatan sejatinya sudah pernah ku jajal. Mulai dari ruqyah syyariah bersama ustadz, dibacakan doa oleh ibuku sendiri, dibuatkan air doa dari air wudhu oleh ibuku sendiri, diberi tips dzikir oleh suami sepupuku, dibawakan air zam-zam dari temanku, dibawa ke psikiater, diskusi dengan psikolog, bahkan juga mencoba hipnoterapi. Tapi khusus hipnoterapi aku pribadi sangat tidak menyarankan. Karena menurut ust Zaidul Akbar pun beliau tidak membolehkan. Padaku juga dampaknya langsung terasa, kambuh maag-ku sepulang dari sana, dan keadaanku semakin memburuk. Awalnya aku masih bisa makan minum dan kerja, setelah sesi hipnoterapi justru aku muntah-muntah, diare, sekujur tubuhku dingin dan ngilu. Banyak sekali naik turun terjalnya perjalananku. Sulit untuk ku ungkap secara detail, saking ruwet dan kompleksnya. Aku masih terus menemui psikiater hingga awal bulan maret....

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Doa hari ke6

Doaku... Hidupku normal, tenang... Ada Allah, aku akan kuat dan hebat... Aku sembuh, aku bisa menjadi bermanfaat... Aku pemberani, ceria, bersemangat... Aku dan semua orang di sekelilingku akan selalu menjadi orang baik, berbuat kebaikan, dan Allah ridho atas kebaikan yang kami lakukan... Aku bisa segera umroh bersama keluarga besar dan teman temanku...umroh yang lancar dan diterima Allah. Aamiin

Summer Dream

Seperti mimpi di musim panas. Mendengarkan lagu melalui earphone. Semilir angin. Terkadang hujan turun sebagai kejutan tak terduga. Kasur yang nyaman. Selimut lembut. Bukankah semua itu terasa menyenangkan bila hatimu lapang dan tenang? :) Semangkuk mi instan pedas. Teh susu yang dingin. Dan tayangan Jinny's kitchen diputar. Rasanya Tuhan begitu Maha Baik dengan semua kenikmatan sederhana ini. Yang nyatanya kenikmatan ini terasa luar biasa bagi seseorang -yang beberapa waktu sebelumnya- kehilangan minat melakukan apa apa.

NKTCTHI (1)

Aku selalu berpikir...suatu saat akan ada hari aku menertawakan kejadian yang ku alami ini. Entah hari itu kapan, tapi aku menunggu dengan gusar. *** Akhir tahun yang semestinya penuh resolusi, ku hiasi dengan kekalutan pikiran yang membuatku semakin terperosok ke dalam. Bahkan sekadar menulis blog (sesuatu yang ku sukai) tidak terasa menyenangkan sama sekali. Tidak ada energi. Kelelahan. Apakah sungguh kelelahan atau memang takdirnya begitu, aku tidak pernah menemukan jawabnya. Yang pasti aku menemukan diriku sudah tenggelam. Perjalanan hidup yang aneh tapi nyata. Perjalanan hidup yang tidak ingin ku ulang barang sedetik. Perjalanan hidup yang penuh air mata putus asa. Perjalanan hidup yang terlalu menyakitkan, yang tidak akan pernah bisa dituliskan kembali. *** Dan hari ini, aku bisa membuka blogku lagi untuk sekadar menunjukkan bahwa aku masih 'ada'. Tidak akan pernah sungguhan ku tuliskan perjalanan itu, karena memang sebaiknya tidak perlu ditulis. Tidak perlu ada yang tau....