Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dark Notes

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Cacat

Aku menangis, Kegiatanku tiap malam adalah, menangisi konten yang lalu lalang di IGku. Dari sekian banyak konten yang ku tangisi, satu di antaranya adalah konten dari Leyla. *** Hari ini ku lihat ibuku tertawa lepas, seperti ibuku biasanya. Namun aku tak lagi tertawa bersamanya, aku hanya tersenyum. Hatiku kecut menyaksikan pemandangan ini. Karena hatiku takut, bahwa dalam hitungan detik, menit, atau hari di depan sana, ibuku akan menekuk wajahnya dan tak mau bertegur sapa denganku lagi, seperti yang biasa ia lakukan . Aku rindu ibuku, aku rindu kelakarnya. Di saat yang bersamaan, aku sangat terluka dengan apa yang terjadi selama ini. *** Aku telah berkorban banyak hal, ibuku juga melakukan hal yang jauh lebih besar daripada pengorbananku. Tak akan pernah sebanding. Tak akan bisa aku membayar semua pengorbanan itu. Tapi, hati dan perasaanku valid adanya. Saat aku terluka, maka aku memang berduka. Tak akan pernah bisa serta merta ku hapuskan rasa luka itu dengan perasaan syukur. "S...

Dear Diary Friday

Bismillah... Jumat kelabu. Hari ini aku menahan tangis, tapi tetap bekerja ke kantor dengan sangat tepat waktu, tidak, maksudku di awal waktu . Sudah beberapa hari aku berkorban untuk sesuatu (yang tidak bisa ku jelaskan). Aku tidak apa, tapi jujur lelah juga. Tidak masalah kan merasa lelah? Tapi lelahnya seperti domino. Mestinya aku bisa meluangkan waktu untuk diriku sendiri, seperti sarapan, workout, tapi ku relakan demi melakukan sesuatu tadi. Sayangnya, begitulah kemudian pengorbanan ini diuji. Aku tidak diapresiasi dengan baik, seringkali aku justru disalahkan. Dan aku selalu di momen ini teringat pada kajian Ustadz Hanan, yang menceritakan tentang sumpah Abu Bakar yang disanggah Allah dalam Al Quran.  " Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapa...

Jumat Sore Biru

Kadang bukan kita tidak bersyukur, hanya hidup terlalu menyakitkan untuk selalu dijalani dengan ceria . Banyak lembaran hidup yang memang perlu disabari. Kita bukannya ingin mengeluh, tapi selalu berpikiran positif di tiap ujian hidup kurasa adalah hal yang mustahil. *** Nabi juga pernah menangis, pernah berduka, bahkan tahun Nabi berduka itu di- notice. Nabi juga manusia yang bisa merasakan emosi sedih. 'Ām al-Ḥuzn/'Aamul Huzni, juga disebut Tahun Kesedihan adalah sebuah tahun dalam penanggalan kamariyah saat meninggalnya istri Nabi Muhammad, Sayidah Khadijah serta pamannya Abu Thalib yang juga berperan sebagai pengasuh dan pelindungnya. Paman Nabi meninggal dalam keadaan musyrik, inilah yang membuat Nabi juga sangat terpukul. Fase menyakitkan juga hadir dalam hidup Nabi, yang sekaligus menjadi pengingat bahwa memang begitulah sunatullah kehidupan. Kadang kita bahagia, kadang kita berduka. *** Di jumat sore hari ini yang mestinya aku banyak berdoa, aku justru menangis sedih, s...

Butterfly Era

Liat di IG tentang tulisan butterfly era di usia yang ketiga puluh membawaku dalam sekejap berada di tahun 2019 awal. Ternyata sudah lima tahun yang lalu. Butterfly era. Been there. Era dimana aku jatuh suka dengan seseorang, yang dengan kehadirannya, semua hal sederhana terasa begitu manis. Membuatku semangat menjalani hari. Membuatku senyum keGRan walau hanya membaca balasan WA. Melihat story IG atau story WA-nya.  Ah. Butterfly era. Saat aku mendadak salah tingkah. Saat rasanya usiaku kala itu (yang sebenarnya adalah 26 tahun) terseret kembali di masa aku remaja. Padahal hanya bertukar cerita via WA, tapi bahagianya bisa seharian. Apalagi saat menatapnya, yang tentu saja membuat aku kikuk. Saat dia di sampingku atau di hadapanku, ia berbicara apa saja begitu lepas, terkadang juga berbicara dengan malu malu. Semuanya tentang dia, aku suka. Aku yang sudah dewasa saat itu, jadi seperti anak SMA. Butterfly era itu benar adanya, di usia berapa saja bisa tetap dirasakan, semua tergan...

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

My Hardest Part (3)

Bismilahirrahmanirrahim Ditulis selepas shalat maghrib. Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 dan part 2 *** Berbagai metode dan pendekatan sejatinya sudah pernah ku jajal. Mulai dari ruqyah syyariah bersama ustadz, dibacakan doa oleh ibuku sendiri, dibuatkan air doa dari air wudhu oleh ibuku sendiri, diberi tips dzikir oleh suami sepupuku, dibawakan air zam-zam dari temanku, dibawa ke psikiater, diskusi dengan psikolog, bahkan juga mencoba hipnoterapi. Tapi khusus hipnoterapi aku pribadi sangat tidak menyarankan. Karena menurut ust Zaidul Akbar pun beliau tidak membolehkan. Padaku juga dampaknya langsung terasa, kambuh maag-ku sepulang dari sana, dan keadaanku semakin memburuk. Awalnya aku masih bisa makan minum dan kerja, setelah sesi hipnoterapi justru aku muntah-muntah, diare, sekujur tubuhku dingin dan ngilu. Banyak sekali naik turun terjalnya perjalananku. Sulit untuk ku ungkap secara detail, saking ruwet dan kompleksnya. Aku masih terus menemui psikiater hingga awal bulan maret....

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

NKTCTHI (1)

Aku selalu berpikir...suatu saat akan ada hari aku menertawakan kejadian yang ku alami ini. Entah hari itu kapan, tapi aku menunggu dengan gusar. *** Akhir tahun yang semestinya penuh resolusi, ku hiasi dengan kekalutan pikiran yang membuatku semakin terperosok ke dalam. Bahkan sekadar menulis blog (sesuatu yang ku sukai) tidak terasa menyenangkan sama sekali. Tidak ada energi. Kelelahan. Apakah sungguh kelelahan atau memang takdirnya begitu, aku tidak pernah menemukan jawabnya. Yang pasti aku menemukan diriku sudah tenggelam. Perjalanan hidup yang aneh tapi nyata. Perjalanan hidup yang tidak ingin ku ulang barang sedetik. Perjalanan hidup yang penuh air mata putus asa. Perjalanan hidup yang terlalu menyakitkan, yang tidak akan pernah bisa dituliskan kembali. *** Dan hari ini, aku bisa membuka blogku lagi untuk sekadar menunjukkan bahwa aku masih 'ada'. Tidak akan pernah sungguhan ku tuliskan perjalanan itu, karena memang sebaiknya tidak perlu ditulis. Tidak perlu ada yang tau....

Fox Rain

I still don’t understand love So I can’t get any closer But why does my foolish heart k eep pounding? I’m haunted by you again and again I just can’t get away This hopeless love Hurts my heart so much Going from day to night You’re all I think about Being so pitiful and silly What should I do? The heart follows love What am I going to do? This hopeless love Hurts my heart so much - Ost. My Girlfriend is a Gumiho *** Malam keberapa ramadhan ya?  Aku jarang sih ngitung, kurang telaten. Aku lagi makan bubur gandum. Dua hari ini dinnerku bubur gandum. Soalnya lagi nggak enak badan :( Aku akhirnya nggak pakai IG lagi, masih nonaktif, belum dihapus, tapi kepikiran juga buat dihapus.  Setelah beberapa pekan nutup IG untuk ribuan kalinya, aku ngerasa nyaman banget :')  *** Selama ini aku nutup IG tanpa bermaksud mau pergi. Cuman istirahat aja.  Lama kelamaan, aku mulai kepikiran buat...pergi ajalah ngapain juga?  :')  Kukira masih ada harap disana, tapi semakin aku...

Too Good to be True 2

Buah naga-ku sudah habis bersih, hanya air putihku yang tersisa setengah gelas. *** Beberapa bulan setelahnya, senin di akhir bulan januari. Mestinya turun salju saat itu, untuk setidaknya membuat wajahku lembap dan sehat. Aku duduk kelelahan di koridor, bermandikan panas matahari pagi menjelang siang. Jangan tanya bagaimana penampilanku, mandi bunga saja tidak cukup membantu, apalagi aku kala itu yang baru saja selesai melaksanakan tugasku. Datanglah pemuda tadi, yang tak lagi mengenakan pakaian biru mudanya, berjalan ke arahku -maksudku berjalan ke arah pintu di belakangku-. Bisa-bisanya dia hadir tanpa perasaan bersalah di jam siang itu. Seharusnya dia datang pagi-pagi, saat aku baru sampai dan masih ada aroma sabun mandi yang melekat di badanku. Pemuda itu selalu saja menemukan aku di saat saat terburukku. Ku sapa sekenanya, karena aku ramah . Kemudian aku berlalu, karena aku sibuk. Sedihnya. Aku harus mengerjakan sebuah tugas yang menyita energi di ruangan tanpa ventilasi. Ruangan...

Too Good to be True 1

Assalamualaikum Weekend. Tiba tiba pengen nulis di blog pakai laptop :) Backsound-nya Dealova, suara merdu Once jadi bikin mood nulis semakin nambah. Hehe Plus air putih segelas dan buah naga yang tinggal seperempat. *** Selama 27 tahun hidupku dan semua lika-likunya yang selalu bisa disyukuri, aku menemukan serangkaian kejadian yang too good to be true  dan ingatan itu masih membekas jelas. Entah karena belum bisa mengikhlaskan kejadian itu sebagai untaian kenangan manis, atau karena kejadian itu seperti barusan terjadi kemarin saja. Baru ku sadari bahwa aku belum pernah menuliskan detailnya di blog, hebat juga pertahanan ego-ku untuk tidak berbagi rahasia itu. Tapi karena sudah lama sekali berselang, tidak bisakah ku tuliskan disini? Sepertinya 'orang ketiga tunggal' yang akan kita bicarakan pun tidak akan melipir kesini lagi, jadi peluang dia tau bahwa ia sedang dibicarakan pun menyentuh angka nol. Fyi, tidak semua hal yang terjadi dalam hidupku, aku bagikan disini, biar bag...

Dunia Tak Perlu Tau Tentang Aku

Ketika SMA, aku melewati parkiran samping laboratorium. Ku dapati motor butut milik seniorku yang nyentrik di antara deretan kendaraan roda dua itu. Hitam legam setelah di deko. Satu satunya hal yang menarik dari motor itu adalah stiker yang menempel erat di salah satu sisi badan motor tersebut. Stiker sebuah alamat website, triple w dot nama panjangnya kemudian berdomain dot com, seingatku. Aku kagum. Bagaimana tidak? Seseorang biasa sepertinya, akan muncul di laman pencarian bila kita mengetikkan namanya. Aku ingin seperti itu! *** Begitulah setitik kekagumanku yang kemudian memunculkan rasa ingin dikenal dunia. Aku ingin, bila seseorang mengetikkan namaku di mesin pencarinya, akan ada banyak hasil yang bisa ia telusuri. Dan itu sungguhan aku. Kedewasaan dan pemikiran anti ribet kemudian membuatku selalu menggunakan nama asli nan lengkap di tiap sosial media yang ku buat. Mulai dari FB, Twitter, BBM, Kakao, Line, Wechat, WA, hingga blog ini. Aku tidak terp...

Kematian Tidak Pernah Menjadi Jawaban

Bertahan entah bagaimana hancurnya kamu, Berjuang entah sekeras apa, Bangkit walau harus berpegangan, Berdiri walau tetap terjatuh nantinya. Depresi itu bisa menghinggapi siapapun. Merasa tidak dibutuhkan, merasa selalu salah dan dikucilkan. Merasa tidak berguna. Merasa sendiri di tengah keramaian. Tetap sepi dalam kerumunan. Merasa tidak memiliki arah dan tidak lagi punya alasan untuk melanjutkan hidup... Kematian sejatinya bukan jawaban. Bukan kematian yang mampu membuatmu lega. Bukan kematian yang bisa menyelamatkanmu dari sepi. Dan bukan kematian, jawab yang kamu cari selama ini. Kamu perlu ketenangan. Tarik napasmu, tutup matamu, dan temukan banyak kebahagiaan dalam hidup ini. Dunia ini masih cukup nyaman untuk kamu tinggali. Jangan pergi tanpa permisi :' Tersenyumlah. Kamu adalah bunga patah yang dicintai. Patahmu bukan alasan untuk menyerah. Kamu harus tetap hidup dan berbahagia. Walau lingkunganmu terus menyudutkanmu, menyakitimu, membunu...

Selamat Membiasakan Diri Tanpanya

"Mau berkali kali mengalami pun, kita enggak pernah profesional dalam urusan patah hati" kata Fiersa Besari. That's really true! Hingga aku duduk manis saat ini, mengetik tulisan ini dari handphone-ku yang sedang ku charge, sambil menahan kantuk, meluangkan 30 menit lagi untuk menulis ketimbang isi kepalaku buyar kalau harus ditulis besok. Aku akhirnya menyadari, setelah beberapa kali patah hati.  Semua ada masanya. Ada takdirnya. Kapan kita harus bertemu seseorang, kapan mereka pergi. Kita tidak bisa menahan apapun, entah itu raga maupun hati, semua sungguh kuasaNya. Kita hanya perlu menjalaninya dengan baik agar tidak menyesal telah membuang waktu dan kesempatan dengan percuma. Kita tidak harus membuang harga diri demi mempertahankan seseorang, buat apa? Kita tidak boleh mengemis, demi membuatnya menetap, percuma. Kita tidak perlu mengorbankan banyak hal, agar ia tidak pergi. Terlebih urusan patah hati. Kadang bukan kita yang membuatnya p...

First Impression

Nanti mereka akan berucap dalam hatinya, "sekarang aku tau kenapa dia mengagumkan", atau "akhirnya aku mengerti alasan seseorang jatuh cinta padanya". Jangan terlalu peduli pada first impression seseorang pada kita. Mereka tidak tau apa apa. Bahkan kepribadian kita pun, mereka mana paham. Keseharian kita, strugle-nya kita, tangisan kita, lelah, atau semua pencapaian yang sudah kita raih selama ini. Kita pun tidak punya waktu menjelaskan dan tidak ada manfaat untuk menjelaskan pada mereka. Kita hanya perlu menjadi sebaik baik diri kita tanpa harus berpura pura. Mereka nantinya akan menilai siapa kita sebenarnya. Kalau mereka tidak beruntung, mereka akan berbisik dalam dirinya bahwa mereka mengagumi kita tanpa sadar. :)

Terima Kasih, Sayang❤

Bismillah, selasa pagi. Sejenak mundur dari keramaian. Membuka lembaran masa lalu. Hari ini sekali lagi, aku ingin berterima kasih pada diri. Masya Allah, terima kasih Sayang atas semua kekuatan yang berhasil kita himpun untuk melalui hari demi hari di masa silam. Banyak sekali mendung yang berhasil kita lewati. Dengan semua guruh dan petirnya. Banyak sekali hujan yang kita lalui, dengan atau tanpa payung. Kita lalui gagah berani. Walau seringkali harus basah kuyup, menggigil sampai demam. Panas matahari yang menyilaukan, kadang harus berlindung di bawah bayang bayang gedung tinggi. Panas yang membuat keringat mengucur tak tertahankan. Kita, mampu melewati semua terjal itu Sayang. Menikmati pelangi yang terlukis angkuh di langit atau sejenak mendongak sambil menyipitkan mata, demi melihat gumpalan awan putih di siang hari. Hujan yang turun rintik rintik, dan kita berlarian di bawahnya. Hidup yang seperti apa yang kita inginkan? Pertanyaan itu selalu me...

Love Myself

Bismillah, menarik diri dari hiruk pikuk. Sedang ingin beristirahat. ❤ You did a great job, Dear. You are amazing and a nice person.