Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivation

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Hari-hari Seperti Ini

Ada hari aku menikmati hidup. Seperti hari ini, saat ini. Pukul 10:24. Aku duduk manis di meja guru di kelas X DPB. Anak anak sedang sibuk membuat mading bumi dan antariksanya, sedangkan aku berkutat di laptop mengerjakan materi untuk pertemuan-pertemuan berikutnya. Aku memaafkan mereka yang terlambat masuk kelas karena sedang asyik mengamati getah pohon. Lalu berlarian karena melihat aku. Iya iya, tak masalah. Hatiku ringan, mood-ku ringan pula. Ternyata hari hari seperti ini ada dan terasa menyenangkan. *** Kalau kamu membaca tulisanku sebelumnya, kamu akan mendapati aku yang berusaha bangkit mati-matian dari burn out-ku. Tiap harinya sangat melelahkan. Aku bangun dalam keadaan letih dan badan yang sakit semua. Apakah memang fisikku yang sakit, atau jiwaku yang sedikit sakit . Keduanya hanya kombinasi yang memperburuk keadaan. *** Hari hari seperti ini tentu tidak satu dua kali terjadi. Sering saja. Sama lelahnya, tapi tak apa. Aku malah lebih produktif. Aku malah enggan pulang ke ru...

Menemukan Hal-hal Baik dalam Hidup?

Orang bijak bilang, "Kalau kita mau mencari hal-hal baik dalam hidup, maka kita akan menemukan banyak kebaikannya. Sedangkan kalau kita hanya mencari keburukannya, maka yang muncul juga keburukannya. Tinggal kita mau fokus melihat yang mana." Deep. dan sulit. Aku sedang kesulitan mencari hal-hal baik dalam hidupku, entah apakah dunia sebobrok itu, atau aku yang sekaku ini. Melihat banyaknya kemunkaran, kemunduran dalam mindset, aturan pemerintah yang semrawut, aku bingung harus bagaimana. Aku seolah merasa harus melakukan sesuatu, tapi aku bingung harus melakukan apa, saking banyaknya . Siswaku yang sering berkata kasar, aku ingin membuat mereka meninggalkan kebiasaan buruk itu. Tapi bagaimana? Kalau sosial media saja isinya kata kasar semua? Kolom komentar dipenuhi dengan bahasa yang vulgar dan kotor. Video pendek yang hilir mudik isinya cacian, makian, sumpah serapah. Lantas bagaimana aku bisa membuat mereka meninggalkan kebiasaan itu? Siswaku yang mencontek saat ujian. Ku ...

Dari Berdagang Aku Belajar...

Aku suka berdagang, kalau laris... Hehe Tapi another mimpiku adalah punya usaha yang suka suka aku mau buka apa nggak. Usaha yang kalau ujan deres, bisa chill gak keujanan, dan kadang milih buat ditutup aja karena lagi mood buat rebahan(?). Usaha yang gak terikat apapun, siapapun, pokoknya aku pengen buka, ya buka, aku lagi capek, ya ku tutup. Dulu sempet nyoba jadi dropshipper baju gamis, semangat kali jualannya, tapi emang sulit. Waktu bilang ke orang tua juga ditentang banget. Pokoknya ide apapun tentang berdagang itu, gak dapat dukungan sama sekali. Sampe bertahun tahun kemudian, keinginan dagang itu makiiin besar. Ku coba lah nekat, menyisihkan uang gaji buat modal usaha. Sistem PO dulu. Jadi gak mandek modalnya. Semua berawal dari insiden kehabisan pulsa di tengah malem, padahal lagi seru download drakor. Nyari yang jualan pulsa nggak ada. Terus chat Tiara, dibeliin Tiara lewat Sh*pee. Beli yang seratus ribu dapat cashback lima ribu. Dari situ aku mulai mikir, ternyata perlu juga...

Pukul Tujuh Pagi

Rasanya aku dulu pernah memikirkan ide ini dan ku tulis. Entah kenapa dicari cari kok tidak ketemu. Anyway, akhirnya dengan segala kemurahan hatiku, ku tuliskan saja kembali. Ide tulisan ini muncul ketika aku sedang mengantre di klinik dokter, beberapa tahun silam. Sambil duduk dengan gelisah, aku memperhatikan orang orang yang sakit. Beberapa tampak mengobrol. Ada juga yang menenangkan anaknya dalam gendongan. Ada juga yang terpekur memandangi telepon pintarnya. Banyak juga yang diam tidak melakukan apa apa. Aku mengalihkan pandangan. Tidak banyak juga yang bisa diperhatikan di sini. Hanya jendela tinggi dan dinding klinik yang dicat putih membentang di hadapan, dimana salah satu sudutnya terpasang poster diare. Ada tangga menuju ke klinik atas. Sepertinya klinik anak dan gigi.  Juga pintu pintu ruangan klinik lain yang kosong. Ah. Begitulah jiwa penulis. Dimanapun kapanpun, ide selalu hadir tanpa permisi. Di saat orang lain bengong, otakku justru sibuk memaknai tiap peristiwa yan...

Menciptakan Keberanian

Tahapan dalam hidup kadang memang seunik itu. Dan sungguh hidup bukanlah sebuah perlombaan. Setiap manusia memiliki garis waktunya masing masing. Aku menemukan banyak sisi lain dari diriku di tiap garis usiaku, dan itu berbeda dari teman sebayaku. Misalnya aku hari ini, di usia 30 tahunku, aku banyak berani melakukan sesuatu yang dulunya aku merasa malu untuk melakukannya. Hari ini aku senam pramuka bersama teman kantorku, Sekadar informasi, aku dulu tidak suka senam. Karena malu melakukan gerakan senam di hadapan banyak pasang mata yang memandang. Tapi kini, aku suka senam (yang gerakan dan musiknya memang sopan ya). Aku bersemangat melakukannya. Setelah senam, aku merasa free untuk melakukan kegiatan lainnya, aku membawa tali keluar kantor. Ternyata banyak temanku tertarik dan ingin mencoba. Aku akhirnya bermain bersama sama. Aku suka memberanikan diri bermain tali dan mengakui ketidakmampuanku dalam bermain. Dan itu tak apa, kami bersenang senang! Setelah main tali, aku memainkan ru...

Sahabat Ngaji💜

Assalamualaikum Mari menulis lagi :) Sambil aku menunggu anak anak mengerjakan ANBK, aku baru ingat belum pernah menulis tentang komunitas kecilku. Aku mendirikan sebuah komunitas ngaji bersama temanku ibu Halimah. Namanya Sahabat Ngaji💜 Paska depresiku, aku tak betah sendirian. Aku sibuk mencari kegiatan positif yang bisa mengisi waktuku. Aku sebenarnya sudah bergabung dalam komunitas lain di hari minggu, tapi aku merasa ini belum cukup. Aku akhirnya berdiskusi dengan bu Halimah, dan aku bersyukur beliau setuju untuk mendirikan komunitas ini. Banyak sekali lika likunya di awal. Aku sempat berpikir, apakah komunitas ini baik? Sebab ada saja ternyata yang tidak suka. Tapi beberapa temanku menguatkan aku. Katanya tak apa. Ini bagus. Anggap saja ujian ini adalah angin kecil untuk bunga bermerkaran :) Maka dengan bismillah, aku mengajak tiga anakku bergabung. Ada Musrifah, Ilma, dan Jahra. Berlima kami duduk melingkar di teras masjid untuk sharing. Tanya jawab seputar agama atau sekadar m...

Berani

Bersemangat di satu pilihan, tidak lantas membuat hati ringan. Karena seringkali muncul tanda tanya, benarkah pilihan ini? Rasa takut, khawatir, dan cemas mulai berkerumun, seperti semut yang mengerumuni gula. Seperti tahun lalu, yang mestinya aku tidak perlu ikut karnaval agustusan, tapi tiba tiba aku ingin ikut. Rasanya aneh kalau tidak ikut. Beberapa teman baik tidak bisa ikut, aku mulai merasa takut, apakah ikut karnaval adalah pilihan yang benar? Perasaan khawatir, cemas, dan takut untuk memulai sesuatu, adalah hal yang wajar dirasakan. Tapi memberanikan diri untuk terus maju adalah hal yang mestinya dilakukan. Jadi tak apa merasa tidak nyaman di awal :) Walau takut, tapi tetap maju, adalah keberanian. Kita sudah hebat. :) Kita tidak membiarkan perasaan tidak nyaman itu menguasai kita, yang lantas membuat kita mundur. *** Seperti hari ini, rasa tidak nyaman itu muncul lagi. Ah. Tapi tak apa :) Bismillah

Proud of Me

Proud of me and my short list of accomplishments,  and me and my lack of new news,  me and my selfishness,  me and my self wish you nothing but a happy new version of you. I want you to tell me, you find it hard to be yourself, so I can say, "It's gonna be alright" And I want you to love me the way you love your family - Rex Orange County "Happiness"

Juli Agustus Ekstrovert Era

Kalian sudah tau belum sih MBTI-ku? Sini aku kasih tau ya🤏🏼 Aku INFJ Introvert - iNtuitive - Feeling - Judging Tapi pekerjaanku belakangan ini bener bener membuatku jadi ekstrovert dan sangat melelahkan sekali. Hehe Juli kemarin aku jadi panitia MPLS, sebagai seksi acara! Aku yang parno sama mikropon, harus selalu memegang mikropon terus. Dan agustus ini, sudah tau kan kenapa? Banyak lomba, ada lomba yel yel juga :( terus ikut karnaval, dll. Bagi sesama introvert, apalagi INFJ seperti aku, pasti paham rasanya ya. Bagi yang tidak paham, belajar empati aja sih 🫶🏼 Aku siap siap sekolah dulu ya, pagi ini ada senam. Hm Nanti kita ketemu lagi di tulisan berikutnya.

Fase Hidup Manusia (yang Menjalani Hidup untuk yang Pertama Kalinya)

Aku coba menuliskan ini dengan keminiman ilmuku, keterbatasan, dan kekuranganku. Kapan kapan aku akan tuliskan lagi dengan pemahaman yang lebih baik, setelah diskusi dengan orang lain yang lebih berpengalaman, pandai, dan bijaksana. *** Manusia seperti kita, menjalani hidup untuk yang pertama kalinya. Menjadi seorang anak, untuk yang pertama kalinya, menjadi orang tua, untuk yang pertama kalinya.  Menjalani semua peran dan mengambil tanggung jawab untuk yang pertama kalinya. Wajar jika salah, keliru, dan gagal. Semua hal sungguh dilakukan untuk yang pertama kalinya . *** Anak kecil yang terjatuh, biasanya merespon rasa sakitnya dengan tangisan. Tapi orang dewasa yang terjatuh, tidak lagi menangis. Anak kecil yang berkelahi dengan teman temannya, seringkali saling memukul atau mencubit. Tapi orang dewasa yang berkelahi, lebih sering memilih saling diam kemudian menjauh. Anak kecil yang melihat pesawat terbang di langit, akan berteriak heboh memanggil. Tapi orang dewasa yang melihat ...

Pilihan Terakhir

Mereka bilang, berdebat dengan orang tua bagai menang jadi arang, kalah jadi abu . *** Ujian keluarga adalah ujian yang dialami para Nabi. Nabi Yusuf berhadapan dengan kesebelas saudaranya yang iri hingga berujung mencelakakan dirinya, dengan dibuangnya Nabi Yusuf ke sebuah sumur. Nabi Yakub menghadapi kenyataan bahwa anak anaknya saling berselisih hingga ia kehilangan anak kesayangannya, Nabi Yusuf...dan terpisah bertahun tahun lamanya. Nabi Yakub pun kehilangan pengelihatannya karena memendam rasa kecewa dan marah. Nabi Muhammad mendapat rintangan dakwah dari pamannya sendiri, Abu Lahab dan istrinya (yang tidak lain adalah bibinya). Nabi Nuh yang diuji dengan anaknya yang tidak beriman kepada Allah yakni Kan'an dan juga istrinya sendiri yang ingkar. Nabi Luth mendapat ujian dari istrinya yang tidak taat dan termasuk dalam golongan kaumnya yang sesat. Nabi Ibrahim diuji oleh ayahnya si pembuat berhala. Asiyah (bukan Nabi) harus menghadapi kejamnya Firaun yang adalah suaminya sendi...

Hidup adalah Sekumpulan Motivasi Kecil yang Disusun

Beberapa waktu belakangan, rasa malasku untuk kerja semakin kuat. Aku secara sadar tau betul, hal ini harus dilawan, jangan dituruti, tapi memang pikiran sangat berpengaruh dengan badanku... Saking malasnya aku, badanku juga semakin melemah, kepalaku pusing, semua terasa semakin aneh. Seperti hari ini, selasa. Hampir saja aku tidak masuk lagi kerja. Tapi alhamdulillah, aku berhasil mengumpulkan motivasi untuk bekerja, dan akhirnya aku sampai di kantor. Sampai di kantor pun bukanlah akhir, aku harus berhasil mengajak diriku sampai di kelas dan mengajar dengan baik. Alhamdulillahnya lagi hari ini aku berhasil sampai di kelas, mengajar, dan aku hampir menyelesaikan tugasku. Barakallah. *** Bangun pagi itu sangat tidak mudah untukku yang pemalas. Shalat subuh, shalat qabliyah subuh, berdzikir pagi...adalah tiga rangkaian yang seringkali ku tawar. Memutuskan untuk bangun, cuci muka, wudhu adalah langkah yang membutuhkan effort yang keras sekali. Seringkali ketika bangun tidur, nego dengan d...

Dari Natasha Rizky Aku Belajar ...

Dewasa ini, mode pakaian makin beraneka macam. Kemudahan bertransaksi juga semakin ugal-ugalan. Semakin para perempuan berlomba menggunakan pakaian modis nan trend di jamannya, semakin aku juga sempat goyah dan menginginkan hal serupa. Celana kulot, rok span, kemeja yang lengannya bisa digulung, sweater atau hoodie, kerudung yang hanya disampirkan ke pundak. Padu padan pakaian warna bumi yang lucu lucu itu.  Padu padan yang tetap sopan namun tidak syari . Kamu kira aku tergoda? Jelas! Tentu iya! Sebagai manusia dan perempuan yang menyukai keindahan. Apalagi kalau IGS-ku isinya selebgram influencer yang pakaiannya begitu. Semakin menggebu keinginanku mencoba memakainya. Begitulah ujian kehidupan. Sudah berpakaian syari, digempur dengan kerudung segiempat ukuran 115 cm corak warna warni.  Tapi beberapa bulan terakhir aku tersadar. Dan aku bersyukur mengikuti IG Natasha Rizky. Tiap kali ku lihat pakaiannya yang syari dan sederhana, masya Allah. Semoga Allah mencurahkan kasih saya...

Pal3stine🍉

Bismillahirrahmanirrahim... Semoga Allah mengampuniku yang lalai dan mengampuni ketidakberdayaanku. Sejak dulu terjajah, sejak dulu aku telah berpihak padanya. Negeri para Nabi. Tapi aku tidak bisa membantu banyak. Ya Allah ampuni diriku. Kini semakin memanas. Banyak korban jiwa yang semakin bertambah. Tidak di angka puluhan, sudah ribuan dan terus bertambah. Bagian memilukannya, ini bukan tentang angka, tapi gugurnya jiwa jiwa tak berdosa. Di tengah kekacauan ini, nyatanya ada saja yang meniupkan angin fitnah. Bukan dari tubuh lain, tapi tubuh kaum muslimin itu sendiri. Aku juga tidak menyadarinya. Aku juga tidak menyangkanya. Sampai ku lihat banyak bersliweran tanggapan dari ustadz ustadz mengenai hal ini, tentu dengan menggaungkan hadits "berkata baik atau diam". Jaman yang semakin mengkhawatirkan. Mereka di tanah itu dijajah harta dan jiwanya. Sementara kaum muslimin di belahan lain dijajah pemikirannya. Di sana para orang orang terpilihMu tengah bertahan hidup mati. Dan ...

Bismillah

Beberapa orang terlahir dari keluarga kaya, beberapa lagi terlahir untuk menjadi kaya, dan beberapa sisanya masih terus memimpikan untuk menjadikan keluarganya kaya. Omong kosong. Kenapa harus ambisius menjadi kaya? Pikirmu. Namun pikiran itu tidak akan pernah bisa dijawab oleh seseorang yang dibesarkan dari keluarga berkecukupan. *** Aku dilahirkan ketika keluargaku settle, mapan. Namun semakin usiaku bertambah, roda kehidupan berputar, dan keluargaku berhenti cukup lama di posisi ini. Posisi ketika semua hal terasa sulit karena hari terlalui tanpa ada uang untuk membeli makan malam esok hari. Posisi ketika sakit, tapi ditahan sebentar, karena obat dan biaya dokter begitu mahal. Posisi ketika berkendaraan tanpa ada uang sepeserpun yang dibawa, dan harus banyak berdzikir semoga tidak terjadi sesuatu hal urgent di jalan. *** Tapi aku bersyukur, Allah sebaik itu telah memampukan aku mewujudkan mimpiku menjadi anak yang memikul sebagian beban orang tuanya. Aku diberikan kesempatan untuk ...

Beruntung

"Ibu bilang ke bapak, ke keluarga kita, kalau apa yang sudah kamu capai sampai saat ini semua atas usaha keras kamu. Karena kamu rajin belajar, karena kamu pinter, karena kamu berusaha sungguh sungguh" "Tapi kan bapak sama ibu sudah sekolahin aku, kuliahin aku" "Nggak, kami cuman bantu sedikit. Semua atas usahamu sendiri. Kamu yang dapat beasiswa, kamu yang nekat kuliah, kamu yang belajar sampai jadi pegawai sekarang ini" *** Another my deep talk with mom tonight. Aku cuman kaget mendengar itu, karena aku selama ini hanya merasa jadi beban. Pecundang dan benalu.  Aku merasa semua yang ku dapatkan berkat keberuntunganku. Berkat pertolongan banyak orang. Tapi... Semua kesungguhan ibu mengatakan fakta itu, membuatku ingin membalas perkataannya, namun demi mengingat darah, keringat, dan air mata yang ku pendam sendiri selama ini, aku akhirnya tidak berhasil menjawab apapun padanya. Dalam lubuk hatiku yang sangat dalam, aku hanya terkejut, lantas membenarkan.  ...

Tidak Ternilai

Seandainya bisa dihitung berapa tetesan air mata yang mengalir akibat sesak dan lelahnya mengajar, sungguh tak terhitung butuh berapa lembar sapu tangan untuk menyekanya...  Seandainya ribuan kuntum mawar merah disandingkan di hadapan Bapak Ibu, maka tidak akan bisa menggantikan wanginya peluh yang menetes saat hanya ada udara panas yang terperangkap di ruang kelas...  Seandainya lelah dan penat karena harus berbicara seharian atau berdiri berjam-jam di depan pasang mata yang tak acuh, bisa dituliskan dalam sebuah bilangan, maka tak akan pernah ditemukan bilangan yang bisa mewakilinya...  *** Tak ternilai,  Begitulah harga Bapak Ibu yang sesungguhnya. *** Hari guru ini momentum yang membuat banyak orang mengingat jasa gurunya, namun tak banyak pula yang menyempatkan untuk mengapresiasinya. Tak diapresiasi bukan tak berarti,  Tak diapresiasi bukan tak ada arti. Setangkai bunga palsu yang dibungkus rapi bertuliskan 'selamat hari guru' yang diberikan malu malu oleh...

Manusia yang Dirindukan

Setiap pengalamannya mengisyaratkan perjalanan hidup yang berat, namun penuh hikmah.  Setiap perkataannya sederhana, tapi penuh nasihat.  Setiap pandangan hidupnya sarat kebijaksanaan.  Maka tiap detik bersamanya begitu bermakna.  Hingga tidur pun menjadi sebuah kemewahan.  Ada segelintir manusia di dunia ini yang tidak menyadari bahwa kehadirannya sangat dirindukan.  Bahwa kebersamaan dengannya terasa berharga. Setiap tindak tanduknya menjadi teladan.  Bila belum mampu menjadi manusia seperti itu, minimal belajarlah darinya. Hingga lambat laun pribadi kita bisa tertempa menjadi lebih baik. 

Syukur

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS. Ibrahim: 7 Syukur itu menambah nikmat. Titik. Perkataan Allah. Dan nikmat tidak melulu perihal nominal, bisa saja dalam bentuk kualitas rejeki, kemudahan mendapatkannya, maupun keberkahannya.  Masya Allah *** Bagaimana caranya bersyukur?  Berhenti mengeluh dan berputus asa, bersegera mengeluarkan zakat dari harta kita, dan terus berusaha mendapatkannya dengan cara yang halal. 

Sampaikanlah Walau Hanya Satu Ayat

Menyampaikan ilmu laksana mengetuk pintu.  Perkara dibukakan atau tidak, terserah si pemilik rumah.  Tugas kita sampai pada mengetuk saja.  Idealnya mengetuk pintu diperbolehkan sampai tiga kali.  Artinya satu, usaha dalam menyampaikan ilmu pada seseorang tidak cukup sekali, tapi bisa terus diulang.  Jangan bosan dalam menyampaikan ilmu. Arti kedua, kita hanya bisa sebatas menyampaikan ilmu semampu kita, sisanya terserah apakah orang tersebut mau menerima atau tidak. Tidak ada unsur paksaan dan tidak perlu 'berlebihan'.  Kewajiban kita, sampaikanlah walau hanya satu ayat.  💜