Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Dibalik Julukan Kota “Cantik”


Assalamu'alaikum Blogger….

                Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga tadi pagi sudah shalat subuh yah, karena Allah akan memberikan rahmat dan kasih sayangNya bagi kita yang tadi shalat subuh. Aamiin
                Hari ini saya mau berbagi kisah nih Blogger, dari judulnya mungkin Anda sudah bisa menebak apa yang akan saya bahas di sini. Ya, mungkin ini hanya sekelumit dari Palangka Raya undercover. Saat pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, kata yang pertama kali tersirat di benak saya adalah “bagus”. Lebih bagus dari kota saya maksudnya. Sebelumnya yang harus Anda ketahui, saya bukan orang yang berdomisili di kota Palangka Raya, saya berasal dari kota kecil Sampit dan mulai menetap di kota ini karena saya harus kuliah. Saat saya mulai tinggal di kota berjulukan Cantik ini, kata kedua yang tersirat di benak saya adalah “panas”. Kota ini jauh lebih panas dari kota saya, mungkin karena letaknya berdekatan dengan garis khatulistiwa atau kota ini sudah miskin pepohonan ya? Ternyata tidak hanya itu, banyak hal yang harus dibenahi dari kota Cantik ini. Kerusakan yang tampak kasat mata dan menurut saya pemerintah harus tahu itu. Semoga tulisan saya ini bisa mewakili aspirasi dari warga Palangka Raya.
               
Hal pertama adalah kerusakan jalan-jalannya, terutama jalan yang sering dilalui mahasiswa. Saya terkadang bingung dengan pengurus RT atau RW di daerah saya tinggal, tampaknya ada atau tidaknya mereka tidak terlalu berpengaruh besar terhadap kemajuan di lingkungan sekitarnya. Buktinya saja, banyak jalan-jalan yang rusak seperti ini. Mana kinerja pengurus RT dan RW-nya? Saya curiga, jangan-jangan memang tidak ada ya…
Lihat aja gambar di samping kanan...saya ambil paska turun hujan lebat...
ini adalah jalan Bima Komp. UNPAR.... Gimana menurut Anda? WOW ya? :)
Foto yang disebelah kiri ini di jalan Bima juga...
Kebetulan saya lagi mampir mau ngisi ulang air galon :D
Nah coba anda lihat di dekat situ kan ada kost-kostan mahasiswa ya.. Sedih juga punya kost di situ kalau setiap saat lewat jalan becek seperti ini. Buat yang pakai kendaraan sih tidak masalah, tapi buat yang jalan kaki? Satu kata "Tragis"
Kemudian ada foto lagi, yang ini menurut saya juga tragis... kebetulan yang ini di jalan Borneo Komp. UNPAR dan tragisnya itu karena saya sering lewat jalan sini :(        

Hal kedua, tumpukan sampah menjamur dimana-mana di sepanjang jalan. Hanya ruas jalan-jalan utama saja yang tampaknya rapi, bersih dan dilengkapi oleh TPS, tapi kalau Anda mulai memasuki jalan-jalan kecil, Anda akan menemui pemandangan yang saya sebutkan tadi. Berbeda dengan kota Sampit, kota ini memang tidak terlalu bagus namun kota ini cukup terkontrol kebersihannya. Mungkin ini bisa dicontoh oleh Palangka Raya ya. Anda bisa lihat gambar di samping, tumpukan sampah seperti ini bisa ditemui dimana saja, kotor, bau dan membawa bibit penyakit. Tindakan selanjutnya dari sampah ini biasanya dibakar. Padahal seharusnya sampah-sampah ini diangkut oleh truk sampah yang dikelola dinas PU, namun karena sampah ini tidak dibuang di TPS maka petugas acuh tak acuh saja karena memang bukan tugasnya. Nah Blogger tahukah Anda mengapa kita dilarang membakar sampah? Ini karena menimbulkan polusi udara dan sampah anorganik menjadi sulit terurai di tanah. Butuh waktu ribuan tahun agar dapat terurai sempurna, akibatnya apa? Sampah-sampah itu hanya mengalami transformasi bentuk saja menjadi benda tak berbentuk dan hangus.
                Kemudian hal ketiga yang patut diperhatikan pemerintah ialah kelakuan remaja yang terlalu bebas. Mungkin fenomena ini tidak hanya di Palangka Raya saja, tapi di kota-kota lain terutama pulau Jawa. Kebanyakan remaja saat ini dekat dengan narkoba, miras dan seks bebas. Bukankah itu semua dilarang? Untuk di Palangka Raya-nya sendiri, hal ini tampaknya sangat sulit dihindari. Mengapa demikian? Karena lingkungannya cukup mendukung, yaitu tidak adanya kontrol sosial dari masyarakat, masyarakatnya acuh tak acuh saja melihat hal seperti ini, banyaknya toko/ kios yang menjual minuman keras di pinggir jalan, kos-kosan mahasiswa yang cenderung memberikan kebebasan bagi penghuninya dan masih banyak lagi. Apa ada tindakan tegas dari pemerintah? Entahlah, yang pastinya saya belum lihat hal itu.      

Nih saya kasih contoh di sebelah kanan..
Kios ini menjual aneka jenis minuman keras...kiosnya tidak di tempat yang 'gimana-gimana' tapi di tempat terbuka di pinggir jalan besar. lokasinya dekat sekali dengan lingkungan kampus. Apa ini contoh yang baik?
                Kemudian saya jadi bertanya-tanya, dimanakah sisi cantiknya dari ibukota Kalimantan Tengah ini? Lingkungannya rusak, moralnya bisa dikatakan berantakan dan masih banyak lagi. Kalau dibandingkan dengan kota saya Sampit, disana sudah jarang ditemui jalan-jalan yang belum beraspal. Padahal kota kecil itu bukanlah ibukota.
                Kalau kerusakan di atas tidak segera ditangani pemerintah, maka akan banyak masalah yang timbul. Semoga dengan artikel ini bisa menyadarkan pemerintahan Palangka Raya dan segera melakukan perbaikan. Karena bila diabaikan terus, kapan kota ini mau maju?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas