Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Tuhanku, Maaf Aku di Ujung Lelahku

Ya, Tuhanku telah berbicara kepadaku dengan firmanNya. Berulang kali. Ternyata aku yang masih tak pandai memahaminya. Tapi kata orang, tak apa, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Sebab memahami kalamullah pun kita tak punya kuasa, maka mintalah petunjuk padaNya. Mengerti atau tidak, memahami atau tidak, semua atas ijinNya. Tuhanku, rahmatilah aku dengan Al Quran. Agar kiranya aku bisa mengerti maksud perkataanMu. Tuhanku, aku sungguh beriman padaMu dan RasulMu. Berilah pertolongan padaku. Hari ini aku tersungkur lagi dan lagi. Aku sudah ada di ujung napasku. Aku sungguh tak punya daya dan upaya tanpaMu. Maka tolonglah aku. Kasihanilah aku. Kau yang mengatakan bahwa Engkau dekat, Kau pula yang mengatakan bahwa Kau tak pernah meninggalkan umatMu. Kau mengabulkan doa orang yang bermunajat padaMu. Kau pula yang memberi jaminan bahwa bersama kesulitan ini, kau sertai pula dengan kemudahan. Dan bahwasanya pertolonganMu amat dekat. Tuhanku, aku berterimakasih karena Engkau telah berbic...

Tuhanku, Bicaralah Kepadaku

Aku terjatuh lagi. Aku menyepi, duduk menjauh, malu. Aku masih berdiri dan bersujud menyembahMu, tapi ku dapati diriku tersungkur karena pikiranku sendiri. Aku tetap berusaha melakukan kebaikan seperti yang Engkau pinta, tapi aku juga berkubang dalam maksiat dan dosa. Aku sungguh bukan orang yang munafik, wahai Tuhanku, aku hanya pendosa yang tak tau diri. Semua pertolongan dan nikmatMu, ku syukuri. Tapi aku kerap terlena dan tergelincir dalam kealpaanku. Tuhanku, Aku kini terjebak dalam pekatnya malam. Hujan itu hadir lagi, tidak lebih deras dari sebelumnya. Tapi tetap menakutkan. Tuhanku, Badai itu menyapa lagi. Ah badai yang ku khawatirkan itu muncul lagi tanpa permisi. Aku bahkan sudah berada di pusarannya tanpa ku sadari. Sulit sekali mencari jalan keluar, aku tersesat. Tangis itu, aku yakin Engkau melihatnya. Ketakutan dan kecemasanku, Engkau pasti iba menyaksikannya. Rintihanku, tidakkah Engkau ingin cepat-cepat menenangkanku? Sungguh aku ingin terbebas dari perasaan ini. Aku in...

Menjadi Kecil

Memilih mundur dan berhenti dari sebuah komunitas ngaji, tentu bukan keputusan yang mudah. Tapi keputusan berhenti itu tak lantas membuatmu khianat terhadap Tuhanmu. *** Sudah bertahun tahun aku bersama komunitas ini. Semua pengalaman dan ilmunya, membuatku bertumbuh menjadi lebih baik. Tapi jenuh sudah pasti ada. Satu tahun terakhir ini aku bergumul dengan perasaan tidak menentu. Tiap rasa malas itu mendera, aku selalu mencari motivasi untuk melawannya. Hanya saja aku sudah kehabisan motivasi itu. Seribu satu motivasi tetap tak membantu. Aku hanya perlu mengakui bahwa aku jenuh, lelah, dan perlu suasana baru. Aku benci pandangan mata itu, yang mengisyaratkan kemunduranku sebagai bentuk futur dan khianat. Sepertinya ada banyak yang perlu diperbaiki dari cara pandangmu itu. Bahkan untuk berhenti saja, perlu mengumpulkan keberanian jua. Tak mudah. Semua terasa sulit. Tudingan itu, tatapan mata itu, perspektif negatif. Tentu disertai dengan kalimat memojokkan dan menyudutkan. Aku dihakimi...

Roller Coaster

Hidup ini seperti roller coaster. Mana ada hidup yang mulus seperti mimpimu? Justru yang hadir seperti dentuman petir menggelegar dan hujan yang rintiknya mengenai tubuhmu bertubi-tubi tanpa ampun. *** Aku punya keinginan kecil yang ku sebut dengan sungguh, tapi tak ku wujudkan sebab mustahil. Jalan ke Palangka dengan Dahlia, sobi kuliahku dulu, sekadar menyusuri lagi jalanan Palangka dan bersua dengan dosen kami. Tapi tahun berlalu, keinginan itu terwujud tanpa rencana matang. Aku tiba tiba saja ke Palangka bersama Dahlia mewakili lomba MGMP kami. Dan di sela sela itu, kami punya waktu luang di siang hari untuk jalan, kami sempatkanlah mewujudkan keinganan kecil itu. Tapi ternyata keinginan sederhana nan sepele itu sulit juga dijalankan dengan mulus. Kami salah rute kampus, kami harus jalan kaki puluhan meter, sudahlah badan kami ini belum pulih betul, remuk redam sebab perjalanan jauh ke Palangka, ini rasanya dengkul sudah mau jejeritan karena kami paksa jalan. Kami duduk di pinggira...