Aku terjatuh lagi.
Aku menyepi, duduk menjauh, malu.
Aku masih berdiri dan bersujud menyembahMu, tapi ku dapati diriku tersungkur karena pikiranku sendiri.
Aku tetap berusaha melakukan kebaikan seperti yang Engkau pinta, tapi aku juga berkubang dalam maksiat dan dosa.
Aku sungguh bukan orang yang munafik, wahai Tuhanku, aku hanya pendosa yang tak tau diri.
Semua pertolongan dan nikmatMu, ku syukuri.
Tapi aku kerap terlena dan tergelincir dalam kealpaanku.
Tuhanku,
Aku kini terjebak dalam pekatnya malam.
Hujan itu hadir lagi, tidak lebih deras dari sebelumnya. Tapi tetap menakutkan.
Tuhanku,
Badai itu menyapa lagi.
Ah badai yang ku khawatirkan itu muncul lagi tanpa permisi.
Aku bahkan sudah berada di pusarannya tanpa ku sadari.
Sulit sekali mencari jalan keluar, aku tersesat.
Tangis itu, aku yakin Engkau melihatnya.
Ketakutan dan kecemasanku, Engkau pasti iba menyaksikannya.
Rintihanku, tidakkah Engkau ingin cepat-cepat menenangkanku?
Sungguh aku ingin terbebas dari perasaan ini. Aku ingin menjadi mukmin yang kuat, yang Engkau cintai.
Namun aku kesulitan tanpa uluran tanganMu.
Maaf, aku bingung, kehidupan ini membuatku tak tentu arah.
Maaf, aku mengakui bahwa aku tak jua tenang saat dan setelah membaca kalamMu, walau aku percaya, cinta dan sayangMu lebih besar dari ketidakmampuanku.
Maaf, karena ibadah yang ku lakukan belum membuatku teguh.
Maaf karena imanku masih rapuh.
Tuhanku, ku harap itu tak lantas membuatku menjadi orang yang jauh dari petunjukMu.
Tuhanku, ku harap Engkau akan tetap menggenggam erat aku dan kelemahanku ini.
Maka Tuhanku, bicaralah kepadaku, dengan rasa yang bisa ku mengerti. Peluk aku dengan cintaMu, walau imanku porak poranda sekali.
Maka Tuhanku, bicaralah kepadaku, dengan tenang yang Engkau hadirkan dalam jiwaku, sebagaimana ketenangan yang Kau sisipkan pada hati para Rasul dan orang sholeh terdahulu.
Maka Tuhanku, bicaralah kepadaku, dengan kekuatan yang Kau beri di pundakku, agar aku bisa tetap menebar kebaikan di bumi ini atas ijinMu.
Maka Tuhanku, bicaralah kepadaku, dengan bahasa yang aku pahami. Rengkuhlah aku dengan rahmatMu, sebab aku ini tak pandai membaca tanda kebesaranMu💔
Dan Tuhanku, bicaralah kepadaku.
Aku yang lemah ini, sedang merayuMu.
Komentar
Posting Komentar