Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Tetapi Kampung dan Rumahku, Disanalah Ku Rasa Senang

Sejauh kakiku merantau, melangkah menyambangi kota orang, ternyata kota kelahiranku tetap selalu di hati. Panas sempit, dan semrawutnya, tetap kota-ku pemenangnya. Beberapa kali aku menginjakkan kaki ke kota Palangka Raya. Dengan gemerlap dan jalanan yang besar nan tertata, mall yang besar, makanan yang beragam. Tapi tempat singgah tak selalu lebih baik. Beberapa hari yang lalu, aku main ke Jakarta, jauh sekali takdir Allah membawaku. Aku berpasrah saja. Aku ikut kemana Ia mengajakku pergi. Sebab aku yakin semua rencanaNya selalu membawa kebaikan dan pelajaran. Namun keramaian dan kepadatan Jakarta, Depok, Bekasi, aku sungguh merindukan kampung kecilku di ujung Kalimantan. Rumahku yang tak ber-AC, kamar mandinya yang sederhana, halamannya yang tak terlalu luas. Tapi tak apa. Aku cinta rumahku. Aku menyadari bahwa Jakarta seluas itu. Terminal bandaranya saja luas sekali, mungkin hampir separo kotaku, kalau tak ada uang di Jakarta, jangan harap bisa hidup nyaman. Bahkan untuk menyusuri b...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

Tiba Tiba Jakarta!

Rencana Allah yang menarik dan menakjubkan. Aku yakin semua kejutan ini tentu jawaban atas semua doa doaku atau pemenuhan atas semua keperluanku. Allah tau semuanya, dan aku tidak. Aku hanya perlu menumpuk semua prasangka baikku. *** Out of nowhere, dikirimi undangan pelatihan ke Jakarta satu minggu. Biaya ditanggung pemerintah pusat. Allah tau aku akan menolak jika sendirian, maka Allah kirimkan juga teman baik untuk menemani perjalananku. Seakan tak cukup, dilengkapi juga teman lain di perjalanan ini. Aku belum pernah naik pesawat, belum pernah naik bis (setelah dewasa), belum pernah ke Jakarta. Aku gugup sekali. *** Hari ini aku sudah packing 70%. Baju dan keperluanku. Beli tiket, beli obat dan vitamin, mengurus surat kesehatan juga. Bismillah ya Allah Kita sambung nanti ya! Aku optimis!

Sekecil Keberanianku

I am proud of myself because... Aku takut, tapi aku bergerak maju Aku khawatir, tapi aku terus berprasangka baik Aku trauma, tapi aku tetap mengulanginya Aku cemas, tapi aku memupuk optimisku Dan ku rasa... Keberanian memang seperti itu💔 Tidak harus semewah itu, tapi sekecil keberanianku pun tak apa.

Semua Terasa Ringan Kalau Hatinya Senang

Baru baru ini aku mengambil kursus. Kursus bahasa inggris. Sesuatu yang memang ku nikmati. Aaa. Kursusnya cukup pricey untuk aku genwich. Tapi aku harus mengusahakan untuk diriku sendiri. Tentu menyenangkan. Aku menikmati tiap detiknya. Aku suka belajar bahasa inggris. Perjalanannya jauh sekali. Di ujung Baamang (beda kecamatan), sebenernya nggak terlalu jauh juga. Tapi aku aja memang berlebihan. Ku anggap kalau sudah beda kecamatan, jauh kali. Tapi aku happy. Aku jarang ke Baamang sini. Jadi aku belajar jalan jalan baru. Tiap ke sana, aku melewati jalan yang berbeda. Ku nikmati tiap perjalanannya. Aku lihat lihat rumah rumah, jalanan, warung dan lain lain. Aku mulai menghapal nama jalan. Semua mulai jelas. Dan hari ini aku harus melewati jalanan yang banjir. Lumayan juga ternyata kalau hujan deras, jalanan disini tergenang. *** Hari ini aku mengantar adikku pagi pagi buta berangkat sekolah. Udaranya dingin menggigit. Masih agak gelap sedikit, sebab matahari memang sedang pemalu belaka...