Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Bukan “Dimana” tapi “Bagaimana”

Assalamu’alaikum Blogger…

Di pagi yang cerah ini saya ingin sedikit sharing, ya lumayan lah kalau bisa menambah motivasi dan semangat pagi kalian.

Semua sudah tau kan kalau saya ini mahasiswi? Tapi saya masih sweet seventeen ko. Percaya deh! Hehehe. Oke tapi bukan itu yang ingin saya bahas disini.

Saya kuliah di Universitas Palangkaraya. Ya, semua juga tau kalau kampus itu tidak akan sebanding dengan Harvard atau semacamnya, dengan kampus UGM saja tidak sebanding. Nah, disitu letak masalahnya.
Saya pribadi sih masa bodo sama hal itu. Kan niatnya kuliah ya cari ilmu, bukan sekedar cari gengsi. Setuju? Tapi kalau ditelusuri lebih lanjut, ya memang disitulah semua masalah berawal. Mulai dari fasilitas yang tidak memadai, kampus yang kurang ‘menawan’ dan bla..bla..bla.. jadi kalau ada yang membandingkan kampus saya sekarang dengan sederet kampus top di Indonesia, ya saya tidak akan protes. Karena memang itulah kondisinya. Kampus saya yang mengaku masih dalam tahap ‘development university’ mampu menurunkan tingat kepercayaan diri mahasiswa-mahasiswanya beberapa puluh persen. Beberapa teman saya yang pernah saya temui, rata-rata mengaku malu kuliah disini. Heran, mereka kan kuliah pakai uang sendiri, kalau kuliahnya pakai uang suap sih wajar aja malu. Alasannya yang pasti bukan itu, mereka malu kuliah disini karena penilaian orang lain dengan citra kampus saya sendiri. Coba saja kalau iseng ketemu teman lama dan saling bertukar kabar, trus ujung-ujungnya mereka tanya “kuliah dimana?”, polos saja jawab “UNPAR (Universitas Palangkaraya.red).” (iseng ya, beneran iseng) coba perhatikan reaksi mereka, kadang reaksi lawan bicara kita akan berubah. Entah meremehkan atau apalah itu. Kalau saya pribadi sih cuek saja, toh saya ambil jurusan yang  tingkat kesulitannya di atas rata-rata, jadi lawan bicara akan sedikit enggan. Hahaha…
Tapi, percayalah. Manusia itu menarik. Tempat menimba ilmu saja dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Seperti kasus saya ini. Hehe… tapi yang lebih menarik lagi, hal sepele ini suka dikait-kaitkan dengan kesuksesan loh. Kalau kuliah disini, kamu kurang sukses, kalau disana bisa sukses. Ah itu cuma mitos!
Padahal Blogger, saat Anda sukses kelak, orang-orang di luar sana tidak akan ambil pusing untuk menanyakan dimana Anda dulu belajar. Karena ada banyak hal yang jauh lebih inspiratif yang ingin mereka tau dari Anda, seperti “Bagaimana kiat Anda sukses?” atau “Berapa penghasilan Anda perbulannya?” Kalaupun ada yang iseng menanyakan dimana Anda kuliah, mereka pasti memandang takjub tanpa ada pandangan meremehkan sedikitpun. Percayalah! Kalau Anda tidak percaya, saya yang akan membuktikan teori ini untuk Anda. “Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil!”
Tapi teori ini akan gagal kalau diri Anda masih pesimis. Kuncinya ada pada diri Anda sendiri. Niat, tujuan, usaha dan doa. Niat di dalam diri Anda yang Anda tanamkan sangatlah besar pengaruhnya. Contoh simple saja, bedakan antara laparnya orang yang puasa dan tidak. Orang yang berniat puasa, kalaupun lapar, mereka tidak akan kelaparan yang begitu hebat. Sebaliknya, orang yang tidak berniat puasa, kalau sudah lapar maka rasanya seperti mereka sudah akan mati kelaparan. Betul? Yah, itu hanya sekelumit keajaiban dari niat. Niat. Niat. Niat. Notice it!

Selain niat, kita harus punya tujuan. Shalat saja punya niat kan? Tapi tidak sekedar niat dan gerakan shalat, ternyata ada tujuan dibaliknya, yaitu mencari ridha Allah SWT. Nah, untuk urusan seperti ini, kita juga harus menuliskan tujuan kita. Boleh lebih dari satu, tapi harus bisa berjalan semua secara sistematis, jangan sampai keteteran loh. Kuncinya FOKUS. Saya, punya niat untuk sukses dan bermanfaat bagi orang lain, tujuannya ya mencari ridha Allah SWT dan berbakti pada orang tua. Itu. Sederhana tapi maknanya dong Blogger, luar biasa! Hehehe

Niat dan tujuan saja tidak cukup, kita butuh usaha nyata. Percuma saja guru yang sibuk mengajarkan pentingnya kejujuran pada muridnya, kalau sang guru saja masih suka menerima uang suap. Sama juga dengan saya yang sibuk mengobarkan semangat ini kalau toh saya juga tidak menerapkannya. Satu hal yang harus Anda tau Blogger, saat saya tengah menulis ini, saya sedang di level “usaha” saya untuk sukses.  Kalau Anda? Jangan cuma mangggut-manggut baca teori kacangan seperti ini, ayo move on, move on! ^^

Bukan awal, tapi proses. Nikmati saja semua prosesmu menuju kesuksesan Blogger, jangan mudah menyerah dan mengeluh. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Maka, bersemangatlah!

And the last, doa. Doa itu tidak kalah ajaibnya dengan niat. Kalau niat itu munculnya dari diri sendiri, kalau doa hubungannya sama Yang Kuasa. Sekeras apapun usaha Anda, kalau lupa sama Allah, ya sia-sia. Seperti kacang lupa kulit lah.

Kesimpulannya adalah, lupakan soal dimana Anda kuliah atau menimba ilmu sekarang. Lupakan kurang populer dan bergengsinya kampus Anda, toh jutaan orang di luar sana malah tidak punya kesempatan untuk kuliah. Lupakan ejekan atau cibiran orang mengenai kampus Anda, kalau memang kampusnya jelek ya jelek saja, tapi Anda harus tunjukkan pada mereka kalau Anda kuliah untuk ilmu bukan gengsi semata. Bukankah mutiara yang cantik akan tetap cantik walau diletakkan di timbunan sampah sekalipun, Anda pun begitu! Kalau ada yang perlu dirubah, maka itu diri Anda sendiri.

Kadang menjadi cuek itu bagus, cuek saja dengan cibiran itu. Jangan terlalu sibuk mengurusi penilaian orang terhadap kita, biarkan saja. Nanti juga capek sendiri. Sibukkan diri Anda dengan hal bermanfaat. Misalnya, ya seperti saya, nulis. Atau olahraga, belajar mengaji, menghapal juz amma, belajar masak, ah masih banyak hal positif yang bisa Anda lakukan Blogger. Lakukan apa saja, asal itu membawa manfaat bagi orang lain, atau setidaknya bagi Anda.

Ingat, kita tidak sedang mempersoalkan "dimana" kesuksesan berawal. Tapi BAGAIMANA kesuksesan berawal. 

Saya rasa, cukup sekian Blogger. Sudah saatnya mandi, sarapan dan mengurus rumah. Hehe… I’m going to go back as soon as possible. Kita lanjut nanti Blogger. Wassalamu’alaikum.

Komentar