Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

A New Fear Unlocked

Kalau harus menoleh sekilas ke belakang, banyak keputusan yang sudah ku pikirkan dengan baik, ternyata memang baik. *** Tahun 2024, perjadin yang pertama. Aku melewatkan ikut famgat ke Banjarmasin, dan memilih menabung untuk sekolah adik. Ternyata ada kegiatan di Palangka, dan karena aku tidak ikut famgat, aku diminta mewakili. Aku menyanggupi. Walau sakitku sempat kambuh, menangis dan ingin pulang saat itu juga. Tapi aku berhasil melaluinya. Honor transport yang ku dapat, ku pakai untuk beli koper. Entahlah, for some reasons, aku merasa harus beli koper.  Setelah 10 tahun tidak pernah keluar kota, rasanya perjalanan hari itu seperti a new fear unlocked. Tahun berikutnya, aku menabung untuk ke Palangka, liburan bersama adikku. Lagi lagi aku merasa perjalanan ini akan berguna untuk kami. Kami menginap di hotel yang bagus. Bukan boros, aku mau membeli pengalaman untukku, dan adikku. Koper itu terpakai dengan baik. Dan hari itu juga kami berenang di hotel, kami sama sama belajar beren...

Teduh Pelita~

"Kamu kalau punya uang 1 miliar, aku minjam sepuluh ribu gitu, kamu kasih gak?" "Jangankan minjam sepuluh ribu, seratus ribu, satu juta juga ku kasih. Gak usah dibalikin" "Tumben kami ceria hari ini?" "Iya aku lagi ulang tahun. Nanti pulang, aku mau makan nasi goreng di warung makan langganan sama orang tuaku" "Motor kamu hilang, kok kamu gak sedih?" "Yaudahlah gak apa apa. Kata ayahku, nanti dibeliin lagi, yang penting aku gak kenapa kenapa" *** Ada sebuah pola yang menarik. Tentang ketenangan dan kebahagiaan. Orang orang yang tenang dan bahagia, mereka itu 'terisi penuh' tangkinya. Persis seperti yang sering kita dengar, tentang teko dan isi yang tertuang di cangkir. Kalau isi tekonya teh, tentu isi yang tertuang juga berupa teh. Pun kalau isinya kopi, yang tertuang pasti kopi. Kita pasti sering bertemu orang orang demikian, yang tenang dan teduh. Mereka tidak akan berkata kasar, justru menelurkan kalimat-kalimat bij...

Buku

Aku kembali menekuri buku.  Walau ada banyak buku yang sudah ku beli dengan antusias, namun belum terbaca. Setidaknya aku berhasil membaca buku kembali.  Pelan pelan. Aku menyelami dunia ini lagi.  Dunia yang tak perlu terburu-buru. Dunia yang tenang. 

Aku Hanya Ingin Dipeluk dalam Semua Alpaku

Aku ingin dipeluk di antara semua kesalahanku. Aku akhirnya tau kenapa Allah ciptakan benda benda dengan kekurangannya. Allah seolah ingin tegaskan bahwa penciptaanNya sempurna di tengah ketidaksempurnaan. Kemarin aku berbuat salah, tersebab aku hanya manusia yang tak luput dari kesalahan. Semua orang pun berbuat salah. Tidak ada gading yang tak retak. Aku pun begitu, retak dan cacat. Aku melakukan kesalahan, aku ingin dipeluk walau aku bersalah. Aku melakukan kesalahan, aku tetap ingin diterima dan punya tempat pulang. Aku melakukan kesalahan, aku harap kesempatan kembali selalu disediakan untuk langkahku yang tertatih. Aku melakukan kesalahan, aku berdoa agar senyum tulus itu tetap terukir di wajah wajah yang ku kenal dengan baik. Aku melakukan kesalahan, dan aku menyesali kesalahan itu. Aku sedang belajar dan selalu belajar. Dari kesalahan ini, aku akan berupaya untuk lebih baik... Walau aku tentu selalu berhati hati, tapi Allah seperti menunjukkan bahwa manusia tetap bisa terpelese...

Pelecehan🥀

Dear perempuan. Usia berapapun kamu, kamu pasti setidaknya pernah mengalami pelecehan satu atau dua kali dalam hidupmu. Aku tau bagaimana menakutkannya pengalaman itu. Entah itu verbal atau fisik. Keduanya sama sama menyisakan luka mendalam. Aku tau mereka yang melakukan itu tidak lain adalah binatang, tapi rasanya binatang pun tidak jua sampai hati melakukan itu. Perempuan seolah harus belajar bela diri, demi membela dirinya sendiri, sebab di luar sana, banyak kejahatan siap menerkam. Harus memakai baju yang sopan, jangan keluar malam, jangan sendirian, perempuan diminta sedemikian rupa menjaga diri dan kehormatannya. Bahkan pulang lewat jalan yang ramai laki laki bergerombol pun, hati tidak karuan. Takut. Lebih takut daripada dihadang anjing liar. Hatiku rasanya pedih membaca kian banyak pelecehan dimana mana. Tak ada lagi ruang aman bagi perempuan, bahkan dalam ruang obrolan dunia maya sekalipun. Aku kadang bingung dan tak habis pikir, dengan semua pelecehan yang terlontar, justru a...

Ruang dan Waktu

Alangkah baiknya jika semua orang bisa belajar maklum, ketimbang merasa paling benar. Aku tidak butuh ajakan itu, kalimat motivasi, nasihat atau ancaman. Aku hanya butuh dua hal, ruang dan waktu. Ruang dan waktu untuk bebas berpendapat. Ruang dan waktu untuk jujur. Ruang dan waktu untuk mengambil jeda dan istirahat. Adakalanya kita menjalani sesuatu karena memang sudah rutinitas. Tapi banyak dari rutinitas itu tak lagi dijalani dengan makna. Mengambil jeda tentu diperlukan, agar kita belajar banyak hal. Mungkin belajar kehilangan, mungkin belajar menjalani hal lain, mungkin pula belajar untuk lebih jujur tidak hanya pada diri sendiri. Kata orang, semua masa ada orangnya, semua orang ada masanya. Sesederhana bahwa kita tak lagi sejalan, ku rasa cukup. Sesederhana bahwa dalam hidup kita pasti bertemu orang orang yang datang dan pergi, dan memang fitrahnya begitu. Tak ada yang istimewa. Aku kecewa dengan semua penghakiman itu, seolah apa yang ku lakukan merupakan dosa tak termaafkan. Pada...

Independent?

Aku bangga bisa mandiri, kuat, dan menguasai semua elemen di tempat kerja, atau dimanapun aku berada. Ternyata bukan karena aku se-independen itu, tapi karena aku nggak punya siapa siapa yang bisa aku andalkan. Aku harus bisa survive sendiri. Sebab pada akhirnya, hanya ada diriku yang aku punya. Dan saking strongnya itu, aku selalu takut bergantung dan mengandalkan orang lain, aku takut aku jadi diriku yang lemah dan gak bisa apa apa sendiri. Tiap ada yang mau bantu, aku menolak, aku bilang aku gapapa, padahal aku sangat perlu uluran tangan itu. Bahkan dalam percintaan pun, aku gak berani jatuh terlalu jauh, aku takut jujur, karena selama ini orang orang yang hadir cuman karena penasaran. Setelah rasa penasarannya dipuaskan, mereka pergi tanpa pamit. Mereka pergi dengan dingin. Padahal aku sangat kehilangan. Bukan aku gak suka, bukan aku gak tertarik, tapi aku benci rasa kehilangan.  Aku pernah beberapa kali kehilangan, kini aku sangat berhati hati. Lagi lagi, karena akhirnya, aku ...

Random Story

Kapan hari teman yang selalu ngajak gelut dan gak ramah nanyain masalah rekeningku yang babak belur itu. Terus dia kayak khawatir (?) Padahal seumur hidup dia selalu bickering, tiap diajak ngobrol baik baik, selalu ngeselin.  Kemarin dia bilang gini, "kenapa kamu gak cerita sama aku?" Wau. Pertanyaan yang undpredictable abad ini. Ya aku cuman mau cerita aja, soalnya aneh. Di antara banyak manusia yang harus tau ceritaku, bahkan dia ini gak masuk di daftar itu. Dan musibah ini sangat aku rahasiakan banget, soalnya menunjukkan kebodohan aku, dan aku merasa gagal karena ketipu. Huh. Nah manusia itu tadi, menjadi salah satu orang yang sangat gak boleh tau, sebab dia pasti ngejek aku. Tapi anehnya, malah dia tau, dan responnya tumben agak ramah. Walau dia bilang, "harusnya waktu itu kamu cerita sama aku", aku bahkan gak perlu mempertimbangkan tawaran itu. Tapi mengetahui banyak teman teman yang peduli, rasanya tetap heartwarming aja.

Day 1 Kerja

"Bisakah aku menikah?" "Bisakah aku menjadi ibu?" Pertanyaan ini terlontar di saat saat terburuk, membuat segalanya kian buruk.  Kadang aku sedih juga memikirkan jawabannya, tapi ya begitulah. "Aku ingin menikah" "Aku ingin menjadi ibu" Inginku sederhana, tapi mungkin belum saatnya.  *** Day 1 kerja, keadaanku kurang baik. Aku lupa sarapan, aku pusing dan maagku kambuh.  Pikiranku mulai melantur, aku perlu istirahat.  Lagi lagi lebaran ini aku mendengar kabarmu, yang tak lagi ku cari.  Dan ternyata betul juga, riak rindunya sudah hilang. Hidup memang begitu. Kita perlu terus berjalan walau sulit, hidup memang sebuah pergiliran, ada masanya semua terasa mudah dan ada masanya sulit. 

Mendengarkan

Berbicara itu sulit, tapi mendengarkan pun tidak mudah. Seni mendengarkan itu bukan dalam satu malam bisa dipelajari. Seni mendengarkan itu perlu milyaran menit, dan ribuan peristiwa, perlu kebesaran hati juga untuk tetap tenang dan tidak tersulut, perlu kebijaksanaan juga untuk membiarkan orang yang berbicara memilih mengijinkan kita menanggapi atau tetap diam saja. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa dipelajari, kan? Aku harap, kedalaman ilmu yang selama ini kita gali, bisa beriringan dengan kebijaksanaan yang kita bangun. Kita belajar menghargai keputusan, belajar tidak menghakimi pun menyudutkan, belajar untuk menurunkan ego kita. Sebab poin dari mendengarkan adalah untuk memahami, bukan untuk memberikan jawaban (yang kadang tak ia perlukan).

Me Nowadays

Me nowadays: Lagi flu berat. Sampai panas banget, tapi di dalam badan panasnya. Kompresan pakai ko*lfever, minum air kelapa, minum air anget, makan pentol kuah, tidur. Soalnya minum obat apa aja kayak kurang mempan. Malah batukan banget dan mau pingsan rasanya. Tadi juga pulang duluan gak sampai kelar kelas.  Hari ini gerhana. Aaaaa. Pengen liat. Tapi mata masih kebuka sedikit gitu. Badan masih perlu istirahat.  Akun ipusnas ngenes banget. Berapa kali mau pinjam, gagal terus. Setelah ditelurusi, ternyata dana maintenancenya... Ahsudahlah.  Anw, mutulan yuk di akun ipusnasku! Walau gak ada apa apa.  Aku gak lagi nonton drakor apapun. Lagi gak pengen. Aku lagi sibuk baca novel aja. 

(Missing) Butterfly Era

In this economy era yang semrawut dan di akhir jaman yang beneran akhir banget ini, aku cuman pengen balik ngerasain butterfly era🩷 Walau aku juga kudu bersiap mitigasi di rumah, memenuhi kebutuhan dasar dan P3K, tapi beneran rindu butterfly era. Haha Pembahasan yang out of nowhere banget. 

Pengalaman~

Hari ini aku bercerita... Dengan HP baruku.. Hiyaa... Aku kena scam, rekeningku dibobol, akun ewallet-ku juga jadi sasaran.  Tepat H-1 sebelum ke Jakarta. Rasanya seperti mimpi.. Tapi mau bagaimana lagi... Qadarullah wa masya'a faa'la.. Memang sudah ditakdirkan begitu... Masih banyak juga hal yang bisa ku syukuri... Misalnya, uang yang hilang masih bisa ku nalar.. Huaaa walau tetap saja rasanya trauma.  Itulah alasan kenapa aku beli HP baru.. Sebaiknya HP antara kerjaan dan pribadi, ku pisahkan. Termasuk semua rekeningku..  Ah sedihnya masih terasa sekali...  Anw, walau HP nya dua, tapi masih sepi juga. Hahaha

Tetapi Kampung dan Rumahku, Disanalah Ku Rasa Senang

Sejauh kakiku merantau, melangkah menyambangi kota orang, ternyata kota kelahiranku tetap selalu di hati. Panas sempit, dan semrawutnya, tetap kota-ku pemenangnya. Beberapa kali aku menginjakkan kaki ke kota Palangka Raya. Dengan gemerlap dan jalanan yang besar nan tertata, mall yang besar, makanan yang beragam. Tapi tempat singgah tak selalu lebih baik. Beberapa hari yang lalu, aku main ke Jakarta, jauh sekali takdir Allah membawaku. Aku berpasrah saja. Aku ikut kemana Ia mengajakku pergi. Sebab aku yakin semua rencanaNya selalu membawa kebaikan dan pelajaran. Namun keramaian dan kepadatan Jakarta, Depok, Bekasi, aku sungguh merindukan kampung kecilku di ujung Kalimantan. Rumahku yang tak ber-AC, kamar mandinya yang sederhana, halamannya yang tak terlalu luas. Tapi tak apa. Aku cinta rumahku. Aku menyadari bahwa Jakarta seluas itu. Terminal bandaranya saja luas sekali, mungkin hampir separo kotaku, kalau tak ada uang di Jakarta, jangan harap bisa hidup nyaman. Bahkan untuk menyusuri b...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

Tiba Tiba Jakarta!

Rencana Allah yang menarik dan menakjubkan. Aku yakin semua kejutan ini tentu jawaban atas semua doa doaku atau pemenuhan atas semua keperluanku. Allah tau semuanya, dan aku tidak. Aku hanya perlu menumpuk semua prasangka baikku. *** Out of nowhere, dikirimi undangan pelatihan ke Jakarta satu minggu. Biaya ditanggung pemerintah pusat. Allah tau aku akan menolak jika sendirian, maka Allah kirimkan juga teman baik untuk menemani perjalananku. Seakan tak cukup, dilengkapi juga teman lain di perjalanan ini. Aku belum pernah naik pesawat, belum pernah naik bis (setelah dewasa), belum pernah ke Jakarta. Aku gugup sekali. *** Hari ini aku sudah packing 70%. Baju dan keperluanku. Beli tiket, beli obat dan vitamin, mengurus surat kesehatan juga. Bismillah ya Allah Kita sambung nanti ya! Aku optimis!

Sekecil Keberanianku

I am proud of myself because... Aku takut, tapi aku bergerak maju Aku khawatir, tapi aku terus berprasangka baik Aku trauma, tapi aku tetap mengulanginya Aku cemas, tapi aku memupuk optimisku Dan ku rasa... Keberanian memang seperti itu💔 Tidak harus semewah itu, tapi sekecil keberanianku pun tak apa.