Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
"Kamu kalau punya uang 1 miliar, aku minjam sepuluh ribu gitu, kamu kasih gak?"
"Jangankan minjam sepuluh ribu, seratus ribu, satu juta juga ku kasih. Gak usah dibalikin"
"Tumben kami ceria hari ini?"
"Iya aku lagi ulang tahun. Nanti pulang, aku mau makan nasi goreng di warung makan langganan sama orang tuaku"
"Motor kamu hilang, kok kamu gak sedih?"
"Yaudahlah gak apa apa. Kata ayahku, nanti dibeliin lagi, yang penting aku gak kenapa kenapa"
***
Ada sebuah pola yang menarik.
Tentang ketenangan dan kebahagiaan.
Orang orang yang tenang dan bahagia, mereka itu 'terisi penuh' tangkinya.
Persis seperti yang sering kita dengar, tentang teko dan isi yang tertuang di cangkir. Kalau isi tekonya teh, tentu isi yang tertuang juga berupa teh. Pun kalau isinya kopi, yang tertuang pasti kopi.
Kita pasti sering bertemu orang orang demikian, yang tenang dan teduh.
Mereka tidak akan berkata kasar, justru menelurkan kalimat-kalimat bijak dari lisannya.
Mereka tidak akan sempat berpikir buruk, sebab tidak terbersit di benaknya pikiran buruk tsb.
Mereka tidak akan memandang dengan pandangan yang menyakitkan, karena mereka hanya berfokus pada apa yang baik bagi mereka.
Rasanya, duduk sebentar di sekitar mereka, kita bisa menekuri teladannya.
Memandangnya meneduhkan.
Berada di sekitarnya menenangkan.
Banyak pelajaran yang bisa dipetik.
Banyak hikmah yang bisa dipelajari.
Ada pula orang orang yang ruwet bin mumet.
Kita pasti pernah bertemu. Tidak mungkin sekali, pasti ratusan kali.
Berada di sekitarnya, menyesakkan.
Melihatnya saja enggan.
Tiap kalimat yang keluar dari lisannya, tidak ada yang menyenangkan.
Tindak tanduknya, membuat kita mengelus dada.
Kenapa mereka ruwet?
Ya sebab mereka tidak bahagia.
Kenapa tidak bahagia?
Mereka tidak penuh tangki cintanya.
Kenapa tidak penuh tangki cintanya?
Banyak sekali faktornya. Entah mereka tidak dihargai, entah mereka punya luka pengasuhan, atau memang karakternya.
Apapun itu.
Tapi bagian terburuknya, kita yang bahagia ini, lama lama jadi terkena imbasnya.
Mereka itu seperti membawa ikan busuk.
Ikan ikan bagus yang kita bawa, akhirnya jadi membusuk juga.
Kalaupun tidak membusuk, bau ikan busuknya menguar juga.
Ibarat kata, kalau mereka sakit, mereka harusnya yang ke psikolog.
Tapi mereka justru tidak mau berobat, malah kita yang jadi ke psikolog karena dibikin mumet.
Jadilah teduh, dunia ini rumit sekali.
Capek dan melelahkan.
Jadilah pelita, agar gelap di sekitar kita bisa bertemu cahayanya.
Komentar
Posting Komentar