Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
Alangkah baiknya jika semua orang bisa belajar maklum, ketimbang merasa paling benar.
Aku tidak butuh ajakan itu, kalimat motivasi, nasihat atau ancaman.
Aku hanya butuh dua hal, ruang dan waktu.
Ruang dan waktu untuk bebas berpendapat.
Ruang dan waktu untuk jujur.
Ruang dan waktu untuk mengambil jeda dan istirahat.
Adakalanya kita menjalani sesuatu karena memang sudah rutinitas.
Tapi banyak dari rutinitas itu tak lagi dijalani dengan makna.
Mengambil jeda tentu diperlukan, agar kita belajar banyak hal.
Mungkin belajar kehilangan, mungkin belajar menjalani hal lain, mungkin pula belajar untuk lebih jujur tidak hanya pada diri sendiri.
Kata orang, semua masa ada orangnya, semua orang ada masanya.
Sesederhana bahwa kita tak lagi sejalan, ku rasa cukup.
Sesederhana bahwa dalam hidup kita pasti bertemu orang orang yang datang dan pergi, dan memang fitrahnya begitu.
Tak ada yang istimewa.
Aku kecewa dengan semua penghakiman itu, seolah apa yang ku lakukan merupakan dosa tak termaafkan. Padahal Tuhanku Maha Pemaaf.
Aku kecewa kalian menunggu keruntuhanku, seolah jika tak bersama kalian, aku akan hancur.
Aku kecewa karena tiap episode perjumpaan yang agung itu, kalian terus berbisik tentangku, tentang penyakitku, dan tentang keputusan yang ku ambil.
Aku kecewa, sebab waktu dan ruang yang ku pinta itu, justru kalian jejali dengan tatapan dan bisikan yang tak lagi bersahabat.
Bagaimana aku akan kembali? Jika sepeninggalku, yang tersisa hanya keburukanku saja. Sementara hal hal menyenangkan dan pemberianku selama ini tak menyisakan apa apa di ingatan kalian.
Mungkin aku dan kalian perlu lagi belajar, tentang berprasangka baik.
Bahwa hidup itu tak sempit, bahwa lingkaran itu tak sekecil ruang tamu rumah, bahwa ilmu itu luas tak berbatas.
Aku tak meminta lagi ruang dan waktu pada kalian.
Aku minta kalian melupakan aku saja.
Seolah aku tak pernah ada di sana sebelumnya.
Sebab rasanya aku memang tak pernah benar di ingatan kalian.
Komentar
Posting Komentar