Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim...

Baca dulu part sebelumnya ya, part 1, part 2, dan part 3.

Hari-hari berjalan perlahan.
21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi).

Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe. 

Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku.

Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal.

Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku. 
Beliau tidak menuntut banyak hal.

Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya dengan baik.

Bulan puasa, kantor mengadakan acara berbuka yang biasanya tidak ku ikuti. Tapi kali itu, aku ikuti dengan bersemangat. Pulangnya aku naik motor sendiri sambil kegerimisan. Teman teman baikku menanyakan bagaimana keadaanku saat pulang, aku bersyukur (lagi) dengan perhatian itu.
Tidak lama setelah lebaran, tepatnya di bulan mei, aku mendapat panggilan kuliah PPG.
Aku lega hanya perlu membuat surat berbadan sehat, bukan surat kejiwaan sehat. Hehe. Walau seyogyanya aku memang bisa dikatakan sudah sehat.

Ku jalani PPG dengan kesulitannya, tapi aku sangat bersyukur (lagi dan lagi) panggilan PPG datang di saat yang sangat tepat. Saat aku perlu pengalih perhatian dan kesibukan baru.

Aku sangat ceria dan positif di depan kamera zoom, sampai dua orang teman PPG-ku mengirim kesan kekagumannya padaku. Dengan malu-malu ku ungkapkan keadaanku yang sebenarnya. Tapi dewasa ini mental illness bukanlah sesuatu hal yang tabu, semakin banyak informasi terbuka lebar, orang-orang semakin paham dan maklum. Aku senang tidak salah cerita pada mereka. Mereka yang kemudian menguatkan aku, menjadi tempat berkeluh kesah dan saling berbagi semangat. Hingga selesailah masa PPG-ku.

***

Penyakit mental seperti penyakit lain, seperti flu atau demam. Memang untuk penyakit mental, lebih kasat mata. Dari luar terlihat 'baik', bisa jadi di dalamnya hancur. Siapa saja bisa terjangkit, sekuat apapun keimanannya. Maka kalimat judgemental bisa menjadi pedang tajam yang menyakiti siapapun yang sedang berjuang dengan penyakit ini.
Kalimat seperti kamu kurang bersyukur, kamu kurang beriman, sudah lupakan saja, jangan cengeng, jangan aneh-aneh, coba kamu sering istighfar dan beragam kalimat lainnya, semua ini sangat menyakitkan.

Kalimat itu mungkin memang kebenaran, tapi tidak pada tempatnya. 

Mereka yang sakit mental, sudah menahan sakit dan merasa malu meminta bantuan. Mereka menganggap penyakit kejiwaan ini aib, karena seringkali tanpa sadar penyakit ini pun telah menjadi bahan tertawaan. 

Kami malu, kami tidak ingin menjadi tertawaan, kami tidak ingin dicap kurang bersyukur atau kurang beriman dan sederet kecemasan lain.

Penyakit ini pelik sekali, berbahaya sekali, dan sangat sangat menyakitkan.

Bahkan setelah berani meminta bantuan profesional dan dinyatakan sakit oleh dokter pun, masa-masa pemulihan adalah tantangan berikutnya. 
"Kamu kok nggak sembuh-sembuh?" 
"Kamu harus melawan, kamu harus berani"
yang padahal pasien adalah satu-satunya orang yang palinnngggggg ingin sembuh. Kenapa belum sembuh? Ya karena tiap kesembuhan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Tidak sama tiap orang. Pertanyaan itu justru semakin membuat pasien tertekan dan menyalahkan dirinya sendiri.

***

Kenapa ya kita bisa sakit mental?

Banyak sekali faktornya, memang tidak ujug-ujug sakit. Bisa jadi karena ada trauma, rumah yang tidak hangat, konflik berkepanjangan, duka yang mendalam, kelelahan berkepanjangan, menyimpan banyak emosi, shock berlebih, tekanan, lingkungan tidak kondusif, pengaruh sosial media, pengaruh tv dsb. Tiap orang bisa berbeda-beda.
Kejadian kejadian menyakitkan dan semua faktor ini seperti bom waktu. Maka saat semuanya menumpuk dan tidak dikelola dengan baik, sedikit saja tersulut sebuah trigger atau pemicu, maka bom!

***

Setelah membaca kisah ini, aku sangat berharap kalian tidak lagi malu pernah sakit atau sedang sakit mental. Menyakitkan memang, aku adalah orang yang paling tau bagaimana keadaan kalian saat ini. Seberapa sakit dan menderitanya, melalui malam-malam gelap yang dingin, menanti pagi dengan penuh harap. Apalagi kalau melaluinya sendirian.

Aku dan kalian sudah masya Allah hebat bisa bertahan sampai hari ini.

Apakah bisa sembuh? Aku adalah bukti nyatanya. 

Aku, anaknya ibu Yati dan ibu Lina (yang sudah kuceritakan di part sebelumnya) adalah segelintir survivor mental illness. Maka, apakah kami tidak cukup untuk menguatkan harapmu?
Jangan pernah berhenti berharap, kan kita punya Allah, ada aku juga disini sebagai teman yang bisa kalian baca, atau kalian sapa. Aku tau bahwa kita mampu melewati hardest part dalam hidup kita ini.

Tentu semua hal yang terjadi pasti ada hikmahnya, aku kini menuliskan pengalamanku sebagai penguat bagi kalian yang mungkin sedang mengalaminya, dan mungkin ini sebagian kecil hikmah yang bisa ku ambil dari lukaku. 
Hikmah besar masih ada, masih menanti, entah akan diberikan kapan. Aku akan dengan tidak sabar menunggunya, aku yakin kalian juga tidak sabar menanti hikmah milik kalian kan?

Setiap manusia harus melalui ujian agar bisa naik kelas atau mendapat hadiah.
Allah sudah memberikan ujian ini, mari menunggu hadiah apa ya yang akan Allah beri?
Aku menunggu hadiah itu :) Aku sangat bahagia kalau kalian juga menunggunya. Hadiahnya pasti luar biasa.

Kalau kalian sedang menderita sekali, melalui masa berat ini, kadang hal yang paling sederhana yang perlu kalian lakukan adalah dengan tidak melakukan apa apa.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan sesuatu hal hal besar, bahkan hanya dengan makan minum tidur saja, itu tak apa. Lakukan saja terus, tunggu hari esok, tunggu lagi, dan terus tunggu hingga badainya terlewati. Aku pun sempat mengalami fase itu, fase tidak melakukan apa apa.

Setiap kalian tau kapasitas diri kalian, kalau kalian mampu melakukan hal hal positif, silakan. Misal kalian mau jalan kaki ke taman, boleh. Kalian mau bersepeda, lari, olahraga, berjemur, menjahit atau apa saja hobi positif kalian, boleh sekali. Tapi bila terasa berat melakukan itu semua, cukup bertahan hidup saja, itu sudah hebat!

Semoga kalian mengerti maksudku ya? :)

Ada satu lirik lagu yang bagus sekali, I know it hurts sometimes, but you'll get over it. Aku tau kalian pasti bisa melaluinya walau terluka sesekali. Aku pun melaluinya, kalian pasti bisa.

Kali ini aku tidak menuliskan kalimat penghibur dari Al Quran, karena ya jelas banyak sekali yang bisa dijadikan kalimat penenang. Tapi tak apa, kalian bisa perlahan-lahan membacanya sendiri dan menemukannya. Al Quran dan berdzikir itu baik sekali, penyembuh, penenang, mengisi kekosongan jiwa yang rapuh. Kalau sulit membacanya, boleh mendengarkan saja, tidak masalah.

Fatimah putri Nabi pun pernah didera kelelahan mental, hingga Nabi menitipkan bekal terbaik untuknya, yakni kalimat subhanallah, alhamdulillah, allahuakbar. Sebuah kalimat yang menjadi sumber kesucian, rasa syukur, dan kekuatan bagi jiwa jiwa yang sedang lelah.

***

Ah, segini saja ya. Akhirnya aku menuliskan lukaku yang kini telah sembuh.
Aku harap tulisan ini bisa bermanfaat dan membantu.
Lain waktu kita bertemu lagi dalam tulisan yang lain.
Sangat perlu banyak keberanian untuk menguraikannya.

Sembuhlah, berdayalah kembali, ada Allah, pasti semua akan terlewati.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Catur dan Filosofi Absurdku

Sedari kecil bapakku yang master catur (ceilah) sudah mengajariku bermain catur. Dari sekian banyak permainan catur, ada satu serangan yang sangat berkesan dan selalu ku coba untuk lakukan ke lawan mainku. Tapi selalu gagal karena 'kebetulan' mereka melakukan gerakan lain, sehingga serangan fajarnya gagal total. Fyi, serangan fajar yang dilakukan bapakku tadi, berhasil melumpuhkan aku dalam waktu sepersekian menit. Mungkin 2 sampai 5 menit. Sangat traumatis! Anyway, aku suka bermain catur, kalau boleh dikatakan, tingkatanku di atas pemula lah. Aku bisa menang kalau lawanku seimbang, tapi kalau lawanku sudah pro, aku akan K.O juga. Sore ini aku main catur online saja, karena di rumah tidak ada yang bisa catur kecuali bapak. Dan bapak sangat repot. Ternyata lumayan seru juga, aku melawan manusia sungguhan soalnya, bukan robot. Sore ini aku menang. Hehe Di sekolah aku bolak balik bermain catur, tentu sama bapak bapaknya, karena ibu ibunya tidak ada yang bisa main. Satu satunya ibu...

Surat Cinta

Lagi lagi, ku tuliskan surat cinta ini. Aku berharap kamu membacanya, meski aku tau ini harapan yang mustahil. Jadi ku tuliskan saja untuk semuanya, semoga angin membawa kabar gembira ini sampai di telingamu. *** Aku masih suka melihatmu, Begitu melihatmu, darahku benar benar berdesir cepat sekali, telapak tanganku dingin, dan aku susah berpikir dengan jernih. Aku tergagap, tidak bisa berbicara, bahkan tersenyum pun enggan. Padahal aku sesuka itu padamu. Benar kata orang orang, kalau perempuan suka, jangankan bicara, menoleh pada orang yang ia sukai pun tak sudi. Aku sungguhan tidak bisa melihatmu dengan baik. Sebelumnya aku sudah berlatih untuk menatapmu barang 3 detik saja, kata para ahli, itu bisa menjadi pengirim sinyal kalau kita suka dengan orang tersebut. Aku sudah bertekad akan mencobanya, mencoba menatapmu. Tapi sial, baru sepersekian mili detik kita bertatapan saja, aku sudah kacau tidak karuan, aku buru buru buang muka. Menatapmu saja aku tidak bisa, apalagi bicara! Aku kada...

Surat Terbuka untuk Kelas XII 2018

Demi menulis apa yang sedang menyesaki kepala, sampai rela meninggalkan soal ulangan yang padahal dikejar deadline. Bismillahirrahmanirrahim... Jadi, malam ini, Nak. Postingan ini ditujukan untuk kalian anak-anak ibu yang lucu dan menggemaskan (pada akhirnya kalian menjadi lucu dan menggemaskan bagi ibu). To be honest , jarang sekali momen paska perpisahan itu baper ya, sampai-sampai tertuang di blog ini. Tapi mungkin dua tahun cukup lah sebagai pertimbangan kenapa kalian agak berkesan hingga akhirnya ibu rela menuliskan surat ini disini.

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

Kos Putri 165

  Assalamu'alaikum, Blogger...   Tidak terasa sudah 3 tahun saya tinggal di kota cantik ini. Menjadi pendatang memang bukan h al yang mudah, karena selain kita harus bisa beradaptasi, kita juga harus bisa menemukan tempat tinggal yang cocok dan nyaman. Selama ini saya sudah 3 kali pindah kos-kosan. Mulai dari di daerah Yos Sudarso, Pangeran Samudera, dan yang terakhir di Borneo. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menemukan kos yang sesuai dengan keinginan saya. Nah, dengan segala kerendahan hati saya :D Hari ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di kos saya ini, yaitu Kost Putri 165. Yuk disimak!