Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Everything about "Sedekah"

Assalamu’alaikum Blogger...
Sebelum memulai postingannya by the way, Happy Ied Mubarak 1436H yah! Semoga Allah menerima amal kita semua, aamiin.

Dari Umamah Ra, katanya Rasulullah bersabda: “Hai, anak Adam! Sesungguhnya jikalau engkau sedekahkan kelebihan hartamu, akan lebih baik bagimu daripada jika engkau tahan-tahan (simpan) yang malah akan berbahaya bagimu. Dan engkau tidak akan dicela jika menyimpan sekadar untuk keperluan. Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggunganmu” (HR. Muslim)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Al Munafiqun: 10)

Sedekah..sedekah..sedekah... Sedekah itu apa sih?

Banyak sekali hadist dan ayat Al Quran yang menyinggung tentang sedekah. Nah hari ini untuk menjawab rasa penasaran kita akan sedekah, dan hitung-hitung nambah ilmu, saya akan membahas beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang sedekah. Insya Allah bermanfaat.

Kita mulai dari pengertian sedekah. Sedekah secara bahasa berasal dari kata shadaqa, artinya yakni suatu pemberian seorang muslim secara sukarela tanpa dibatasi jumlah dan waktu. Sedekah berbeda halnya dengan infak atau zakat. Infak berasal dari kata Nafaqa yang mempunyai arti kata ‘keluar’. Infak yakni mengeluarkan sesuatu (harta) untuk suatu kepentingan yang baik, maupun buruk. Hal ini disebabkan dalam Al Quran surat Al Anfal ayat 36 menyebutkan, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah, mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan, dan ke dalam jahanamlah orang–orang yang kafir itu dikumpulkan.” Itulah sebabnya infak tidak semata-mata hanya untuk kepentingan yang baik, karena orang kafir pun bisa berinfak, namun bukan untuk kebaikan.
Katakanlah, ‘Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.’ Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS. Saba: 39)
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al Baqarah: 274)

Sedangkan zakat, disebutkan dalam rukun islam yang ketiga setelah syahadat dan shalat, yang memiliki arti An-Nama (tumbuh dan berkembang), Ath-Thaharah (suci), dan Ash-Sholahu (baik). Artinya apabila kita mengeluarkan zakat, maka harta kita tidak akan berkurang, melainkan tumbuh dan berkembang lebih banyak. Zakat juga mensucikan harta kita dari sifat hasad, dengki, dan bakhil. Harta yang kita keluarkan zakatnya akan menjadi baik, dan zakat itu sendiri akan memperbaiki kualitas harta yang kita keluarkan dan amal pemiliknya.

Setelah mengetahui pengertian sedekah, lantas bagaimana caranya kita sedekah? Perlu kita ketahui perbedaan antara sedekah, infak, dan zakat yakni, ketika kita menyebutkan infak dan zakat, maka konotasinya adalah harta, namun berbeda dengan sedekah, karena sedekah tidak mesti harta.

Dari Abu Dzar Ra: Nabi bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shadaqah, tiap-tiap tahmid adalah shadaqah, tiap-tiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah ...” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim menabur benih atau menanam pohon, lalu dimakan oleh burung, hewan ternak atau pun manusia, melainkan menjadi nilai sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Masya Allah, banyak sekali hal-hal sederhana yang terhitung sebagai sedekah. Berdzikir, menyeru kebaikan, mencegah kemungkaran, bahkan menanam pohon pun ternilai sebagai sedekah. Artinya, kita bisa bersedekah kapanpun dimanapun dengan apapun. Asal jangan lupa, diniatkan untuk sedekah, semata-mata mencari keridhaan Allah Swt.

Bila seorang lelaki menafkahi keluarganya dengan niat mencari pahala, maka itu sedekah baginya.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah, berapa banyak pahala yang diperoleh ayah kita lantaran memberi nafkah kepada kita, ya? :D
Karena kita tidak hanya bisa bersedah melalui harta, maka tidak perlu menunggu kaya untuk bisa bersedekah, justru bersedekahlah agar menjadi kaya.

Dari Abu Huraihah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa bersedekah biji kurma dari usahanya yang halal, Allah akan menerima sedekah itu dengan tangan kanan-Nya. Karena, sesungguhnya Allah Swt. hanya mau menerima sedekah dari usaha yang halal dan akan memberikan tambahan kepada pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang terus menambah tabungannya yang sedikit, sampai menjadi gunung.” (HR. Bukhari Muslim)
Hal paling sederhana yang juga bernilai sedekah yakni senyuman. Berikan senyuman terbaik kita kepada saudara kita, insya Allah sudah terhitung sebagai sedekah :) Mudah kan untuk bersedekah?

Selain itu, hal penting yang perlu kita ketahui yakni manfaat sedekah. Berikut beberapa hadist yang menjabarkan manfaat sedekah. 

Sedekah yang tersembunyi akan memadamkan amarah Allah” (HR. Ath Thabarani)

Sesungguhnya, sedekah seorang muslim itu akan memperpanjang umurnya dan mencegah dirinya dari kematian yang buruk, serta Allah Swt. akan menjadikan sedekahnya sebagai penghapus dosa, kesombongan, dan kecongkakan.” (HR. Thabrani)

Bayangkan, betapa baiknya Allah, sedekah ringan kita ternyata manfaatnya luar biasa kan?
Nah setelah mengetahui hal-hal tentang sedekah, semoga mulai saat ini kita jadi termotivasi untuk selalu sedekah ya, Blogger. Ayo mulai sekarang, kita niatkan dalam hati untuk sedekah, sedekah, dan sedekah. Mari jadi orang yang gemar bersedekah!

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda; “pengibaratan antara orang yang kikir dan orang yang gemar bersedekah adalah seperti dua orang laki-laki yang diikat dengan ikatan besi sehingga menghalangi langkahnya. Apabila orang yang dermawan ingin bersedekah, maka ikatan itu menjadi longgar sehingga dia bisa membebaskan dirinya dari ikatan itu. Sedangkan orang yang kikir ingin bersedekah, maka ikatan itu menjadi sempit, tangannya terhimpit di bawah leher dan setiap ruas menyatu dengan yang lainnya.” Abu Hurairah berkata, “saya mendengar Rasulullah bersabda “kemudian dia (orang yang kikir) berusaha sekuat tenaga untuk melonggarkan ikatannya tetapi tidak berhasil.” (HR. Muslim)

Oh iya jangan lupa, ada poin penting yang perlu kita ingat, agar pahala sedekah kita tidak hilang, jangan sampai kita mengungkit pemberian kita atau bahkan menyakiti perasaan si penerima sedekah. Seperti firman Allah berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-menyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.“ (QS. Al Baqarah: 264)

Baik, mata dan tangan saya mulai tidak sinkron ini, beberapa kali typo. Saya rasa cukup sekian secuil pembahasan tentang sedekah. Kalau mau tau lebih lanjut, disantap saja buku-buku yang berbau-bau sedekah, untuk referensi, bisa mengintip buku Ust. Yusuf Mansur ya. Keep shadaqah! :))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🄲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🄲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😄 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas