Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Side to Side

Hai Guys! Hari ini aku mau review skuisik baru ak- eh salah deh. Ini tuh gara-gara kecipratan demam nontonin vlog squisy. Kebiasaan si adek, kids jaman now yang nular ke kakakknya yang gemesin. 
Yuk ah salamnya diulang~

Assalamu'alaikum, my secret admirer~ (Mood pedenya lagi tingkat semesta)

Postingan ini ditulis berdasarkan kekhilafan karena menegak segelas penuh es kopi di kafe tadi, terus as you know saya paling tidak bisa minum kopi, jadilah malam ini saya menjelma menjadi kelelawar alias insomlover.

Sedang berselancar kesana kemari, ke Twitter, Facebook, Blog... lalu lagu Ariana Grande tanpa sopannya menelisik masuk ke telinga melalui earphone. Mengutip dari dialognya Shah Rukh Khan dalam film My Name is Khan, "The theory of entrainment in Physics states that some specific sounds increase the rate of your heartbeat" atau dalam versi yang lebih sederhana, "The heartbeat gets faster when you hear some special voices" dan ini berlaku detik ini pada saya.
 
For some reasons, I hate this song :'(

Setiap lagunya Ariana dengan judul Side to Side diputar, ingatan saya langsung kembali ke dua situasi. Situasi di dalam mobil kak Yanti dan situasi di dalam bioskop. Ingatan pertama menyenangkan, ingatan keduanya agak sedikit menyulitkan (m-e-n-y-u-l-i-t-k-a-n). 

Banyak keputusan dalam hidup yang seringkali terasa sulit dijalani. Termasuk keputusan untuk menuliskan lembaran baru bersama teman baik. Bagian termanis dari menorehkan kenangan bersama teman baik adalah kita bisa buy one get one free. Teman baik plus teman hidup. Sayangnya, resiko terburuknya adalah you can lose both. Kamu bisa kehilangan keduanya, teman hidup sekaligus teman baik.

Lucunya, yang dihindari kadang justru datang menantang tanpa rasa takut.

Belajar dari kesalahan masa lalu dan ribuan pertimbangan yang pada akhirnya membawa saya untuk mengambil keputusan beresiko ini. Kenapa kita tidak mencoba untuk melewati beberapa waktu bersama-sama? Bukankah saya terlalu egois kalau harus terus menghindar?

Satu dua pekan. Ratusan alasan. Harapan.

Setelah dijalani, ternyata sulit juga.
Banyak janji yang tidak terpenuhi, banyak kebenaran yang sulit diungkapkan, kejujuran yang justru disimpan dalam-dalam, perasaan yang ditutup rapat. Kenapa kita begitu sulit saling terbuka?
Sepertinya, kita justru saling melukai satu sama lain. Maka, apakah ini saatnya kita harus saling berjalan sendiri-sendiri? Daripada kita saling terluka dan melukai yang lain tanpa sadar. Tidak mudah, tapi pasti bisa. Bahkan kita berdua pernah melalui yang lebih pelik lagi dari situasi ini, dan kita mampu. Maka semestinya, ini tidak sesulit sebelumnya.

Tidak beruntungnya, kita tidak punya visi dan misi yang perlu direalisasikan. Beruntungnya lagi, kita tidak perlu repot saling melupakan karena memang hanya ada sedikit kenangan yang dibuat, dan memang tidak ada yang harus dilupakan. Walau mungkin kita harus menghapus sedikit memori yang tidak sengaja hadir di beberapa tempat yang kita kunjungi bersama.

Kita hanya perlu saling lost contact, menyibukkan diri, dan beradaptasi dengan dunia masing-masing lagi.
Kita hanya perlu berpura-pura bahwa tidak ada yang terjadi di antara kita dan semua baik-baik saja.
Kita pun sudah kehabisan alasan untuk saling bertemu di waktu yang akan datang.
Dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita.

Saya pernah melalui kehilangan yang menyesakkan. Seharusnya kali ini tidak akan semenyedihkan itu. Saya tidak lagi takut kehilangan, karena saya percaya bahwa Allah tidak akan ingkar janji. Semua yang terjadi pasti terjadi, yang tidak harus terjadi, tidak akan pernah terjadi.

Saya tidak punya penyesalan yang tersisa. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk 'kita'. Yang saya sayangkan adalah sepertinya kamu masih belum melenyapkan keraguan di benakmu.

Akan ada yang lebih baik di waktu yang baik.

Entah hal baik itu kamu atau bukan. Tugas saya hanya menjalaninya dengan penuh keyakinan dan bahagia.

Hanya yang mengalami akan mengerti arti dari tulisan ini.

Setiap kalimat ditulis dengan makna. Pahami. Jangan sampai salah arti. :)

Happy midnite.
From me with a ton of love❤



PS: Kelaparan, maag, mau pup, dan ngantuk di saat yang bersamaan. -_- subhanallah. Aku mah bingung harus ngapain dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Menelan Kekalahan

Kini aku tau, dampak yang harus ditanggung dari kalimat sederhana yang sering didengungkan, kalimat "yang penting ikut". Ternyata tidak sederhana kedengarannya. Berawal dari menggugurkan kewajiban, berakhir pada totalitas tanpa batas atas nama tanggung jawab dan idealisme. Aku diminta membimbing lomba. Aku sangat tidak tau apa apa, belum pernah ikut sama sekali. Dan kalau dipikir pikir, bukan bidangku juga. Tapi semua guru di muka bumi ini juga mengalami hal serupa. Sering lintas bidang yang dikuasai. Lulusan apa, tiba tiba mengajar apa. Ternyata hal seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari. Singkat cerita aku mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, bahkan uangku. Tapi tak apa. Aku akan melakukan yang terbaik. Begitu juga anakku, dia harus mendapatkan bimbingan yang terbaik dari aku. Dia juga bahkan harus mendapat dukungan moral (yang aku sendiri tertatih tatih memupuk diriku) setiap waktu. Aku mempelajari dengan seksama isi juknis, aku mempelajari semua material yang k...

Himdeureo

Jalan ini sulit, Apakah akan terasa mudah jika melaluinya bersamamu? Aku sekarang tidak mahir membuat tulisan panjang lebar lagi, mungkin karena aku tidak punya objek dalam tulisan ini. Tak ku tujukan pada siapapun, tak ku sematkan untuk siapapun. Tulisan tulisan tak bertuan. Miliki saja bila kau ingin. *** Aku ada disini. Dalam ratusan tulisan yang bisa kau baca tiap hari. Kau bisa mampir jika ingin. Kau bisa membacanya jika rindu. Seolah aku sedang bercakap di depanmu. Kau bisa membawaku dalam semua kegiatanmu. Saat kau menunggu antrian, saat kau sedang bosan, saat kau akan tidur. Aku selalu ada. Tapi bagiku, kau tidak ada dimanapun. Kau tidak bisa ku temukan dalam apapun. Kau tidak akan pernah hadir walau ku cari bertahun tahun. *** Aku membencimu, sebanyak aku ingin melupakanmu.