Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Aku dan Kopi Instan

Assalamu'alaikum para pencinta kopi!!!
Kopi? Wah... Hari gini siapa yang ngga suka kopi nih?

Apalagi buat kalian anak kafe, pasti sering sekali minum kopi kan? Hari ini kopi memang menjadi menu favorit setiap orang. Kopi jadi menu andalan di kafe-kafe. Bahkan sekarang kedai yang khusus menjual kopi sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Mulai dari kedai sekelas St*rbuck sampai kedai yang cuma gerobakan doang. Semua menjual kopi!.



Saya sendiri sebenarnya cukup suka kopi, kopi instan ya maksudnya. Tolong dicatet.
Awalnya saya memang kurang menyukai kopi. Mungkin karena dulu saya cuma mengenal kopi K*pten dan kopi itu agak pahit (memang pahit sih). Akhirnya saya dulu cukup puas dengan minuman kebangsaan saya, yaitu susu kental manis coklat pakai es batu. Wkwkwk.

But everything has changed!
Perjumpaan kopi yang 'enak' baru dimulai ketika saya kuliah. Sore itu, saya dan teman-teman habis mengacak-acak mall, sebelum pulang, saya dan teman-teman main sebentar ke kedai fast food. Karena baru pertama kali masuk K*C, maka nurut saja sama pesanan teman saya. Dan disitu teman saya memesankan saya Mocca float. Setelah meminumnya, saya nobatkan hari itu juga saya jatuh cinta dengan minuman kopi-kopian.

http://kopi-indonesia.com/coffee-recipes/
Perjumpaan kopi terus berlanjut. Tetangga kos saya ternyata seorang penggila kopi instan. Stok kopinya selalu ada. Alhasil kalau main kesana, saya selalu ditawari kopi. Kopi yang kebetulan selalu ada yaitu kopi G*od day. Pertama kali minum kopi dirumahnya, saya dikasih yang rasa chococinno. Entah karena lidah lebih familiar dengan kopi punyanya K*C, maka saya kurang tertarik dengan si kopi G*od day ini. Tapi lama kelamaan, saya jadi suka loh. Dan saya juga ikut-ikutan nyetok.

Sejak hari itu, saya jadi coffee addicted! Gue cinta kopi!

Tapi apa saja yang dikonsumsi berlebihan selalu membawa dampak buruk. Begitulah yang terjadi pada si coffee addicted pemula ini. Gelisah, susah tidur, bawaannya marah (mungkin memang bawaan lahir) dan berbagai macam pengaruh kafein lainnya. Belum lagi tayangan-tayangan dan artikel di media massa yang entah kenapa seperti menyindir kebiasaan baru saya. Padahal dulu ngga ada kan acara semacam Dr. Oz yang membahas kopi? Lah ini pas saya lagi gila kopi, semua acara kesehatan mendadak temanya 'kopi'. Semua media massa itu pun mulai membayangi saya. Mulai dari penjabaran efek buruknya ke tampilan fisik, sampai ke penyakit yang cukup serius karena konsumsi kafein berlebih. Maka demi nama kesehatan. Saya putuskan mengurangi minum kopi!

It's hard, Man. Mengurangi minum kopi itu sama seperti mengurangi uang jajan di kala sale bertebaran dimana-mana. Mau mengurangi kopi tapi lapak cappuccino cincau selalu ada di setiap jalan. Mana pas lagi panas-panasnya.

Jadilah saya akalin dengan mengganti kecanduan kopi saya dengan coklat. Yah G*od day diganti sama M*lo. Lumayan mirip kan? Daripada G*od day saya ganti sama es cendol? Hayolo jauh.

Saya mulai menggeser stok G*od day saya dengan M*lo. Itulah kenapa saya cukup suka M*lo belakangan ini. Kalau haus panas dan pengen capcin, belinya yang H*lo (M*lo jarang ada), bayangin deh H*lo pake cincau. Hehe. Aneh rasanya sih, tapi lumayan lah daripada nanti anak saya ngiler (ngidam kali ya).

Yah, walau saya akui, saya masih sering minum kopi. Tapi porsinya beneran dikurangin. Kalau dulu tiap hari, sekarang sekali seminggu. Atau kadang dua minggu sekali.

Dan setelah sukses mengurangi kopi. Cobaan berikutnya justru hadir di kantor. Di kantor lagi demam kopi instan. Senior saya baru saja nyetok kopi T*rabika moka. Soalnya gara-gara musim UN kemarin, buat jaga-jaga kalau aja pengawas UN dari sekolah lain pengen minum kopi. Makanya di kantor sekarang punya kopi.

Atas dasar itulah, karena stok kopi masih ada, jadilah si senior suka banget bikin kopi. Dan tiap bikin pasti nawarin. Beruntungnya saya kurang suka dengan kopi yang ada ampasnya. Jadi kalau ditawarin, saya masih bisa mengelak.
"Ayo bu Mukti, bikin kopi kah? Ini abis beli"
Dapat digugel
"Ngga usah bu. Makasih"
Dan begitu terus sampai stok kopinya habis. Hehe.

Tapi pertahanan penolakan itu akhirnya runtuh hari ini.
"Ayo bu Mukti mau bikin kopi kah?"
"Oh ngga usah bu." Saya noleh sebentar sambil tangan sibuk stalking instagram.
"Ini ibu beli T*rabika cappuccino yang ada tambahan coklatnya itu lo"
Saya noleh 90 derajat celcius (eh)

What? Maksud ibu yang ada coklat granulenya? Thats my favorite coffee :'(
Akhirnya menimbang-nimbang sebentar, saya ikhlaskan hari ini minum kopi. Alasan klasiknya sih 'demi menghargai senior. Masa iya ditolak terus kan?' hehee. Jadilah hari ini temu kangen dengan si kopi yang rasanya mengingatkan pada mantan kopinya K*C, moccafloat. Apalagi kalau minumnya pakai es batu, ^^ berhubung di kantor ngga ada es batu, ya minum yang hangat aja.
Walau ngga ada krim kopi yang mengapung, minimal kan ada krimer manis tipis dan ada taburan coklat gajenya, tasty!

Dan pulangnya saya langsung gelisah, susah tidur, sakit perut dll, hehe, bawaan kafein. Berjanji besok minum lagi ngga minum kopi sampai ada yang godain pake T*rabika cappuccino lagi :P haha

Postingan ini sekedar intermezzo. Trims buat yang sudah baca, silakan tinggalkan jejak,, tapi jangan jejak sepatu kotor yah :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

Catur dan Filosofi Absurdku

Sedari kecil bapakku yang master catur (ceilah) sudah mengajariku bermain catur. Dari sekian banyak permainan catur, ada satu serangan yang sangat berkesan dan selalu ku coba untuk lakukan ke lawan mainku. Tapi selalu gagal karena 'kebetulan' mereka melakukan gerakan lain, sehingga serangan fajarnya gagal total. Fyi, serangan fajar yang dilakukan bapakku tadi, berhasil melumpuhkan aku dalam waktu sepersekian menit. Mungkin 2 sampai 5 menit. Sangat traumatis! Anyway, aku suka bermain catur, kalau boleh dikatakan, tingkatanku di atas pemula lah. Aku bisa menang kalau lawanku seimbang, tapi kalau lawanku sudah pro, aku akan K.O juga. Sore ini aku main catur online saja, karena di rumah tidak ada yang bisa catur kecuali bapak. Dan bapak sangat repot. Ternyata lumayan seru juga, aku melawan manusia sungguhan soalnya, bukan robot. Sore ini aku menang. Hehe Di sekolah aku bolak balik bermain catur, tentu sama bapak bapaknya, karena ibu ibunya tidak ada yang bisa main. Satu satunya ibu...

Kos Putri 165

  Assalamu'alaikum, Blogger...   Tidak terasa sudah 3 tahun saya tinggal di kota cantik ini. Menjadi pendatang memang bukan h al yang mudah, karena selain kita harus bisa beradaptasi, kita juga harus bisa menemukan tempat tinggal yang cocok dan nyaman. Selama ini saya sudah 3 kali pindah kos-kosan. Mulai dari di daerah Yos Sudarso, Pangeran Samudera, dan yang terakhir di Borneo. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menemukan kos yang sesuai dengan keinginan saya. Nah, dengan segala kerendahan hati saya :D Hari ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di kos saya ini, yaitu Kost Putri 165. Yuk disimak!

Surat Terbuka untuk Kelas XII 2018

Demi menulis apa yang sedang menyesaki kepala, sampai rela meninggalkan soal ulangan yang padahal dikejar deadline. Bismillahirrahmanirrahim... Jadi, malam ini, Nak. Postingan ini ditujukan untuk kalian anak-anak ibu yang lucu dan menggemaskan (pada akhirnya kalian menjadi lucu dan menggemaskan bagi ibu). To be honest , jarang sekali momen paska perpisahan itu baper ya, sampai-sampai tertuang di blog ini. Tapi mungkin dua tahun cukup lah sebagai pertimbangan kenapa kalian agak berkesan hingga akhirnya ibu rela menuliskan surat ini disini.

Surat Cinta

Lagi lagi, ku tuliskan surat cinta ini. Aku berharap kamu membacanya, meski aku tau ini harapan yang mustahil. Jadi ku tuliskan saja untuk semuanya, semoga angin membawa kabar gembira ini sampai di telingamu. *** Aku masih suka melihatmu, Begitu melihatmu, darahku benar benar berdesir cepat sekali, telapak tanganku dingin, dan aku susah berpikir dengan jernih. Aku tergagap, tidak bisa berbicara, bahkan tersenyum pun enggan. Padahal aku sesuka itu padamu. Benar kata orang orang, kalau perempuan suka, jangankan bicara, menoleh pada orang yang ia sukai pun tak sudi. Aku sungguhan tidak bisa melihatmu dengan baik. Sebelumnya aku sudah berlatih untuk menatapmu barang 3 detik saja, kata para ahli, itu bisa menjadi pengirim sinyal kalau kita suka dengan orang tersebut. Aku sudah bertekad akan mencobanya, mencoba menatapmu. Tapi sial, baru sepersekian mili detik kita bertatapan saja, aku sudah kacau tidak karuan, aku buru buru buang muka. Menatapmu saja aku tidak bisa, apalagi bicara! Aku kada...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...