Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
Assalamu’alaikum Blogger
Ini
tentang beasiswa saya yang tak kunjung cair juga sampai detik ini. Karena saya
merasa dipermainkan, maka jangan menyalahkan saya apabila saya mengungkapkan
keluhan saya di dunia maya. Awalnya, saya berani untuk melangkahkan kaki
menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di
Kalimantan Tengah ini karena saya telah terdaftar menjadi salah satu mahasiswi
penerima beasiswa yang ditawarkan oleh PTN tersebut. Sebenarnya, kalau nama
saya tidak tercantum di daftar penerima beasiswa, sudah dipastikan saya tidak
akan ada di kota ini untuk kuliah. Bukan rahasia lagi kalau sekarang biaya
pendidikan mahalnya selangit, atas dasar itulah saya sempat nyaris tidak dapat
melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi.
Saya tidak pernah percaya janji pemerintah
tentang pendidikan gratis yang sering digembar-gemborkan saat kampanye. Toh
pada saat mereka sudah terpilih menjadi pemimpin, janji palsu itu lenyap seolah
mereka tidak pernah menjanjikannya, kalau istilah anak ABG sekarang sih PHP.
Mana pendidikan gratis? Mana pengobatan gratis untuk orang miskin? NOL besar!
Yang ada, perut mereka yang tambah membuncit makan uang rakyat. Saya
berlebihan? It’s the REALITY.
Back
to motion, perihal beasiswa,
ini murni usaha saya sebagai anak bangsa yang ingin menikmati fasilitas
negaranya sendiri. Dimulai dari saat saya masih di bangku SMA, karena saya
masuk rangking 7 besar di kelas, otomatis saya diijinkan untuk mengikuti SNMPTN
undangan dan memilih PTN yang dituju. Sebenarnya saya tidak terlalu berminat
untuk ikut seleksi ini, karena orang tua saya tidak mempunyai biaya. Iseng
saja, pikir saya. Kemudian ada teman SMA saya yang menyarankan saya untuk ikut
program beasiswa, boleh disebutkan program beasiswanya? Oke untuk privasi,
inisial programnya adalah BM. Persyaratannya sesuai dengan yang ditulis di
website adalah, orang tua bukan PNS, penghasilan di bawah 2.5 juta, berprestasi
dll. Saya merasa, saya berhak untuk mendapatkan beasiswa ini. Akhirnya, dengan
dibantu teman saya, saya pun mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa BM.
Singkat cerita, saya lulus SNMPTN undangan dan
saya juga tercatat sebagai penerima beasiswa BM. Subhanallah, senangnya bukan
main. Apalagi saat melihat angka yang tertera di website, kalau penerima BM
akan mendapatkan tunjangan pendidikan sebesar 6 juta persemester selama 4 tahun
masa kuliahnya. Artinya, saya tidak perlu memusingkan biaya pendidikan saya
selama saya kuliah. Saya pun memberanikan diri berangkat untuk menimba ilmu di
kota orang.
Kemudian beberapa hari setelah menyelesaikan
registrasi universitas, kami para penerima beasiswa BM pun bertemu dalam suatu
forum dikusi, diberikan arahan dan saling tukar pikiran. Alhamdulillah, selang
beberapa pekan setelah acara itu, dana beasiswa kami bisa kami terima. Awalnya
saya kira, dana sebesar 6 juta itu langsung ada di tangan. Ternyata, sistem
kredit berlaku. Menurut pengurusnya, uang itu akan diberikan secara berkala
tiap 3 bulan sekali. Wow, saya kira rumah saja yang bisa dikredit, ternyata
beasiswa juga bisa ya?
Over all, walau dikredit paling tidak beasiswa lancar
sampai 3 semester awal. Mulai memasuki semester 4, saat-saat dimana mahasiswa
disodori dengan biaya hidup yang tidak sedikit. Ada diktat yang menunggu
dibeli, SPP, biaya kost, makan, bensin dan semua hal tentang mahasiswa yang
saling berebut minta diprioritaskan. Saya bingung. Beasiswa BM saya yang
seharusnya sudah ada di tangan sejak awal januari, tidak kunjung cair juga.
Terpaksa bayar SPP dengan membuka celengan saya dan minta dengan orang tua.
Saya menangis saat minta tambahan dengan Bapak Ibu saya, saya tidak tega
sebenarnya, tapi kalau tidak begitu, bagaimana saya bisa melanjutkan kuliah
saya?
Isunya bulan februari cair. Saya belajar sabar
dan tetap tenang. Sejauh ini, saya masih bisa menangani biaya-biaya yang
menyita perhatian saya, jadi saya masih calm
down. Tapi Blogger, isu hanyalah isu. Bulan februari berlalu menyisakan
beberapa tunggakan yang belum bisa saya bayar. Saya mengalah tidak membeli
beberapa buku penunjang kuliah saya demi uang makan. Alasannya, tidak ada uang.
Beasiswa belum cair. Isu baru lagi, bulan maret. Oke bulan maret, saya masih
bisa menunggu. Tapi, manusia juga punya batas kesabaran. Apalagi saya yang
statusnya cuma mahasiswa. Ini sudah pertengahan maret Blogger! Harus sampai
kapan saya menunggu? April? Mei? Saya pernah mengunjungi rektorat di bagian
bidang kemahasiswaan untuk menanyakan kepastiannya. Tapi yang saya dapat?
Ketidakpastian lagi! PHP! Kemana sih sebenarnya dana beasiswa itu? Apa yang
menyebabkannya sampai terlambat cair? Apa ada KKN di dalamnya? Masa tega sih,
ini kan uang untuk mahasiswa yang kurang mampu! Klimaksnya, kalau saya sampai
putus kuliah gara-gara hal memalukan ini, siapa yang mau bertanggung jawab?
Dalam Islam, doanya orang yang terdzalami itu
bisa naik sampai ke langit dan Allah Maha cepat perhitunganNya. Yah, saran saya
sih hati-hati saja buat orang-orang yang terlibat dalam pencairan dana beasiswa
BM ini. Karena, ratusan orang terdzalami di dalamnya.
Untung
saya bukanlah mahasiwa yang hobi demo anarkis, saya cukup cerdas untuk
mengeluarkan unek-unek saya lewat tulisan dan rangkaian kata-kata. Menurut
saya, ini lebih efektif daripada panas-panasan meneriakkan aspirasi lewat toa.
Apalagi sampai ada aksi bakar mobil rektor. Kan gak lucu yah Blogger :)

Saya atas nama mahasiswa PTN di Kalimantan
Tengah yang cinta damai, saya harap tulisan saya bisa mewakili aspirasi semua
mahasiswa penerima beasiswa BM yang sedang MENUNGGU beasiswanya cair. Semoga
beasiswa secepatnya cair dan hal seperti ini tidak pernah terulang lagi di masa
depan. :) Aamiin ya Rabb.

Komentar
Posting Komentar