Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Menulis itu Baik, Maka Tulislah Hal yang Baik

Assalamu'alaikum Blogger...
Apa yang sedang Anda lakukan sore ini? 
Sore ini saya sedang berkutat di depan laptop, mengerjakan tugas proposal penelitian kimia murni, sambil sesekali surfing di dunia maya. Bosan juga terus-terusan mengerjakan proposal :D

Hari ini saya sedang gelisah, saya bingung Blogger, saya bingung dengan masa depan saya. Saya suka menulis, tapi saya tipikal orang yang tidak konsisten, bisa dilihat dari isi blog saya yang jarang saya perbarui. Kalau sedang rajin, ya saya akan posting, tapi kalau lagi sibuk atau malas, ya sunyi blog ini. Padahal saya mau jadi penulis :'(

Ngomong-ngomong soal menulis, saya yakin semua orang suka dan bisa menulis. Menulis merupakan salah satu keahlian yang harus dikuasai semua orang. Mengingat betapa pentingnya menulis, anak berumur 3 tahun pun sudah diajari menulis oleh orang tuanya. Menulis juga salah satu prasyarat seorang anak untuk bisa masuk sekolah dasar. Apa sih pentingnya menulis? Nah, hari ini sambil saya menyelesaikan proposal, saya akan membagikan serba-serbi menulis kepada Anda :) insya Allah postingan ini bermanfaat dan sekaligus memotivasi saya juga untuk terus menulis.

Menulis. Hampir semua aktivitas kita  tidak terlepas dari kegiatan menulis. Menulis sms, menulis surat, menulis bbm, menulis status, menulis daftar belanja, menulis tugas, dsb. Wah, menulis semua ya. Menulis ini menurut saya tujuannya cuma satu, mengungkapkan suatu hal melalui rangkaian kata/ angka. Ketika ada hal yang tidak bisa dibicarakan, maka sebagai gantinya akan diungkapkan melalui tulisan. Dulu mungkin kegiatan menulis pure menggunakan tangan. Makanya dulu 'menulis indah' jadi salah satu mata pelajaran wajib di TK dan SD. Semakin indah tulisan, semakin baik juga kepribadian seseorang (katanya). Tapi semakin kesini, orang jarang lagi menulis dengan tulisan tangan. Perkembangan teknologi cepat sekali mempengaruhi semua bidang, semua serba teknologi. Menulis pun bisa dilakukan dengan menggunakan alat. Termasuk menulis surat, karena sudah ada software pengolah kata, Ms.word. Menulis menjadi hal yang mudah, orang tidak perlu lagi harus berlatih menulis indah sampai satu halaman strimin penuh, cukup bermain di keyboard, dan taraaa tulisan pun muncul. Lebih cepat, lebih praktis, dan lebih rapi.

Menulis saat ini menjadi hal yang amat mudah. Bahkan selain bisa menulis dengan mudah, sekarang pun hasil tulisan bisa langsung dibagikan ke semua orang. Contohnya Facebook, tinggal klik kolom 'perbarui status', ketik-ketik sampai jari keriting, dan bagikan. Wah, semua orang yang menjadi teman Anda langsung bisa membaca status Anda. Saking mudahnya, kegiatan menulis pun mulai disalahgunakan, dan dari sini masalah mulai muncul.

Saat ini sedang merebak fenomena "apa-apa di-update" atau "apa-apa jadi status", nah fenomena ini sebenarnya sangat saya khawatirkan. Kehujanan di-update, kepanasan di-update, jatuh pun di-update. Facebook, Twitter, BBM, Blog, Line, Path, dan sederet aplikasi serupa merupakan wadah yang baik untuk mengupdate segala hal yang terjadi. Cara mengaksesnya pun terbilang sangat mudah. Karena kelewat mudahnya, maka para 'penulis' itu pun lupa, lupa bahwa tidak semua hal harus ditulis dan dibagikan.

Terkadang kemudahan menulis di era digital ini membawa banyak manfaat (termasuk saya), banyak yang menulis dengan tujuan berbagi ilmu, berdakwah, saling berdiskusi, menyiarkan berita, dan masih banyak lagi. Namun, ada juga yang hanya dipakai dengan tujuan menipu orang lain, menyebarkan berita bohong (hoax), pamer, atau mengumbar aib. Nah, kalau seperti itu, justru menulis bagi mereka tidak mendatangkan manfaat sama sekali, dan malah mendatangkan dosa. Sering sekali saya lihat di jejaring sosial, banyak user yang berkeluh kesah, menjelek-jelekan orang lain, menulis hal-hal yang nyaris tidak bermanfaat. Siapa yang salah? Bukan jejaring sosialnya, tapi user-nya. Pisau akan berguna kalau digunakan oleh koki, jelas tujuannya buat masak. Nah, kalau pisau ditangan perampok? Kemungkinan sih buat melukai korbannya. Sama halnya dengan tulisan, tulisan yang ditulis oleh seorang motivator, guru, atau ulama pasti bertujuan untuk membagikan semangat, ilmu, dan hal-hal baik lainnya. Tapi tulisan dari seorang galau-ers pasti isinya tidak jauh-jauh dari keterpurukkan.

Menurut buku 'Amalan-Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir' karya Aisyah Rofi'ie, salah satu amalan yang terus membawa manfaat bahkan sampai si pelakunya meninggal, yakni menulis. Jelas menulis ini bisa menjadi amal jariyah bagi si penulisnya. Insya Allah ketika kita tidak ada lagi, tulisan kita akan terus bisa dibaca oleh orang lain. Pahalanya akan terus mengalir sampai akhir zaman. Tapi satu hal yang penting diingat, tulisan yang dimaksud adalah tulisan "bermanfaat". Lah kalau tulisannya tidak bermanfaat? Harap hati-hati, Blogger, karena bukannya mendatangkan pahala justru mendatangkan dosa bagi Anda. Buat Anda yang hobi menulis status di jejaring sosial, di dunia maya, atau di dunia nyata (buku), sebaiknya cermati lagi, apakah karya Anda bermanfaat atau tidak. Ah, saya benar-benar tidak berniat menggurui, hanya saling mengingatkan karena Allah SWT. Saya pun masih belajar. :)

Baik, karena nyaris sore banget, saya harus mengakhiri postingan kali ini. Kesimpulannya adalah menulis itu baik, maka tulislah hal-hal yang baik. Semakin bermanfaat sebuah tulisan, semakin baik juga kepribadian seseorang (kata saya) :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

Takdir

Ada yang mengejarku selama ini, aku menghindar. Entah apa yang salah, mungkin aku membenci caranya mendekatiku. Setiap perhatiannya memuakkan. Aku juga kebingungan dengan diriku ini. Ternyata memaksakan diri jatuh cinta memang tidak mudah. Mungkin begitulah aku di matamu? Seketika itu aku bercermin. Melihat pantulan diriku yang begitu hebat masih mengejarmu. Mungkin kamu sangat terganggu dan kebingungan menghindariku. Dasar aku, kamu, dan takdir ini.

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...
Mau produktif menulis, tapi makin kesini makin membuncah rasa malasku, Hati yang khawatir, cemas berkepanjangan, tiba tiba datang menyerang, Aku ingin produktif, tapi terlalu malas