Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

I am Going to Get Well Soon

Assalamu'alaikum Blogger :D

Hari ini tanggal 26 September 2014. Tepat satu bulan yang lalu saya didiagnosa sakit pneumonia atau radang paru-paru. Menjalani serangkaian tes, mulai dari BHT, LED (laju endap darah), tes darah, sampai rontgen thorax. Dan hampir satu bulan juga saya sudah absen makan gorengan dan minum es. Bagian yang menyedihkan adalah 'absen minum es'. Baik, dengan harapan biar cepat sembuh, saya rela tidak minum es. Tiap ke rumah makan, pesan minumnya teh hangat, jeruk hangat, atau air putih biasa. Ihik :'( Saya sekarang lupa caranya pesan es teh.

Karena sakit, maka dari satu bulan yang lalu saya sudah mengonsumsi obat-obatan. Saya yang dari dulu paling menghindari minum obat, dengan berat hati merelakan liver dan ginjal saya bekerja ekstra berat. Harga obat-obatnya pun relatif mahal. Bahkan demi obat, rencana beli printer baru pun gagal. Sabar..sabar .......    --"

Dan hari ini, saya sudah menyelesaikan minum antibiotik rutin saya. Kembali ke rumah sakit untuk rontgen yang ketiga kalinya. Rekor baru hidup saya. Saya benar-benar sedang tidak bersahabat dengan tubuh saya. Saya membiarkan sinar X itu tiga kali melewati tubuh ini, hanya untuk mendapatkan foto hitam putih yang tidak jelas. Ah pasti tubuh saya sedang memusuhi saya saat ini.

Tau hasil rontgennya tadi? Taraaa... I am still sick :'(

Di ruang radiologi tadi, saya sempatkan melihat hasil rontgen sebelum pulang. Yah, lemas lagi. Sedih lagi. Mungkin seharusnya hasil rontgen jangan di tangan pasien, tapi di tangan dokter. Kemudian dokternya berbohong dan bilang, "ade udah sehat, tapi masih harus minum obat ya, nanti 10 hari kontrol lagi" terus dia nulisin sederet resep obat. At least, saya sebagai pasien akan tersugesti dan menganggap diri saya sehat :D semacam efek placebo, dimana obat utamanya adalah sugesti. Saya minum obat dengan semangat, karena di pikiran saya, saya sehat.

Tapi, beginilah kenyataanya...

Apa Anda pernah melakukan suatu usaha, kemudian gagal, Anda bangkit dan berusaha lagi, gagal lagi, begitu seterusnya. Apa pernah terpikir untuk menyerah? Lelah? Putus asa? Semuanya nonsense. Semacam sampai pada titik jenuh dalam hidup. Malas untuk bangkit. Nah, it is me now. Saya sampai pada titik ter'capek' pada penyakit ini. Capek, percuma minum obat, percuma kontrol, percuma absen minum es, percuma jaga pola makan, percuma beli obat. Lihat, saya masih tetap berkutat dengan penyakit ini. Malah sakitnya lebih parah. Alam pun seolah meng-iyakan sakit saya. Buktinya, oksigen untuk kesembuhan saya dicemari dengan asap tebal. Mungkin alam lagi malas mendukung kesembuhan saya. Kasihan paru-paru saya sedih nih. Hehe...

Bahkan, setelah dari rumah sakit tadi, saya mau beli es. Kan setelah satu bulan saya tidak minum es, kesehatan saya tetap saja tidak membaik. Jadi untuk apa absen minum es? Saya juga mau keluar malam terus. Menerpa angin malam yang tidak menyehatkan. Biarkan semua hal yang "tidak boleh" kini menjadi "boleh". Let it go~

Saya ingin menyerah dan lihat apa yang akan terjadi :'( hmmm.....take a deep breath...

Tapi dalam kamus islam, tidak ada kata menyerah, putus asa. Semua akan baik-baik saja. Allah tampaknya sayang sekali sama saya, saya masih dibiarkan sakit. Mungkin dosanya saya belum terhapus semua kali ya. Kan dosa saya buanyak. Bukankah Allah tidak akan menguji ummatnya di luar batas kemampuan mereka? Insya Allah, saya dipilih untuk sakit ini karena saya pasti bisa melewatinya. Saya pasti kuat kan? Dengan sakit ini, Allah akan memberikan saya kemudahan guna kesembuhan saya. Kedepannya saya akan menjadi muslim yang tangguh, kuat, dan tidak mudah sakit lagi.

Mungkin Allah ingin lihat kesungguhan saya untuk sembuh. Mungkin... ah mungkin.. Teruslah berprasangka baik pada Allah. Itulah satu-satunya hal baik yang harus saya lakukan, apalagi dalam kondisi saat ini.

Dalam surah Asy Syu'ara' "Dan apabila aku sakit, Dia lah yang menyembuhkan aku" Maka ya Rabb, bisakah Engkau menyembuhkan saya? Saya mulai lelah dengan semua ini.

Jujur, minum obat rutin itu melelahkan, sejak pagi minum obat, beranjak siang minum lagi, dan malam pun sama. Jadi kapan tubuh ini tidak minum bahan kimia? Lelah.

Maaf mengeluh nyaris sekian paragraf :( lebih baik begini kan? Daripada saya pendam, nanti malah komplikasi. Wkwk

Singkatnya, saya memang lelah dengan semua ini. Tapi saya tidak akan menyerah. Nanti malam kontrol lagi ke dokter dengan membawa hasil rontgen hari ini. Saya tau sakitnya apa. Mental saya sudah disiapkan :p ah tapi.... ya Allah :') menyakitkan ya? Berusaha tersenyum tapi hati ini berontak. I wanna cry ya Allah, may I? 
T-T

Iya saya sakit, tapi jiwa saya tidak. Iya saya sakit, tapi Allah masih memberikan saya sedikit kekuatan untuk menjalankan aktivitas saya seperti biasa. Allah masih memberikan cahaya di wajah saya sehingga tidak nampak pucat layaknya orang sakit. Allah masih memberikan saya nafsu makan untuk mempertahankan imun saya. Allah masih memberikan saya kesempatan untuk terus mengingatNya dan memohon ampunanNya. Alhamdulillah, betapa baiknya Allah. Dia ingin menggugurkan dosa saya, namun masih memberikan saya banyak kemudahan.

Terima kasih ya Allah. Kepada siapa lagi diri ini harus bersyukur atas semua nikmat ini?
Ya Allah maaf untuk semuanya :'( saya tidak akan putus asa. Saya akan sehat kan? Maka saya harus terus berikhtiar untuk kesembuhan ini. Semangat!!!

Saya akan terus berdiri tegak, tersenyum, dan mengatakan pada dunia bahwa saya akan segera membaik.

Sekian. Semoga bermanfaat :)

PS: Bantu saya dengan doa terbaik Anda. Saya akan segera sehat secepatnya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Jadi Guru Itu...

Jadi guru dulu ku kira pekerjaan yang gampang sekali. Ternyata sulitnya minta ampun! *** Cita cita pertamaku jadi guru. Sebab jadi dokter atau perawat terlalu berisiko. Sejak aku kecil aku sudah menyadari diriku tidak mampu mengemban tanggung jawab seberat itu. Maka ku putuskan aku akan menjadi guru. Entah kenapa rasanya menyenangkan, melihat bapak ibu guruku dulu di depan kelas. Maka disinilah aku, sedang menikmati sarapanku di ruang kantor yang sepi di hari senin pagi, dalam balutan pakaian seragam dinas.  Ternyata setelah satu dekade aku mengajar, aku tak hanya mengajar. Aku juga jadi detektif, jadi hakim, perawat, psikolog, jadi apa saja semua ku kerjakan demi melindungi anak anak. Melindungi yang diartikan secara luas ya, melindungi yang tidak bisa diartikan secara gamblang oleh pemikiran anak anak. Hari ini aku menemui lagi, kasus anak anak yang menderita stres berat, sampai panic anxiety . Mungkin karena aku pernah mengalaminya, aku tau bagaimana mengatasinya. Tapi banyak p...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

My Hardest Part (3)

Bismilahirrahmanirrahim Ditulis selepas shalat maghrib. Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 dan part 2 *** Berbagai metode dan pendekatan sejatinya sudah pernah ku jajal. Mulai dari ruqyah syyariah bersama ustadz, dibacakan doa oleh ibuku sendiri, dibuatkan air doa dari air wudhu oleh ibuku sendiri, diberi tips dzikir oleh suami sepupuku, dibawakan air zam-zam dari temanku, dibawa ke psikiater, diskusi dengan psikolog, bahkan juga mencoba hipnoterapi. Tapi khusus hipnoterapi aku pribadi sangat tidak menyarankan. Karena menurut ust Zaidul Akbar pun beliau tidak membolehkan. Padaku juga dampaknya langsung terasa, kambuh maag-ku sepulang dari sana, dan keadaanku semakin memburuk. Awalnya aku masih bisa makan minum dan kerja, setelah sesi hipnoterapi justru aku muntah-muntah, diare, sekujur tubuhku dingin dan ngilu. Banyak sekali naik turun terjalnya perjalananku. Sulit untuk ku ungkap secara detail, saking ruwet dan kompleksnya. Aku masih terus menemui psikiater hingga awal bulan maret....