Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤
Hanya sebuah ketik ketik bosan di penghujung malam.
Assalamualaikummmmmmmm Beloger (Blogger, maksudnya).
Ya ampun. Sudah lama nggak pernah manggil gitu lagi yak. Wkkwkwk
Hari ini postingannya pakai bahasa semau aku aja ya, pokoke bebas... Lah ini blog siapa coba. Ya suka sukanya aku. Huehehuehuheuuh
Hari ini hari kedua UNBK. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan penuh semangat! Mungkin karena nggak harus ngajar, jadi ya semangat wae kali. Walaupun pulangnya sore banget. Udah kayak orang full day :p
Sambil ngetik postingan ini, sambil dengerin lagunya Fall Out Boy - Immortals. Tau kan? Yang jadi original soundtrack-nya si gendut lembek lembek Baymax.
To be honest, aku suka denger lagu (kebiasaan jelek) sambil nulis. Walau sebenernya nulisnya jadi ngelindur, soale too focus sama lagu yang berdentum-dentum di kupingku yang lucuk.
Jadi saking fokuse, ini beneran bingung mau nulis apa. Tapi setelah dipikir-pikir, aku jarang kan nulis se-random ini. Jadi biarkanlah aku nulis apa yang ada di pikiranku yayayaya O.o
Seharian ini aku sepertinya sudah menua di sekolah. Karena setiap detik, aku sibuk ngejogrok di ruang sekretariat. Sampai mungkin ruangannya juga enek sama aku. Tolong. Aku perlu pikiniks dan drama Korea!!! :D
Ah ya. Selama aku di sekre, aku ketemu temen baru :')
Siapa lagi kalau bukan kitten. Whehehe. Banyak pokoknya adek-adekku. Aku nggak ngasih nama. Males. Nggak guna. Jadi ku panggil sesuai khasnya aja, biar gampang kalau ntar laporan sama adekku yang asli di rumah. Ada si Kuning, si Kurus (yang nggak punya mamak), dan si Lincah. Seriusan, aku paling sayang sama si Kurus, soalnya yatim piatu. Nggak tau juga emaknya yang mana :(
Sebenernya ngeliat kucing tu ya, bawaannya sedih mulu. Apalagi kayak si Kurus yang nggak keurus. Rasanya nggak cukup kalau cuman ngasih makan, pengennya dibawa pulang dan diurusin di rumah. Tapi, kalau aku bawa pulang, sepertinya aku lah yang nggak akan diurusin sama emakku. Karena aku bakalan diomelin dan dipecat jadi anak, gara-gara bawa anak kucing ke rumah. Fyi, di rumah udah ada kucing juga, tiga lagi! Nanti kalau aku menyusupkan imigran gelap, aku yang kayaknya bakal di deportasi.
Dari dulu aku suka kucing.
Tapi berhubung dulu aku masih terlalu patuh sama ibuk, aku belum berani miara kucing. Jadi kalau liat kucing yang gemesin, cuman bisa curi-curi pandang, sambil ngajakin mereka ngomong. Ditambah lagi cerita yang beredar di masyarakat kalau kucing bisa jadi salah satu pemicu orang keguguran, mungkin karena ada kuman atau apa gitu di bulunya kali ya. Ya intinya dulu nggak berani lah menyelundupkan kucing ke rumah.
Takdir Allah, ada aja kucing yang silih berganti main ke rumah. Banyaklah pokoknya. Jadi tetap nggak kesepian. Walau ketika itu, cuman aku orang yang sepertinya memang kurang waras yang ngajakin kucing nggosip. Jadi waktu kucingnya sakit dan mati. I am the only one who feel depressed and lonely. Hiks.
Kucing pertama aku namanya Bel. Terinspirasi dari Alexander Graham Bell. Duh ya kali aku waktu masih bocah se-clever itu sampai ngadopsi nama penemu telepon. Nggak lah. Jadi namanya iseng aja, soale bulu dia belang-belang nggak jelas gitu, jadi ku kasih nama Bel. Oke? Wkwk
Then, waktu kuliah, aku pernah juga sering ngasih makan anak kucing nyasar di kosan. Cuman ngasih makan, nggak miara. Mana ada temen kos yang suka kucing. Ya kalau kebetulan ada dia silaturrahmi, ku kasih makan. Kan memuliakan tamu, ya nggak sih?
Dan karena aku sering ngasih dia makan, lalu aku merasa punya hak ngasih dia nama. Ku kasih nama mantannya aku. Iseng kok iseng. Nggak ada tujuan lain.
Sampai one day, kucing itu mati, mungkin karena kedinginan dan nggak terawat, atau mungkin dia diare karena si aku yang bodoh ini ngasih dia susu D*ncow. Jadi temen aku di seberang kos ribut teriak manggilin aku, "Mukti si **** (nama mantan) mati!!!"
Kaget awalnya, kirain siapa gitu yang mati. Taunya kucing aku yang mati :'( tapi berita kematiannya rada dramatis karena nama si kucing kan nama mantan :(
Hingga pada akhirnya, paska kuliah ada kucing nyasar ke rumah dan suka menghabiskan waktu di rumah. Adek aku sering ngerawat dia dan ngajakin dia ngomong, udah kayak aku di masa lalu lah. Dan aku pun juga suka ngajak ngomong kucingnya. Ibuk aku yang awalnya nggak suka kucing pun ternyata diam-diam sering kepergok lagi ngobrol sama kucing. Ya sekeluarga jadi sayang dan perhatian sama kucing ini. Sampai suatu ketika, kucingnya nggak keliatan lagi di sekitar rumah, dan adek aku nangis sesenggukkan. Nggak tau sih kemana, apa dia pergi dari rumah atau dia mati. Mitosnya kan kalau kucing mau mati, dia bakal hilang ya. Jadi nggak tau dia ini gimana nasibnya. Hiks.
Tapi sekarang udah ada kucing lain yang dengan senang hati main ke rumah, dan hidup bahagia selama-lamanya. Hihi :D
Dan aku barusan beliin kucing susu SGM yang bebas laktosa, kan katanya kucing nggak bisa mencerna laktosa, jadi dicoba aja sih. Moga si kucing sehat dan mau minum susu. Kikikiki (yang empunya aja minumnya teh si*ri)
Terus mau nulis apa lagi ya~
Yaudah sih sekian aja tulisan nggak jelasnya, maaf lagi eror, semoga kalian suka.
Salam sayang selalu ❤ :*
PS: Ditulis dari beberapa hari yang lalu tapi belum sempat ke posting :D

Komentar
Posting Komentar