Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Let's Start Our New Journey

Setiap pendosa memiliki masa lalu yang kelam. Tapi mereka masih punya masa depan.

Bismillahirrahmanirrahim...

Kesempatan. Kesempatan. Kesempatan.
Sesuatu yang kita miliki, namun tidak lagi dimiliki mereka yang telah terkubur dihimpit tanah. Sesuatu yang kita anggap angin lalu, tapi berharga bagi mereka yang nafasnya sudah tercekat di tenggorokan.

Maka, beruntunglah mereka yang masih diberi umur dan bisa memakai kesempatan ini dengan baik.

***

Takdir hidup ini memilukan.
Kamu lahir untuk kemudian pergi lagi. Kamu diberi keluarga untuk nanti kamu tinggalkan. Kamu diberi harta dunia yang kelak tidak akan kamu bawa kemana mana.

Banyak yang tidak bahagia dengan hidupnya. Keluarga yang tidak harmonis, orang tua yang sudah tiada, teman yang berkhianat, sekolah yang melelahkan, rekan bisnis yang curang, kekasih yang mendua, jodoh yang tak kunjung datang, pernikahan diambang perceraian, badan yang tidak sehat, pekerjaan yang tidak ada habisnya, perut yang selalu lapar, dahaga yang tidak ada penawarnya. Hari-hari kelabu. Berat. Ketakutan yang selalu dihadapi di pagi hari, dan kegelisahan bila sudah malam tiba. Siang terlalu panas, malam yang terlalu dingin menusuk hingga ke tulang.

Kau mengaduh pada Tuhanmu. Tapi tak kau temukan jua jawabNya.
Kau kebingungan dengan hidupmu. Sampai kau berulang kali nekat ingin mengakhirinya.
Inilah hidup.
Berat bukan?
Tapi apalagi yang lebih berat? Ketika kamu menyadari kamu tak lagi hidup.

***

Maka solusinya.
Pergilah ke tempat baru yang jauh. Lihatlah bumi ini lebih luas. Pergilah untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya.


Walau kamu merasa tak mampu lagi, bahkan untuk melakukan perjalanan sekalipun. Lakukanlah. Bukan untuk siapapun, tapi untuk hatimu sendiri. Demi mengisi kekosongan hatimu. Demi menuntaskan perih dan sedih yang menyesaki.

Kamu perlu melihat dunia dengan lebih baik. Gunakan lisanmu untuk bersyukur. Gunakan telingamu untuk mendengar hal-hal baik. Gunakan pikiranmu untuk menikmati hidup. Gunakan tangan dan kakimu untuk berkontribusi di bidang kemanusiaan.

***

Jangan terlalu mendramatisir hidup. Iya hidup. Kamu. Jangan terlalu banyak drama.

Kamu masih diberi hidup. Bersyukur. Berhentilah mengeluhkan hidupmu.
Milyaran orang di luar sana berjuang untuk hidup mereka yang sama kerasnya (bahkan bisa lebih keras), dan mereka bisa. Mereka bertaruh nyawa tiap detik. Mereka bersimbah darah. Tapi mereka bertahan untuk hidup.


Dan kamu menyerah untuk tidak melanjutkan hidup?
Kamu kira kematian pun mau menerimamu?


Bangkitlah Kawan. Kamu mampu melaluinya. Kamu kuat. Kamu bisa. Kamu akan menemukan bahwa takdir ini menyenangkan. Kamu akan segera melupakan semua kesedihanmu. Kamu akan secepatnya menyadari bahwa takdir ini manis. Semanis senyum yang selalu kamu sunggingkan di wajah kuyumu.

Tuhanmu, tiada pernah meninggalkanmu.
Kamu tidak melalui ini sendirian.
Kamu terlahir untuk menjadi kuat, melalui semua ujian ini, dan berpulang dalam damai.

Kamu hanya sedang diberikan kesusahan untuk kemudian menjadi seorang pejuang dan petarung kehidupan.

***

Pergilah ke salon. Potong rambut atau cat rambutmu. Jadilah orang yang baru. Belilah beberapa potong pakaian yang kamu suka. Kenakan. Tak apa membuang sedikit uang. Dalam perjalanan pulang belilah makanan. Belikan juga dua tiga porsi untuk kamu bagikan ke orang lain. Berbagilah.

Belilah buku bagus. Bacalah. Dan menulislah.

Tulislah tentang hal yang ingin kamu bagikan pada dunia.
Tulis tentang makanan kesukaanmu, tulis tentang cinta pertamamu, tulis tentang kamu.


Ketika ku katakan lakukan perjalanan. Tak serta merta tentang kamu membeli tiket kereta, lantas kamu menjelajahi kota lain. Tidak hanya itu.
Bila kamu tak mampu melakukannya karena keterbatasan fisik. Tak apa. Lakukan perjalanan disini saja. Kamu bisa melakukan perjalanan dengan membaca buku. Bukankah itu sama saja? Mereka bilang buku adalah jendela dunia. Nikmati saja bukumu.


***

Hijrahlah.
Termasuk hijrah pola pikir.


Sungguh sombong mereka yang mengatakan "terlambat" pada siapa saja yang ingin berhijrah.

Selama darahmu masih mengalir, selama kamu masih memiliki nafas. Pecayalah, kamu masih memiliki harapan untuk hidup lebih baik.
Kamu berhak untuk bahagia.

Bangun Kawan, dari keterpurukan ini. Nikmati sisa umurmu. Lakukan hal yang kamu suka.

Ayo kita bergegas, memulai hidup kita yang baru.

Tidak ada yang perlu kamu sesali. Inilah kesempatanmu untuk melangkah dan memperbaiki masa lalu.

Ps: Andai kau tahu, bagaimana hebatnya Allah mengatur segala urusan hidupmu, pastilah hatimu akan meleleh karena cinta kepadaNya. - Ibnu Qayyim 
Senyum :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Jadi Guru Itu...

Jadi guru dulu ku kira pekerjaan yang gampang sekali. Ternyata sulitnya minta ampun! *** Cita cita pertamaku jadi guru. Sebab jadi dokter atau perawat terlalu berisiko. Sejak aku kecil aku sudah menyadari diriku tidak mampu mengemban tanggung jawab seberat itu. Maka ku putuskan aku akan menjadi guru. Entah kenapa rasanya menyenangkan, melihat bapak ibu guruku dulu di depan kelas. Maka disinilah aku, sedang menikmati sarapanku di ruang kantor yang sepi di hari senin pagi, dalam balutan pakaian seragam dinas.  Ternyata setelah satu dekade aku mengajar, aku tak hanya mengajar. Aku juga jadi detektif, jadi hakim, perawat, psikolog, jadi apa saja semua ku kerjakan demi melindungi anak anak. Melindungi yang diartikan secara luas ya, melindungi yang tidak bisa diartikan secara gamblang oleh pemikiran anak anak. Hari ini aku menemui lagi, kasus anak anak yang menderita stres berat, sampai panic anxiety . Mungkin karena aku pernah mengalaminya, aku tau bagaimana mengatasinya. Tapi banyak p...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

My Hardest Part (3)

Bismilahirrahmanirrahim Ditulis selepas shalat maghrib. Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 dan part 2 *** Berbagai metode dan pendekatan sejatinya sudah pernah ku jajal. Mulai dari ruqyah syyariah bersama ustadz, dibacakan doa oleh ibuku sendiri, dibuatkan air doa dari air wudhu oleh ibuku sendiri, diberi tips dzikir oleh suami sepupuku, dibawakan air zam-zam dari temanku, dibawa ke psikiater, diskusi dengan psikolog, bahkan juga mencoba hipnoterapi. Tapi khusus hipnoterapi aku pribadi sangat tidak menyarankan. Karena menurut ust Zaidul Akbar pun beliau tidak membolehkan. Padaku juga dampaknya langsung terasa, kambuh maag-ku sepulang dari sana, dan keadaanku semakin memburuk. Awalnya aku masih bisa makan minum dan kerja, setelah sesi hipnoterapi justru aku muntah-muntah, diare, sekujur tubuhku dingin dan ngilu. Banyak sekali naik turun terjalnya perjalananku. Sulit untuk ku ungkap secara detail, saking ruwet dan kompleksnya. Aku masih terus menemui psikiater hingga awal bulan maret....