Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Prakerja Part 4

Assalamu'alaikum. Selamat hari jumat. Apa sudah baca Al Kahfi hari ini? 

Baru aja tadi pagi menimbang nimbang buat berhenti menulis cerita prakerja sampai di part 3 aja, malah sekarang nulis lagi. 

Ok here we go~

Seperti yang sudah ku ceritakan sebelumnya, aku sekarang lagi ikut kegiatan pelatihanku yang ketiga. Dua pelatihanku sebelumnya berasal dari mitra 'Sekolahmu', nah kali ini aku beranikan diri buat ngakses dari mitra lain, yaitu 'Pintaria'. 

Fyi, buat kegiatan prakerja ini, pemerintah menggandeng 7 mitra buat kerjasama. Ada Kemnaker, Tokopedia, Bukalapak, Sekolahmu, Mau Belajar Apa, dan Pijar. 

Sorry not to say sorry, aku bakalan jujur disini ya. Jadi kalau tiga artikel sebelum ini isinya hal hal positif dan sanjungan buat kegiatan ini, tulisan kali ini mungkin kayak lebih sisi negatifnya. 

Awal setelah mendapat dana pelatihan satu juta, mitra pertama yang ku buka jelas Kemnaker. Sayangnya aku balik arah dan nggak memilih satu pelatihan pun dari situ. Kenapa? Karena harga pelatihannya yang berkisar antara 500-1juta. Dan peserta prakerja itu at least harus mengikuti tiga kegiatan biar dapat tambahan 150ribu lagi. 
Dengan dana pelatihan yang terbatas, gimana caranya mau ikut kegiatan dari Kemnaker? 

Kemudian aku akses mitra Sekolahmu, karena harga pelatihannya yang sebagian besar terjangkau. Dibawah 500ribu. Bahkan ada yang puluhan ribu aja. Yaudah tanpa pikir panjang, aku mengikuti satu kursus dari mitra itu dan diminta untuk menginstal aplikasi Sekolahmu. 
Buat aku pribadi, ya nggak masalah harus menginstal aplikasi kan? Dan sangat nggak menemui kendala yang berarti. Mulus, lancar, mudah! 
Satu satunya yang kalau boleh dikatakan berat adalah... mengikuti satu kegiatan menggunakan Zoom. Karena harus bener bener mendengarkan dengan seksama sampai selesai. Tapi durasinya satu jam, jadi nggak terlalu menyulitkan sebenernya. 

Hampir semua kegiatan dari mitra Sekolahmu ini memang ada satu tahapan yang harus mengakses pakai Zoom atau Youtube Live. But that's okay. 

Setelah aku menyelesaikan pelatihan pertamaku, dan melanjutkan ke pelatihan yang kedua (masih di mitra ini), I found that some people having a hard time, kayak ada yang kesulitan ceklis hijau karena pakai website padahal sudah menyelesaikan satu tahap kegiatan, sertifikat nggak sinkron di dashboard prakerja, dsb. 

Then kemarin malam aku mendaftar kegiatan pelatihanku yang ketiga. Kali ini aku mencoba pakai mitra Pintaria, karena ada satu pelatihan yang menarik. 

Unfortunatelly, mulai sejak awal mendaftar kursus pun aku kesulitan. Aku harus login bolak balik, halamannya balik ke awal lagi, dan eror. Cuman aku masih berpikir positif dan kekeuh mencoba terus. Sampai akhirnya berhasil terdaftar di kegiatan. Dan berhubung tadi malam aku kelelahan, aku cuma menyelesaikan satu tahapan pelatihan aja. 

Terus pagi tadi sekitar jam 6an, aku lanjutin pelatihanku, mencoba nonton video dan ngerjain post test, lalu dimulailah mimpi buruk itu! :(
Jadi ada 9 tahapan sampai ke final test, setiap satu tahap selesai, tahap berikutnya kebuka. Nah aku berhasil menyelesaikan tiga tahapan, tapi tahap keempatnya ketutup terus. Di refresh berkali kali juga nggak berubah. Bener bener putus asa :(

Lalu aku coba nyari aplikasinya pakai playstore, dan ada. Sambil download, sambil bacain ulasan yang ada disitu, ternyata banyak banget yang kasih bintang satu dan mengkritik mitra ini. Aku nyesel kenapa nggak baca ini dulu sebelum ikut pelatihannya. Cuman aku masih mendingan karena ini pelatihan ketigaku, ya paling nggak, aku sudah dapat insentif 600ribu. Tapi ada banyak banget yang pakai mitra Pintaria buat pelatihan pertamanya. Artinya, kalau eror begini, banyak peserta yang bakalan nggak selesai pelatihannya dan nggak akan dapat jadwal insentif. Kasian. Padahal buat lolos prakerjanya aja nggak mudah, malah pas udah lolos, di mitra pelatihannya eror. 

Ada satu komentar yang bilang kalau dia perlu dua hari sampai section pelatihan berikutnya kebuka, jadi aku menenangkan diriku untuk sabar. Aku nyoba akses pakai aplikasi dan ternyata aplikasinya kualitasnya minim banget. Kayak seadanya asal jadi. 

Singkat cerita, pelatihanku bisa terbuka pakai aplikasi, tapi aku sudah nggak fokus dan buru buru menyelesaikan secepatnya. Bahkan jujur materinya pun kurang membantu. Jadi aku mikir, udahlah nanti ikut pelatihan yang lain aja, baru belajar bener bener. 

Bahkan setelah aku selesai pelatihan melalui aplikasi pun, di web Pintarianya belum sinkron. Padahal untuk dapat sertifikat ya harus lewat web. 

Ku pikir, yasudah sabar aja, mungkin dua hari lagi bisa dibuka. 

Alhamdulillah nggak harus nunggu dua hari, 5 jam kemudian, sudah sinkron dan bisa nulis ulasan lewat web-nya. Tapi kelas pelatihan nggak bisa dibuka lagi dan aplikasi juga nge-lag. 

ini tampilan web nya masih nggak kebuka sectionnya, padahal aku udah nyelesain tahapan sebelumnya.
Tapi yang penting disini udah ceklis ijo. Huhu
Fiuh. Kecewa banget sama mitra ini. Moga peserta lain terutama yang sungguh sungguh mau belajar dan kesulitan melalui kegiatan di Pintaria bisa segera dikasih kemudahan. Capek loh eror gini. 

Jadi sekarang aku masih nunggu kegiatan ini dinyatakan selesai di dashboard akun prakerja-ku. Buat pelatihan berikutnya, insyaAllah bakalan aku ikutin, tapi nggak dalam waktu dekat. Soalnya otakku buntu gara gara kesulitan ngakses di mitra ini. Aku akan istirahat bentar ya. 

After all, hal yang ku tangkap dari kejadian barusan adalah ternyata banyak banget dari mitra pelatihan prakerja kurang all out dalam menyediakan jasa pelatihannya. Mulai dari websitenya, aplikasi, harga pelatihan yang sulit terjangkau, materi pelatihan, kuis dan kunci jawaban yang sering nggak pas, sinkronasi yang lambat, dan hal hal lainnya. It's really tiring. Melelahkan. 

Jujur terbesit di benakku ketika membaca komentar peserta yang mengeluhkan jeleknya pelayanan di mitra prakerja. Sesulit itu demi mendapatkan ilmu dan insentif, sementara di bagian lain, beberapa karyawan swasta (yang mohon maaf, kebanyakan punya gaji UMR 3 jutaan) dengan gaji dibawah 5 juta sudah mendapatkan pencairan dana 600ribu cuma cuma dari pemerintah. Mereka nggak harus melalui hal yang sulit, rumit, mengesalkan ini. Maksudku bukan kegiatan pelatihannya yang sulit, tapi ketidaksiapan kegiatan pelatihan yang akhirnya menghambat pelayanan.
Dan dampaknya sangat membebani peserta prakerja. Huhuu

Cuman aku... Berusaha mengambil hikmahnya, bahwa memang di dunia ini rejeki dan garis hidup Allah yang mengatur. Semua kesulitan dan kemudahannya, udah ada porsinya. 

Lagipula, 
Apapun di dunia ini juga nggak gratis. Mau dapatin uang, makan, tempat tidur pun harus kerja keras. Semoga kita bisa menjalaninya dengan sabar dan semangat selalu ya! 

Selamat berjuang buat semuanya! 

Ps: ntar kalau instentifku udah ku terima, kubikinin artikel prakerja part 5, wkwk (buat apaan?) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Selamat Berpisah, Tuan

Selamat berpisah, Tuan Terima kasih karena menyempatkan singgah ke pelukan gadis malang sepertiku, Terima kasih untuk antusiasmu yang hanya sebentar, Terima kasih telah membawakan aku sebongkah harapan yang merekah, Terima kasih sebab menjadi mimpi baikku sampai sekarang. Kamu benar Tuan, kurasa ini karmaku, Karena telah menyia-nyiakanmu, Karena berbohong padamu dan pada perasaanku, Aku sedikit menyesal, Tuan. Mestinya aku mengaku. Tapi apakah itu akan mengubah hari ini? Apakah dengan kejujuranku, kamu tidak akan pergi? Aku meraba-raba, kenangan kita di masa lampau, Kamu hadir di saat aku sangat terjebak dalam kubangan gelap pikiranku, Kamu menawarkan cinta tulus nan sederhana. Lantas, semudah itu perasaanmu berubah Tuan Apakah tak ada sedikit pun rasa yang tertinggal? Aku memang gadis bodoh. Benar aku bagus dalam pelajaran, Tapi sangat bodoh dalam perasaan, Aku ingin membencimu Tuan, Tapi hatiku berontak, Penat. Selamat berpisah, Tuan Aku mengikhlaskanmu. Aku tak apa. Sudah biasa. Han...

Sang Pembaharu

Jujur sebagai manusia biasa yang sedikit idealis, aku cukup lelah mental dan fisik. Belakangan ini dunia semakin bercanda. Negara semakin melucu. Dan makin banyak manusia dengan ambisinya yang beragam, aku tentu berharap ambisinya baik untuk dunia, namun semua itu hanya khayalanku saja. Bahkan tanpa ambisi itu, iklim dunia saja sudah amburadul. Pemanasan global, cuaca ekstrem, dan ancaman kerusakan bumi yang tak main main. Malah sebagian manusia rakus nan tamak justru dengan kesadaran penuhnya, makin semangat dan gelap mata merusak bumi gila gilaan. Ugh. Masalah tiap harinya makin banyak. Baru saja membuka mata di pagi hari, gempuran berita buruk bermunculan. Aku sampai kebingungan dan berharap tidak tau apa apa. Sebagai manusia, aku seperti punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan moral di negara yang morat marit ini. Terlebih peranku sebagai guru, aku makin harus 'ideal' untuk menyadarakan ratusan siswaku agar mereka juga mau berkontribusi demi kehidupan yang lebih b...

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

Jadi Guru Itu...

Jadi guru dulu ku kira pekerjaan yang gampang sekali. Ternyata sulitnya minta ampun! *** Cita cita pertamaku jadi guru. Sebab jadi dokter atau perawat terlalu berisiko. Sejak aku kecil aku sudah menyadari diriku tidak mampu mengemban tanggung jawab seberat itu. Maka ku putuskan aku akan menjadi guru. Entah kenapa rasanya menyenangkan, melihat bapak ibu guruku dulu di depan kelas. Maka disinilah aku, sedang menikmati sarapanku di ruang kantor yang sepi di hari senin pagi, dalam balutan pakaian seragam dinas.  Ternyata setelah satu dekade aku mengajar, aku tak hanya mengajar. Aku juga jadi detektif, jadi hakim, perawat, psikolog, jadi apa saja semua ku kerjakan demi melindungi anak anak. Melindungi yang diartikan secara luas ya, melindungi yang tidak bisa diartikan secara gamblang oleh pemikiran anak anak. Hari ini aku menemui lagi, kasus anak anak yang menderita stres berat, sampai panic anxiety . Mungkin karena aku pernah mengalaminya, aku tau bagaimana mengatasinya. Tapi banyak p...

Tangga Nada

Kurang random apalagi sih aku? Ke toko, malah naksir mas random? Tapi ngalamin starstruck (star in my heart) wkwk Aku selama ini nggak pernah memperhatikan. Entah kenapa minggu itu kayak, kok mas ini manis sih? Udah gitu tinggi dan lembut juga. Tapi akuuuuu masih merasa bodo amat. Walau ketika pulangnya, ada perasaan aneh kayak...aku suka deh sama masnya🥲 Ada momen dia nyamperin aku dan aku blank, diem, suara parau. Kesal😭 Kenapa harus parau? Kenapa aku tidak menanggapi dengan sangat berterima kasih dan ngobrol dikit? Huuu Di jalan aku nyesel, kepikiran🥲 Waktu aku cerita sama temen temenku, mereka semua kayak satu suara dengan bilang, hayok lah kita kesana, siapa tau ketemu, kita samperin tanya nama dan wa-nya. Aku yang panik! Tapi sampai sekarang aku masih kepikiran😥 Aku pernah ketemu lagi, di tempat yang sama, dan yaudah nggak ada apa apa. Bahkan papasan juga nggak. Aku cuman ngeliatin dari jauh. Apakah semesta gak mendukung? Sedih banget, sampai aku agak cry dikit waktu ngobrol ...

My Hardest Part (3)

Bismilahirrahmanirrahim Ditulis selepas shalat maghrib. Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 dan part 2 *** Berbagai metode dan pendekatan sejatinya sudah pernah ku jajal. Mulai dari ruqyah syyariah bersama ustadz, dibacakan doa oleh ibuku sendiri, dibuatkan air doa dari air wudhu oleh ibuku sendiri, diberi tips dzikir oleh suami sepupuku, dibawakan air zam-zam dari temanku, dibawa ke psikiater, diskusi dengan psikolog, bahkan juga mencoba hipnoterapi. Tapi khusus hipnoterapi aku pribadi sangat tidak menyarankan. Karena menurut ust Zaidul Akbar pun beliau tidak membolehkan. Padaku juga dampaknya langsung terasa, kambuh maag-ku sepulang dari sana, dan keadaanku semakin memburuk. Awalnya aku masih bisa makan minum dan kerja, setelah sesi hipnoterapi justru aku muntah-muntah, diare, sekujur tubuhku dingin dan ngilu. Banyak sekali naik turun terjalnya perjalananku. Sulit untuk ku ungkap secara detail, saking ruwet dan kompleksnya. Aku masih terus menemui psikiater hingga awal bulan maret....