Langsung ke konten utama

Featured post

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

Apa Kabar G3.8? (Sekuel G3.8)

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum gengs?

Postingan ini ditulis di sela-sela kesibukan pagi hari. Sambil sarapan buah, sambil nulis. Hihi

Tadi malam, setelah menyelesaikan nonton Running Man, iseng buka blog bentar. Ngeklik label 'masa kuliah'. Sekedar memastikan isi postingannya alay apa nggak aja sih. Karena gaya bahasaku mudah berubah tergantung bacaan yang lagi ku baca kala itu. Siapa tau alay banget isinya, jadi mau diedit.

Eh nggak taunya malah baper liat postingan-postingannya. Tiba-tiba keinget masa perjuangan waktu kuliah. Inget jungkir balik nyelesaikan skripsi. Inget jamannya penelitian kimia.
Dan yang paling bikin sedih, inget sama anak-anak G3.8. Sudah baca belum postingan G3.8 tahun 2015 yang lalu?
Naha kalau belum, baca aja dulu disini. (sekalian promosi)

Jadi, gimana kabarnya wahai ji tri poin eig?

Sudah 4 tahun sejak postingan itu dipublish. Apa saja perubahannya yang terjadi dalam jarak waktu yang panjang itu?

Gimana kabarnya Patliya, Dahlidung, Tarisnawati, Wita Hidayatullah, dan Epa Hikmah?

Sebenernya, tanpa harus say "hi" pun, kita bisa menebak kabarnya ya. Karena kecanggihan teknologi yang memudahkan satu sama lain untuk saling bikin story, kemudian yang lain nontonin. Tapi memang nggak akan ada yang bisa mengalahkan sapaan sih. Sapaan tuh lebih sakral dan intens.

Ok. Let's begin.

Gimana kabar Patliya (26)?
Setelah lebih dulu membangun keluarga kecilnya bersama Samsul, dan meninggalkan mantannya si Nono, Patliya dan keluarga sekarang dikaruniai anak laki-laki yang nggak mau dipegang sama aku. Hiks. Nama anaknya, si...si... Arka! Saking banyaknya nama anak kecil di sekeliling. Masya Allah. Hehe
Patliya jadi guru, sesuai dengan apa yang dicita-citakan kampus kita ya. Mencetak pendidik generasi penerus bangsa. Patliya sekarang balik ke kampung halaman, Parenggean. Berusaha memajukan kampungnya agar siap menghadapi arus global berlandaskan iptek dan imtak (yakali).
Gimana kabarmu Pat? Males banget aku chat ni anak. Udah sama kayak Wita jaman dulu. Dichat malam, bisa sampai seminggu baru dibaca. Dibaca doang, taunya di end chat ya.

Next, Dahlidung yang juga guru. Alhamdulillah Dahlidung jadi guru kimia SMK satu kota sama aku. Jadi kalau ada pertemuan, peluang ketemu ibuk ini lebih besar. Terus kalau sudah ketemu, masya Allah rempong seperti biasa. Kikik kikik nggak ingat umur. Dahlidung baru aja jadi ibuk beneran. Alhamdulillah, barakallah.
Semoga dengan adanya titipan Allah, Dahlidung bisa jadi perempuan yang lebih kuat menghadapi dunia dan menghadapi orang-orang iri di sekelilingnya ya. Hahaha.
Selamat begadang dan kurang tidur! Dinikmati. Semoga lillah.

Berikutnya ada si bolang, yang apakah sekarang masih suka membolang?
Nah pertanyaan itu masih menyisakan tanda tanya besar. Karena semenjak lulus kuliah, Epa Hikmah jadi susah dihubungi. Epa Hikmah juga sudah berkeluarga bersama anak fisika satu angkatan. Sekarang Epa Hikmah tinggal di Palangka Raya seperti mimpinya jaman kuliah. Alhamdulillah.
Semoga Epa Hikmah meninggalkan kebiasaan pagi pulang pagi ya, sudah dirumah aja masak sop.
Kalau ingat Epa sebenernya banyak juga suka dukanya. Mengingat Epa adalah teman kos yang kemana-mana barengan. Semoganya, kita saling ridho atas apa yang pernah terjadi di antara kita ya. Siapa tau kita ada punya utang gitu, terus lupa kebayar. Siapa tau aku ada makai bajumu, terus aku amnesia ku kira itu bajuku. Siapa tau aku ada makai sikat gigimu buat nyikat lantai. Siapa tau juga, aku makan indomi-mu yang padahal aku tau itu memang punyamu. Hahaha. Ya Allah. Maaf ya Epa atas semua salah dan kurangnya aku. Terima kasih untuk semua kebaikanmu. Semoga kita bisa terus menjaga silaturahmi. Aamiin.

Yang keempat ada Tarisnawati (26). Jadi apa ultraman kita ini? Jadi pengusaha keripik kulit lumpia! Hihi. Alhamdulillah ya tercapai cita-citamu berwirausaha. Eh masih jual pulsa nggak?
Tarisnawati juga berkeluarga dan alhamdulillah diberikan amanah anak dari Allah. Sekarang Tarisna tinggal di Samuda, biar bagaimanapun dekat sama keluarga selalu lebih nyaman kan? Ingat nggak waktu sore jaman kuliah dulu? Aku pernah nanya, nanti kalau sudah kerja maunya dekat sama orang tua atau nggak? Lalu kamu bilang, mau jauh. Terus aku kasih tau suka dukanya kalau jauh. Terus aku kasih tau juga, bahwa uang nggak akan pernah bisa menggantikan kehadiran kita di hadapan orang tua.
Dan alhamdulillah, kini kamu nggak jauh sama keluarga.
Pasti bukan karena obrolan kita saat itu, ya memang kamunya sudah sedewasa ini untuk memutuskan mana yang lebih baik. Kan?

Terakhir, Wita. Wita gimana kabarnya?
Wita, aku nggak pernah bisa kuat jadi kamu.
Wita apa yang selama ini menari-nari di pikiranmu? Apa yang selama ini kamu simpan untuk dirimu sendiri, yang nggak kamu bagi ke kami?
Wita, bagaimana kamu menghadapi semua ini sendirian? Kenapa kamu nggak pernah cerita apapun pada kami?
Nggak pernah ada kata terlambat apapun itu konteksnya (kecuali kematian). Semua hal masih bisa dikejar Wita. SEMUA. Apapun itu.
Entah titel strata 1, entah pekerjaan prestisius, entah keluarga. Semua masih bisa dikejar. Walaupun, kenapa harus kejar-kejaran? Ini dunianya kamu, kamu berhak menentukan waktumu sendiri. Kamu nggak tertinggal, kamu nggak terlambat.
Kamu punya banyak kesempatan untuk menyelesaikan apapun yang belum terselesaikan. Asal kamu MAU untuk terus maju.
Jangan berhenti ya?
Kami tetap ada disini mendukung kamu. Walau kami sudah jauh, walau kami sibuk dengan dunia paskakampus kami, tapi hati kami selalu bersama kamu. Serius. Kami sayang kamu dan ingin yang terbaik untukmu Wita. Oke?

Ah, satu lagi tentang Irma. Bonus ya. Hihi
Irma si mantan keluarga Chan. Wkwk
Gimana kehidupan barunya bu dosen? Gimana suaminya? Gimana kehamilannya?
Sudah nggak khawatir lagi kan?
Alhamdulillah.
Ya jalani aja dengan baik skenario Allah. Kamu orang baik, semoga dikelilingi orang yang baik ya.
Terima kasih untuk semua kebaikannya ke aku. Terima kasih karena bantuin aku selama ini, bahkan sampai saat ini.

Masya Allah, capek juga nulis ini. Huhu
Harapannya, selalu yang terbaik buat teman teman semua.
Kalau dulu pencapaian kita adalah lulus tepat waktu, sekarang pencapaian apa yang dikejar?
Berkeluarga? Aku pribadi sih nggak (ya kan belum berkeluarga) :p

Nggak, serius kok. Buat aku, berkeluarga bukanlah sebuah pencapaian. Pencapaianku dua aja saat ini, bahagia dan sehat. Karena aku pernah ada di posisi hampir berkeluarga, dan aku nggak menemukan kebahagiaan disana, entah mungkin karena nggak cinta aja kali. Ya intinya gitu lah. Aku cuman pengen bahagia dan sehat. Dan itu cukup.
Kalau berkeluarga bisa membahagiakan, insya Allah akan segera. Buat sekarang memang belum ketemu yang bisa membahagiakan. :'(
(Kok tiba-tiba bahas ini sih)
Hahahahah

Kesimpulannya, semoga ji tri poin eig berbahagia selalu. Semoga sehat selalu. Semoga bisa ketemu lagi di surga Allah, bisa tetanggaan, dan bisa ngerumpi saban hari.

Ps: Mager banget padahal ya Rabb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hardest Part (1)

Bismillahirrahmanirrahim... Aku akan memberanikan untuk membuka sebuah luka dalam hidupku. Ini tentang sesuatu yang menimpaku setahun yang lalu. Jika ada dari kalian yang merasa tidak nyaman dengan tulisan ini, bisa skip saat ini juga. Tulisan ini entah akan jadi berapa bagian. Saking panjang dan lamanya. *** Kalian mungkin pernah mampir ke tulisanku di bulan maret 2023, judulnya NKTCTHI (Nanti Kita Tidak Cerita Tentang Hari Ini) yang juga ada part 2-nya .  Aku kekeuh selama itu tidak ingin membuka luka ini di blog-ku, karena aku masih beranggapan ini adalah sebuah aib. Tapi waktu berlalu, banyak pengalaman yang ku dapat, banyak artikel dan cerita orang lain bersliweran, yang membuat aku mengerti bahwa ini bukanlah aib, dan tak apa kalau kita terbuka membicarakan ini. Luka ini seperti luka luka lain yang normal untuk dimiliki dan bisa sembuh. Luka ini bisa terjadi pada siapa saja. Luka ini pun bukanlah dosa, jadi tak apa. Tujuan aku menceritakan luka ini adalah aku sangat berharap...

Mood Booster❤

Bismillahirrahmanirrahim Sebaik-baik mood booster, adalah kalimat Allah. Buat kalian yang sedang bersedih. Semoga membantu. Terjemahan Al Quran, surah Fushilat. 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: " Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu " 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. From me, with a lot of love❤❤❤

My Hardest Part (4)

Bismillahirrahmanirrahim... Baca dulu part sebelumnya ya, part 1 , part 2 , dan part 3 . Hari-hari berjalan perlahan. 21 Maret itu aku mulai memberanikan diri jalan berdua dengan temanku ke kafe di kota kami. Pagi-pagi kami sudah duduk manis memesan es stroberi dan nasi goreng. Kafe-nya masih sepi. Sejak itu, aku mulai berani membuka diri di keramaian (yang sepi). Selama sakit aku sama sekali tidak keluar rumah untuk main, pikiranku runyam sekali, aku lebih suka tiduran di samping ibuku. Dan kini aku menatap jalan raya dari balik jendela kafe.  Ah. Menyenangkan bisa kembali setelah nyaris kehilangan diriku . Setelah dari kafe, kami ke miniso, kemudian jalan memutari sebuah kebun hijau. Aku bersyukur untuk banyak hal. Aku mulai kembali kerja lagi. Walau masih tertatih. Atasanku sangat bijaksana saat itu, beliau memberikan aku ruang dan waktu hingga pemulihanku.  Beliau tidak menuntut banyak hal. Aku menjalani hari yang terik dan hujan yang dingin. Ku nikmati tiap detailnya deng...

😫

Banyak yang ingin ku tuliskan, tapi aku masih urung. Rasanya terlalu banyak yang ingin dibagikan, mulai dari hikmah Allah memperjalankan aku ke Jakarta, koperku yang kode kuncinya berganti, rekeningku yang ludes, sampai semua halnya. Aku bingung mau menulis darimana... Emosiku masih menyertai tiap tulisan ini. Tiap kali aku bercerita, perasaanku masih tidak nyaman, rasanya aku linglung. Entah bagaimana aku memaknai hidupku, yang pasti aku yakin Allah akan menggariskan yang terbaik. Memang pedih menjalaninya, tapi pasti semua yang terbaik✨ Huaaaaaaaaa

My Hardest Part (2)

Bismillahirrahmanirrahim Tulisanku kedua, yang pertama bisa baca disini . Aku tidak tau kapan tulisan ini akan rampung ya.  *** Aku dan ibu akhirnya membuat janji temu dengan psikiater. Malam-malam gerimis kami memesan taksi online. Aneh rasanya di sepanjang perjalanan, apalagi saat supirnya mencoba ramah dengan bertanya apakah kami mau berobat? Berobat apa? Padahal satu-satunya dokter yang ada saat itu adalah dokter jiwa. Aku bertemu psikiater. Rasa di dalam dadaku campur aduk. Takut, malu, sedih, dan emosi lain silih berganti. Aku menceritakan apa yang ku alami pada dokternya, sambil menggegam erat buku jariku, sesekali aku menangis. Dokternya merespkan obat, mengatakan padaku bahwa sakitku ini memang ada, namanya anxiety disorder  atau gangguan kecemasan berlebih, dan bisa diobati.  Waktu pengobatannya enam bulan. Tapi sebenarnya waktu pengobatannya fleksibel, bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama. Bahkan bisa tahunan. Aku lemas dan gontai berjalan keluar ruangan. Puk...

Catur dan Filosofi Absurdku

Sedari kecil bapakku yang master catur (ceilah) sudah mengajariku bermain catur. Dari sekian banyak permainan catur, ada satu serangan yang sangat berkesan dan selalu ku coba untuk lakukan ke lawan mainku. Tapi selalu gagal karena 'kebetulan' mereka melakukan gerakan lain, sehingga serangan fajarnya gagal total. Fyi, serangan fajar yang dilakukan bapakku tadi, berhasil melumpuhkan aku dalam waktu sepersekian menit. Mungkin 2 sampai 5 menit. Sangat traumatis! Anyway, aku suka bermain catur, kalau boleh dikatakan, tingkatanku di atas pemula lah. Aku bisa menang kalau lawanku seimbang, tapi kalau lawanku sudah pro, aku akan K.O juga. Sore ini aku main catur online saja, karena di rumah tidak ada yang bisa catur kecuali bapak. Dan bapak sangat repot. Ternyata lumayan seru juga, aku melawan manusia sungguhan soalnya, bukan robot. Sore ini aku menang. Hehe Di sekolah aku bolak balik bermain catur, tentu sama bapak bapaknya, karena ibu ibunya tidak ada yang bisa main. Satu satunya ibu...

Kos Putri 165

  Assalamu'alaikum, Blogger...   Tidak terasa sudah 3 tahun saya tinggal di kota cantik ini. Menjadi pendatang memang bukan h al yang mudah, karena selain kita harus bisa beradaptasi, kita juga harus bisa menemukan tempat tinggal yang cocok dan nyaman. Selama ini saya sudah 3 kali pindah kos-kosan. Mulai dari di daerah Yos Sudarso, Pangeran Samudera, dan yang terakhir di Borneo. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menemukan kos yang sesuai dengan keinginan saya. Nah, dengan segala kerendahan hati saya :D Hari ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di kos saya ini, yaitu Kost Putri 165. Yuk disimak!

Surat Terbuka untuk Kelas XII 2018

Demi menulis apa yang sedang menyesaki kepala, sampai rela meninggalkan soal ulangan yang padahal dikejar deadline. Bismillahirrahmanirrahim... Jadi, malam ini, Nak. Postingan ini ditujukan untuk kalian anak-anak ibu yang lucu dan menggemaskan (pada akhirnya kalian menjadi lucu dan menggemaskan bagi ibu). To be honest , jarang sekali momen paska perpisahan itu baper ya, sampai-sampai tertuang di blog ini. Tapi mungkin dua tahun cukup lah sebagai pertimbangan kenapa kalian agak berkesan hingga akhirnya ibu rela menuliskan surat ini disini.

Surat Cinta

Lagi lagi, ku tuliskan surat cinta ini. Aku berharap kamu membacanya, meski aku tau ini harapan yang mustahil. Jadi ku tuliskan saja untuk semuanya, semoga angin membawa kabar gembira ini sampai di telingamu. *** Aku masih suka melihatmu, Begitu melihatmu, darahku benar benar berdesir cepat sekali, telapak tanganku dingin, dan aku susah berpikir dengan jernih. Aku tergagap, tidak bisa berbicara, bahkan tersenyum pun enggan. Padahal aku sesuka itu padamu. Benar kata orang orang, kalau perempuan suka, jangankan bicara, menoleh pada orang yang ia sukai pun tak sudi. Aku sungguhan tidak bisa melihatmu dengan baik. Sebelumnya aku sudah berlatih untuk menatapmu barang 3 detik saja, kata para ahli, itu bisa menjadi pengirim sinyal kalau kita suka dengan orang tersebut. Aku sudah bertekad akan mencobanya, mencoba menatapmu. Tapi sial, baru sepersekian mili detik kita bertatapan saja, aku sudah kacau tidak karuan, aku buru buru buang muka. Menatapmu saja aku tidak bisa, apalagi bicara! Aku kada...

Kejujuran itu Terlampau Mahal

Hari ini aku berdiri di hadapan banyak pasang mata siswaku, sambil menggenggam puluhan lembar kertas soal.  Minggu lalu kami mengadakan PTS menggunakan aplikasi yang diakses dengan HP. Jaman semakin canggih, bahkan menjawab soal seperti ini saja diharuskan menggunakan teknologi. Ku akui memang lebih mudah menggunakan teknologi ini, tak payah kami mengoreksi jawaban satu satu dengan sebelumnya melubangi LJK pakai obat nyamuk. Walau katanya Lembar Jawaban Komputer, tetap saja mengoreksinya manual. Tapi begitulah~ Itu beberapa tahun silam. Meski kami tak bau asap obat nyamuk lagi, nyatanya teknologi selalu punya celah untuk dikeluhkan. Anak anak lebih suka berlelah lelah mempelajari tips dan trik untuk curang, ketimbang tips dan trik menjawab soal dengan mudah. Kalau guru punya 1001 cara untuk meminimalisir kecurangan, siswa juga punya 1001 cara menyiasati agar bisa curang. Apakah kecurangan senikmat itu? Hingga mereka lebih suka berkubang di dalamnya? Hari ini aku mengulang PTS itu. ...